• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
BPBD Jember.

BPBD Jember petakan titik kritis di tujuh kecamatan setelah 27 infrastruktur rusak diterjang banjir. (Foto: Dok. BPBD Jember)

27 Infrastruktur Rusak Diterjang Bencana, BPBD Jember Petakan Titik Kritis di 7 Kecamatan

Dwi Linda by Dwi Linda
4 months ago
in Advertorial
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Rentetan bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Jember sepanjang Januari-Februari 2026 meninggalkan jejak kerusakan yang tidak sedikit.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mencatat tidak kurang dari 27 titik infrastruktur yang rusak dan memerlukan perhatian segera, tersebar di tujuh kecamatan dengan dominasi kerusakan akibat longsor.

You might also like

Gus Fawait.

Sandang Gelar Doktor, Disertasi Gus Fawait Soroti Peran Belanja Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi

13/06/2026 12:15 PM
UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

13/06/2026 7:00 AM

Baca Juga: Jalur Desa di Kalisat Lumpuh Total, BPBD Jember Berjibaku Hancurkan Batuan Besar

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jember Anang Dwi Resdianto menyebutkan bahwa pihaknya telah merampungkan pendataan menyeluruh terhadap seluruh fasilitas terdampak.

“Kami menginventaris semua kerusakan infrastruktur di sisi kebencanaan. Mulai dari retaining wall, jembatan, jalan warga dan sebagainya kita evaluasi kembali,” ujar Anang, Jumat (27/02/2026).

Objek yang didata mencakup beragam jenis infrastruktur, mulai dari dinding penahan tanah, konstruksi jembatan, hingga jalan pemukiman warga. Hasil inventarisasi ini selanjutnya dijadikan acuan untuk menyusun skala prioritas penanganan.

Desa Kemuning Lor Posisi Paling Kritis

Di antara puluhan titik tersebut, Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, menduduki posisi paling kritis. Dinding penahan tanah di lokasi itu mengalami kerusakan parah dan mendesak untuk segera direkonstruksi, mengingat fungsinya yang sangat vital sebagai penopang akses utama warga setempat.

Kondisi serupa juga ditemui di Dusun Sodong, Desa Kemiri, Kecamatan Panti. Jembatan berbahan bambu yang dibangun pada 2019 kini menjadi satu-satunya penghubung bagi sekitar 30 rumah tangga. Kondisi material yang semakin rapuh membuat warga berharap segera ada penggantian dengan konstruksi permanen yang lebih layak.

Tak kalah mengkhawatirkan, bronjong kawat setinggi belasan meter di Dusun Glundengan, Desa Suci, yang baru berdiri sejak 2025, kini berada dalam kondisi rawan. Curah hujan yang terus mengguyur berpotensi memicu kelongsoran yang bisa menghancurkan badan jalan di sekitarnya.

Anang menjelaskan bahwa mayoritas kerusakan dipicu oleh tekanan lateral berlebih pada lereng akibat intensitas hujan yang tinggi, sehingga terjadi pergerakan tanah dan longsor. Dengan kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil, ancaman kerusakan lanjutan masih tetap ada.

Guna mempercepat pemulihan, BPBD Jember tengah menyiapkan proposal desain teknis dan pengajuan anggaran ke pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca Juga: Baru 50 Persen Desa Tangguh Bencana, BPBD Jember Kebut Pembentukan Destana

Sementara itu, penanganan sementara difokuskan pada pemulihan hunian warga yang terdampak langsung, sedangkan perbaikan infrastruktur skala besar akan dilakukan secara bertahap sesuai ketersediaan anggaran daerah.

“Yang sudah kami tangani tentu minimal yang langsung menyentuh masyarakat, terutama pemulihan rumah. Tetapi infrastruktur tetap akan kami dukung karena itu menopang kegiatan masyarakat,” tandasnya.

Sebagai langkah antisipatif, BPBD Jember juga mendorong penguatan kapasitas masyarakat dalam mendeteksi potensi bahaya secara dini, khususnya di kawasan dengan topografi berlereng dan sistem drainase yang belum memadai. (adv)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Bencana di JemberBerita Kabupaten Jember hari iniJemberKabupaten Jember hari iniTitik rawan bencana di Jember
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Gus Fawait.

Sandang Gelar Doktor, Disertasi Gus Fawait Soroti Peran Belanja Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi

by Dwi Linda
13/06/2026 12:15 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait resmi menyelesaikan studi doktoralnya di Program Doktor Ilmu Ekonomi Fakultas...

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

Jember

Oplah Jangkau 12 Ribu Hektare, Jember Genjot Produksi Pangan Lewat Modernisasi Pertanian

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:00 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat sektor pertanian melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah), Irigasi Perpompaan (Irpom), serta modernisasi...

ASN

Pemkab Jember Libatkan 22 Ribu ASN untuk Perkuat Branding Daerah di Ruang Digital

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 5:00 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mulai mengoptimalkan kekuatan komunikasi digital untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih...

Next Post
Jalur Pantura Tuban.

Sopir Diduga Kurang Fokus, Truk Hantam Crane di Jalur Pantura Tuban

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID