• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kedelai Nasional

Karung berisi kedelai di salah satu pusat distribusi bahan pangan. Produksi kedelai nasional tahun 2026 menjadi sorotan DPR RI karena realisasinya masih jauh dari target pemerintah. (Foto : dok. Pexels)

Di Tengah Kenaikan Padi dan Jagung, Produksi Kedelai Nasional Justru Masih Rendah

Mochamad Abdurrochim by Mochamad Abdurrochim
2 months ago
in Nasional, News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, Tugujatim.id – Capaian sektor pertanian nasional belum sepenuhnya memuaskan. Di balik produksi padi dan jagung yang dinilai melampaui target pemerintah, komoditas kedelai nasional justru masih rendah.

Anggota Komisi IV DPR RI, Eko Wahyudi, menilai pencapaian sejumlah strategi komoditas memang menunjukkan hasil yang positif. Produksi padi dan jagung disebut telah melampaui target yang ditetapkan pemerintah. Namun, kondisi berbeda terjadi pada komoditas kedelai.

You might also like

Kejati

Hanya 152 dari 900 Pengaju KUR Merupakan Petani, Kejati Jatim Ungkap Modus Tutupi Kredit Macet Bank Plat Merah di  Jember

09/07/2026 12:30 PM
Muktamar NU

Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35, Pesantren Tambakberas Jombang Sulap Gedung Madrasah Jadi Penginapan

09/07/2026 9:45 AM

Dalam rapat tersebut, Eko menyoroti rendahnya realisasi produksi kedelai yang masih berada jauh di bawah target nasional. Berdasarkan data pencapaian strategi produksi komoditas tahun 2026 per 17 Mei 2026, produksi kedelai baru mencapai sekitar 1,31 persen dari target pemerintah.

Ia mengatakan kondisi itu perlu mendapat perhatian serius karena komoditas termasuk strategi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan industri pangan nasional.

“Pimpinan, kami mencermati, capaian strategi produksi komoditas strategis tahun 2025 menunjukkan adanya kinerja yang belum sepenuhnya merata. Kami mengapresiasi keberhasilan pada beberapa komoditas seperti padi dan jagung yang telah melampaui target,” ujar Eko dalam rapat kerja tersebut.

Kedelai Nasional
Anggota Komisi IV DPR RI, Eko Wahyudi Fraksi Golkar. (Foto : dok. Istimewa)

Meski demikian, politisi Partai Golkar asal Kabupaten Tuban itu meminta Kementerian Pertanian memberikan penjelasan lebih rinci terkait faktor yang menyebabkan rendahnya capaian produksi kedelai.

Baca Juga :  Ancaman Serius Targetkan Swasembada Pangan! Luas Tanam dan Produksi Padi Jember 2025 Merosot

Menurutnya, penjelasan tersebut penting untuk mengetahui kendala yang terjadi, baik dari sisi perencanaan program, pelaksanaan di lapangan, maupun dukungan kebijakan yang telah dijalankan pemerintah.

“Kondisi ini tentu menjadi catatan penting, mengingat kedelai merupakan komoditas strategis yang berkaitan langsung dengan kebutuhan. Oleh karena itu, kami memandang perlunya penjelasan lebih lanjut dari Kementerian terkait faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya capaian tersebut,” katanya.

Selain menyoroti evaluasi program, Eko juga berharap ada langkah perbaikan yang lebih terarah untuk meningkatkan produksi kedelai nasional secara bertahap.

Ia menilai upaya peningkatan produksi perlu dilakukan agar ketergantungan terhadap impor kedelai dapat dikurangi.

“Ke depan, kami berharap Kementerian dapat menyusun langkah-langkah perbaikan yang lebih terarah dan terukur, sehingga kinerja produksi kedelai dapat ditingkatkan dan ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi secara bertahap,” tegasnya.

Rapat kerja tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI terhadap pelaksanaan program pemerintah di sektor pertanian, termasuk berbagai kebijakan yang berkaitan dengan ketahanan pangan nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di  Google News Tugujatim.id

 

Editor: Mochamad Abdurrochim

Tags: Anggota Komisi IV DPR RIBerita Kabupaten Tuban hari iniberita Tubanberita Tuban hari iniKabupaten TubanKementerian Pertanian RIPartai GolkarProduksi Kedelai NasionalTubanTuban hari ini
Mochamad Abdurrochim

Mochamad Abdurrochim

Related Stories

Kejati

Hanya 152 dari 900 Pengaju KUR Merupakan Petani, Kejati Jatim Ungkap Modus Tutupi Kredit Macet Bank Plat Merah di  Jember

by Mochamad Abdurrochim
09/07/2026 12:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mengungkap hanya 152 orang dari sekitar 900 penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR)...

Muktamar NU

Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35, Pesantren Tambakberas Jombang Sulap Gedung Madrasah Jadi Penginapan

by Mochamad Abdurrochim
09/07/2026 9:45 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35 pada 27 sampai 31 Agustus 2026, Pondok Pesantren Bahrul Ulum...

Jawa Timur

Kontras Suhu Ekstrem dan Variasi Cuaca Jawa Timur 9 Juli 2026, dari Dingin Berkabut hingga Panas Menyengat

by Mochamad Abdurrochim
09/07/2026 8:48 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Kamis (09/07/2026) bergerak dalam spektrum yang cukup tajam, dari hawa dingin berkabut di...

Bojonegoro

Dijanjikan Rp1,4 Juta per Bulan, Pengelola Kopdes Merah Putih Bojonegoro Kecewa Terima Upah Minim

by Mochamad Abdurrochim
08/07/2026 5:15 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digadang-gadang menjadi penggerak ekonomi desa kini menuai sorotan. Sejumlah gerai...

Next Post
Cuaca di Jatim.

Awas Peralihan Cuaca di Jatim: Kabut, Asap, dan Hujan Ringan Mengancam Aktivitas 20 Mei 2026

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID