MALANG, Tugujatim.id – BPBD Kota Malang saat musim kemarau mengimbau masyarakat tetap waspada potensi bencana kebakaran lahan hingga potensi longsor di kawasan DAS Brantas.
Kalaksa BPBD Kota Malang Prayitno mengatakan, cuaca masih fluktuatif meski masuk kemarau. Kondisi pagi hari mendung, siang panas dan sore turun hujan masih kerap terjadi.
Dia mengatakan, memantau perkembangan cuaca bersama jajaran kewilayahan. Informasi prakiraan cuaca juga rutin diperbarui setiap hari untuk menjadi acuan mitigasi masyarakat.
Baca Juga: Jatim Antisipasi Ancaman Bencana Kekeringan dan Banjir
“Sekarang sudah masuk kemarau, tapi pagi masih mendung dan sore hujan. Kami dan pejabat terus mengupdate fakta yang ada. Prediksi cuaca juga setiap hari kami rilis dan diperbarui,” kata Prayitno pada Senin (18/05/2026).
Menurut dia, fenomena El Nino yang terpengaruh kemarau perkiraannya sejak April hingga Oktober 2026. Dia memastikan, potensi bencana sudah mulai diantisipasi sejak dini.
Karena itu, BPBD Kota Malang mulai memetakan wilayah rawan kebakaran lahan. Koordinasi dilakukan bersama dispangtan, terutama pada area perkebunan dan lahan terbuka yang potensi kekeringan.
Kesiapan peralatan diperkuat, dia mengatakan, termasuk pembaruan pompa air di kawasan TPA Supit Urang untuk antisipasi kebakaran saat panas ekstrem.
“Potensi kebakaran mulai kami waspadai. Peta kerawanan dan antisipasi kebakaran lahan sudah kami koordinasikan,” katanya.
Kebutuhan Air Bersih Aman Ditopang PDAM
Untuk ancaman kekeringan, dia menilai Kota Malang relatif lebih aman dibanding sejumlah daerah lain. Kebutuhan air bersih masyarakat dinilai masih dapat ditopang oleh layanan PDAM selama musim kemarau berlangsung.
Meski begitu, dia mengingatkan potensi longsor masih perlu diwaspadai, terutama di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas. Sejumlah titik seperti wilayah Tlogomas hingga Bumiayu disebut mengalami tekanan lingkungan yang melampaui batas DAS ideal.
Kondisi itu dinilai dapat memicu fluktuasi tanah hingga meningkatkan risiko longsor saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
Baca Juga: 27 Infrastruktur Rusak Diterjang Bencana, BPBD Jember Petakan Titik Kritis di 7 Kecamatan
“Waspada longsor, terutama di DAS. Di wilayah Tlogomas sampai Bumiayu itu sudah melampaui batas DAS sehingga fluktuasi bisa terjadi,” jelasnya.
Selain pemerintah, Prayitno menegaskan penanggulangan bencana juga tanggung jawab bersama. Untuk itu, dia mengajak masyarakat ikut aktif mitigasi dan menjaga lingkungan agar risiko bencana dapat ditekan.
Sepanjang 2025, BPBD Kota Malang mencatat sekitar 300 kejadian bencana. Didominasi banjir, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem seperti pohon tumbang dan puting beliung.
“Kalau tren bencana alam tahun ini masih belum kami update,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : M Sholeh
Editor: Dwi Lindawati








