JAKARTA, Tugujatim.id – Capaian sektor pertanian nasional belum sepenuhnya memuaskan. Di balik produksi padi dan jagung yang dinilai melampaui target pemerintah, komoditas kedelai nasional justru masih rendah.
Anggota Komisi IV DPR RI, Eko Wahyudi, menilai pencapaian sejumlah strategi komoditas memang menunjukkan hasil yang positif. Produksi padi dan jagung disebut telah melampaui target yang ditetapkan pemerintah. Namun, kondisi berbeda terjadi pada komoditas kedelai.
Dalam rapat tersebut, Eko menyoroti rendahnya realisasi produksi kedelai yang masih berada jauh di bawah target nasional. Berdasarkan data pencapaian strategi produksi komoditas tahun 2026 per 17 Mei 2026, produksi kedelai baru mencapai sekitar 1,31 persen dari target pemerintah.
Ia mengatakan kondisi itu perlu mendapat perhatian serius karena komoditas termasuk strategi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan industri pangan nasional.
“Pimpinan, kami mencermati, capaian strategi produksi komoditas strategis tahun 2025 menunjukkan adanya kinerja yang belum sepenuhnya merata. Kami mengapresiasi keberhasilan pada beberapa komoditas seperti padi dan jagung yang telah melampaui target,” ujar Eko dalam rapat kerja tersebut.

Meski demikian, politisi Partai Golkar asal Kabupaten Tuban itu meminta Kementerian Pertanian memberikan penjelasan lebih rinci terkait faktor yang menyebabkan rendahnya capaian produksi kedelai.
Baca Juga : Ancaman Serius Targetkan Swasembada Pangan! Luas Tanam dan Produksi Padi Jember 2025 Merosot
Menurutnya, penjelasan tersebut penting untuk mengetahui kendala yang terjadi, baik dari sisi perencanaan program, pelaksanaan di lapangan, maupun dukungan kebijakan yang telah dijalankan pemerintah.
“Kondisi ini tentu menjadi catatan penting, mengingat kedelai merupakan komoditas strategis yang berkaitan langsung dengan kebutuhan. Oleh karena itu, kami memandang perlunya penjelasan lebih lanjut dari Kementerian terkait faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya capaian tersebut,” katanya.
Selain menyoroti evaluasi program, Eko juga berharap ada langkah perbaikan yang lebih terarah untuk meningkatkan produksi kedelai nasional secara bertahap.
Ia menilai upaya peningkatan produksi perlu dilakukan agar ketergantungan terhadap impor kedelai dapat dikurangi.
“Ke depan, kami berharap Kementerian dapat menyusun langkah-langkah perbaikan yang lebih terarah dan terukur, sehingga kinerja produksi kedelai dapat ditingkatkan dan ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi secara bertahap,” tegasnya.
Rapat kerja tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI terhadap pelaksanaan program pemerintah di sektor pertanian, termasuk berbagai kebijakan yang berkaitan dengan ketahanan pangan nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Mochamad Abdurrochim








