JEMBER, Tugujatim.id – Viralnya video anggota DPRD Jember yang diduga bermain game dan merokok saat rapat pembahasan isu kesehatan menuai reaksi keras dari berbagai pihak.
Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait pun angkat bicara dan menyebut kejadian tersebut harus menjadi momentum evaluasi besar-besaran bagi DPRD hingga OPD terkait etika dalam forum resmi pemerintahan.
Video yang beredar luas di media sosial itu memperlihatkan seorang anggota Komisi D DPRD Jember, Achmad Syahri Assidiqi, tampak memainkan game sambil merokok ketika rapat dengar pendapat berlangsung.
Padahal agenda rapat saat itu membahas persoalan serius, mulai dari penanganan stunting hingga Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Kabupaten Jember.
Aksi tersebut langsung memicu sorotan publik. Banyak pihak menilai perilaku itu tidak mencerminkan sikap seorang wakil rakyat, terlebih rapat membahas persoalan kesehatan masyarakat.
Menanggapi polemik tersebut, Gus Fawait mengaku terkejut melihat budaya merokok di ruang rapat yang menurutnya masih terjadi di lingkungan pemerintahan Jember.
Ia membandingkan pengalaman selama menjadi anggota DPRD Jawa Timur dengan kondisi yang ditemuinya saat ini.
“Saya kaget, saya 10 tahun menjadi anggota DPRD provinsi Jawa Timur, kalau paripurna enggak ada yang merokok,” ungkap Gus Fawait saat ditemui awak media di Pendopo Wahyawibawagraha, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, kebiasaan merokok di ruang rapat bukan hanya dilakukan anggota legislatif, tetapi juga pejabat di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Bukan cuma anggota DPRD lo ya, kepala OPD juga banyak yang merokok,” katanya.
Gus Fawait Minta Aturan Dipertegas
Gus Fawait menilai kejadian viral tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama agar aturan mengenai etika dan tata tertib dalam forum resmi diperjelas dan diterapkan secara tegas.
“Momentum ini sekaligus saya berharap mudah-mudahan nanti aturannya diperjelas,” ujarnya.
Ia menduga selama ini masih ada pihak yang merasa diperbolehkan merokok saat rapat karena aturan yang belum ditegakkan secara maksimal.
Menurutnya, kondisi itu akhirnya dianggap sebagai sesuatu yang lumrah hingga menjadi sorotan setelah videonya viral di media sosial.
“Jangan-jangan yang merokok karena memang diperbolehkan. Cuma pas lagi apes viral aja,” kata Gus Fawait.
Bupati Jember itu menegaskan bahwa seluruh pihak, baik anggota DPRD maupun kepala OPD, seharusnya tidak merokok saat kegiatan resmi berlangsung. Ia menilai tindakan tersebut tidak menghormati peserta lain yang tidak merokok.
“Kalau paripurna para kepala OPD dan semua yang hadir jangan merokok, kasian yang tidak merokok,” ucapnya.
Gus Fawait berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi seluruh pejabat publik di Jember agar lebih mengedepankan etika, profesionalitas, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Sementara itu, Achmad Syahri Assidiqi telah memberikan penjelasan resmi terkait video viral yang menyeret namanya.
Ia telah meminta maaf kepada seluruh masyarakat Jember atas perbuatan yang ia lakukan.
“Saya Achmad Syahri Assidiqi, anggota DPRD Komisi D Kabupaten Jember, dengan rendah hati memohon maaf kepada masyarakat Jember, khususnya kepada ketua Umum Gerindra dan ketua DPP Gerindra atas apa yang telah beredar,” kata Syahri Kamis (14/05/2026).
Atas perbuatannya tersebut, Syahri mengaku telah mendapatkan sanksi tegas dari Partai Gerindra dan juga DPRD Kabupaten Jember.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: M. Imron Fauzi
Editor: Mochamad Abdurrochim








