PASURUAN, Tugujatim.id – 59 Biksu Thudong di Pasuruan singgah di Klenteng Tjoe Tik Kiong, Kota Pasuruan pada Rabu (13/05/2026). Kedatangan rombongan biksu dari berbagai negara ini dalam rangka perjalanan spiritual Waisak Nasional 2026 bertema Walk for Peace 2026 menuju Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Kehadiran mereka disambut antusias ratusan warga yang sejak pagi memadati kawasan Jalan Lombok dan sekitar klenteng.
Para biksu tersebut berasal dari Thailand, Indonesia, Malaysia, dan Laos. Mereka menjalani perjalanan spiritual Thudong, yaitu tradisi berjalan kaki sebagai bentuk latihan batin dan pengendalian diri dalam ajaran Buddha. Perjalanan suci ini dimulai dari Bangkok, Thailand pada 6 Februari 2026 dan melintasi berbagai daerah di Indonesia.
Kota Pasuruan menjadi salah satu titik persinggahan penting dalam rangkaian perjalanan tersebut. Setelah singgah di Klenteng Tjoe Tik Kiong, rombongan dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Sidoarjo sebelum akhirnya menuju Candi Borobudur di Magelang.
Kedatangan 59 biksu tersebut juga dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Pasuruan, H. Mokhamad Nawawi, bersama jajaran Forkopimda dan tokoh lintas agama. Kehadiran mereka menambah khidmat suasana penyambutan yang berlangsung di kawasan klenteng.
Tercatat, jumlah rombongan terdiri dari 43 biksu asal Thailand, 8 dari Indonesia, 5 dari Malaysia, dan 3 dari Laos. Mereka berjalan kaki menempuh perjalanan panjang lintas negara dengan membawa pesan perdamaian dan persaudaraan.
Perjalanan Thudong Simbol Ketangguhan Fisik dan Kejernihan Batin
Wakil Wali Kota Pasuruan, H. Mokhamad Nawawi, mengatakan perjalanan Thudong bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga sarat makna kemanusiaan dan perdamaian dunia.
“Perjalanan Thudong ini adalah simbol ketangguhan fisik dan kejernihan batin. Dari langkah kaki yang mantap ini, kami belajar tentang kesederhanaan, ketulusan, dan tekad kuat demi tujuan mulia, yakni perdamaian dunia,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa perbedaan keyakinan tidak seharusnya menjadi sekat, melainkan kekuatan sosial yang harus terus dirawat bersama dalam kehidupan bermasyarakat.
Setelah singgah beberapa waktu di Klenteng Tjoe Tik Kiong, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Magelang melalui Klenteng Tjong Hok Kiong di Kabupaten Sidoarjo. Keberangkatan mereka dilepas langsung oleh Wakil Wali Kota Pasuruan.
Dalam kesempatan itu, Nawawi juga menyampaikan rasa bangga karena Kota Pasuruan menjadi salah satu titik persinggahan dalam perjalanan spiritual berskala internasional tersebut.
“Kami bangga Kota Pasuruan masih dihampiri panjenengan semua. Semoga perjalanan menuju Borobudur diberikan keselamatan dan kelancaran,” ucapnya.
Kehadiran rombongan Biksu Thudong di Pasuruan ini tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian perayaan Waisak Nasional 2026, tetapi juga menghadirkan pesan kuat tentang toleransi, persaudaraan, dan perdamaian di tengah keberagaman masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Gloria Puspa
Editor: Mochamad Abdurrochim








