• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi seseorang yang sedang menempuh pendidikan. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)

Ilustrasi seseorang yang sedang menempuh pendidikan. (Foto: Pexels)

Versi PISA, Apa Pendidikan di Indonesia sesuai Standar Dunia?

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Pendidikan di suatu negara menggambarkan bagaimana sumber daya manusia (SDM) di dalamnya. Lewat tes Programme for International Student Assessment (PISA) yang diadakan 3 tahun sekali menunjukkan bahwa pendidikan di Indonesia menduduki peringkat puluhan dari bawah atau urutan 70-an dari total 78 negara. Sebuah hasil yang menggambarkan kondisi pendidikan yang menyedihkan.

Tes ini mencakup 3 hal dalam pendidikan, yaitu membaca, matematika, dan sains. PISA kali terakhir dilakukan pada 2018 oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) dengan mengirimkan 3 perwakilan. Tujuannya untuk memperbaiki sistem pendidikan yang ada. Hal ini bermula saat negara-negara dulu telah menyadari pentingnya evaluasi pendidikan.

You might also like

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

13/06/2026 2:25 PM
UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

13/06/2026 7:00 AM

Namun, saat itu OECD memiliki pandangan yang berbeda tentang evaluasi ini. Hingga PISA diadakan bukan hanya untuk mengetahui pendidikan melalui hal-hal yang dapat dihafal oleh siswa. Lebih dari itu, mereka ingin siswa dapat menguasai hal yang fundamental serta bagaimama mereka menghadapi kehidupan. Karena disadari atau tidak, dengan menghafal saja tidaklah cukup. Karena itu, ada aspek yang harus ditekankan kepada siswa. Simak ya!

Tiga Tantangan Para Siswa soal Pendidikan:

1. Ketika pekerjaan sudah berubah dengan munculnya robot, apakah siswa-siswi dapat menghadapi tantangan di masa depan?

2. Apakah siswa-siswa tetap dapat melakukan analisis dan penalaran logika yang baik setelah menyelesaikan sekolah nantinya?

3. Bisakah nanti siswa-siswa terus memiliki minat untuk belajar setelah lulus sekolah?

Tiga pertanyaan ini telah diukur dalam 3 aspek yang disebutkan di atas, reading untuk belajar, matematika untuk menganalisis, serta scientific literacy untuk memproses hal baru.

Di laman YouTube satu persen ini dijelaskan bahwa efek terbesar yang dihasilkan adalah banyaknya pengangguran setelah kuliah. Sebab, skill yang dimiliki tidak dibutuhkan oleh industri maupun perusahaan yang ada. Sekolah juga tidak mengajarkan skill yang nantinya dibutuhkan oleh para siswa. Karena itu, pentingnya revolusi pendidikan demi menunjang siswa dengan teknologi di abad 21.

Dapat disimpulkan, suatu negara yang memiliki nilai PISA rendah setelah lulus dari pendidikan formal tidak membantu kesiapannya dalam menghadapi hidup serta tantangan ke depannya.

Tags: Pendidikan di IndonesiaPeringkat pendidikanProgramme for International Student AssessmentsiswaStandar pendidikan
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

by Dwi Linda
13/06/2026 2:25 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Pembangunan proyek strategis nasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Kauman, Kota Blitar, kini mencapai progres fisik lebih...

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

UNEJ

Mahasiswa UNEJ Sulap Limbah Kulit Kopi Jadi Snack Bar Kaya Antioksidan

by Mochamad Abdurrochim
10/06/2026 10:30 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pangan (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UNEJ berhasil mengembangkan ChocoCara Bar. Chococara...

Siswa di Kota Blitar.

15 Ribu Siswa di Kota Blitar Tak Dapat MBG Imbas Transfer BGN Macet, 8 SPPG Stop Beroperasi

by Dwi Linda
09/06/2026 9:03 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Sebanyak 15.000 hingga 16.000 siswa di Kota Blitar sementara waktu tidak menerima pasokan Program Makan Bergizi Gratis...

Next Post
Salah satu narapidana tampak meringis saat divaksin oleh vaksinator Kodim 0811 Tuban pada Jumat (10/09/2021). (Foto: Humas Lapas Kelas IIB Tuban/Tugu Jatim)

Kodim 0811-Dinkes Memvaksin 350 Warga Binaan Lapas Kelas IIB Tuban

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID