MALANG, Tugujatim.id – SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang (UM) menggelar pelantikan perdana Duta Sahabat Autis di h, Rabu (13/05/2026). Kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa berkebutuhan khusus untuk tampil percaya diri di depan publik.
Suasana aula SLB UM dipenuhi tepuk tangan orang tua dan guru. Para siswa tampil di atas panggung dengan penuh semangat. Momen tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga yang hadir.
Program tidak hanya menjadi ajang penampilan. Kegiatan ini juga menjadi sarana pengembangan karakter siswa. Fokusnya meliputi kepercayaan diri, komunikasi, interaksi sosial, dan kemandirian.
Selama sekitar lima minggu, siswa mengikuti pelatihan dan pendampingan intensif. Guru dan mahasiswa Asistensi Mengajar Universitas Negeri Malang terlibat langsung dalam proses tersebut. Setiap siswa mendapat pendampingan sesuai kemampuan masing-masing.
Seleksi 7 Kelas, 10 Finalis Jalani Pelatihan Intensif
Pemilihan peserta dilakukan bertahap. Setiap kelas mengirim maksimal dua siswa untuk mengikuti seleksi awal. Dari tujuh kelas, terpilih 10 finalis terbaik. Mereka kemudian menjalani pelatihan selama sekitar lima minggu.
Selama proses itu, siswa tidak hanya dilatih untuk tampil di panggung. Mereka juga dibimbing dalam komunikasi, interaksi, dan kemandirian sehari-hari. Pendampingan dilakukan oleh guru dan mahasiswa Asistensi Mengajar UM. Materi disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa agar perkembangan lebih optimal.
Dari proses pelatihan tersebut, ditetapkan lima kategori duta. Yakni Duta Utama, Duta K.I.S (Komunikasi, Interaksi, dan Sosialisasi), Duta Kemandirian, Duta Akhlak Mulia, dan Duta Kreativitas.
“Dari tujuh kelas diseleksi menjadi 10 finalis, lalu selama lima minggu mereka dimentoring sesuai kemampuan,” kata juri Wanda Dwi A.
Orang Tua dan Mentor Saksikan Perubahan Anak
Bagi orang tua, program ini menjadi momen berharga karena dapat melihat langsung perkembangan anak. Yustin, wali murid Muhammad Hilmansyah atau Asya, yang meraih gelar Duta K.I.S, mengaku bangga dengan perkembangan anaknya.
“Tidak mudah mendidik anak dengan kondisi seperti ini. Tapi setiap perkembangan kecil itu sangat berarti,” ujarnya.
Ia menambahkan, Asya terlihat antusias selama pelatihan. Ia menikmati proses belajar yang berbeda dan lebih menyenangkan.
“Dia sangat excited karena cara belajarnya lebih menyenangkan,” tambahnya.
Perwakilan mentor Asistensi Mengajar Universitas Negeri Malang, Andin, juga mengaku terharu melihat semangat para siswa. Ia menilai setiap anak memiliki potensi besar jika diberi ruang yang tepat untuk berkembang.

SLB UM Dorong Kolaborasi dan Ruang Tumbuh Siswa
Kepala SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang, Luthansyah Nur Iswara, menyebut program ini sebagai kegiatan perdana yang dipersiapkan dalam waktu relatif singkat. Meski begitu, hasil pelaksanaannya dinilai cukup baik.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan siswa tidak lepas dari kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Pendampingan di rumah menjadi faktor penting dalam perkembangan anak.
Selain pembelajaran di kelas, SLB UM juga memiliki program outing class untuk mengenalkan siswa pada lingkungan luar dan melatih kemandirian.
Melalui program Duta Sahabat Autis SLB UM, sekolah berharap siswa semakin percaya diri, mandiri, dan mampu mengembangkan kemampuan sosial mereka. Program ini juga menjadi ruang apresiasi bagi siswa berkebutuhan khusus di Jawa Timur serta memperkuat kerja sama antara sekolah, orang tua, dan lingkungan sekitar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Maulida Nurrachmah & Haykal Kamel/Magang
Editor: Mochamad Abdurrochim








