• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kota Surabaya

Kota Surabaya Gelar Acara Ruwatan Dimulai Dengan Kirab Mengelilingi Area Tugu Pahlawan (foto: Devi Ismayanti (Magang)/ Tugu jatim)

Kota Surabaya Gelar Acara Ruwatan di Tugu Pahlawan, Ribuan Warga Berebut Berkah

Mochamad Abdurrochim by Mochamad Abdurrochim
2 months ago
in Culture, News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Kawasan Tugu Pahlawan berubah penuh nuansa sakral saat Surabaya gelar acara ruwatan dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya 2026, Jumat malam (23/05/2026). Ribuan warga memadati area monumen sejak sore untuk menyaksikan prosesi budaya Jawa yang diyakini membawa doa keselamatan dan keberkahan bagi Kota Pahlawan.

Suasana khidmat langsung terasa ketika alunan gamelan dan musik campursari menggema di pelataran Tugu Pahlawan mulai pukul 18.00 WIB. Warga duduk memenuhi area lapangan sambil menikmati pertunjukan pembuka dan mengabadikan momen menggunakan telepon genggam mereka.

You might also like

Jawa Timur

Kabut Tebal dan Udara Kabur Kepung Jawa Timur, Kontras Cuaca Cerah di Madura Picu Sorotan

14/07/2026 8:30 AM
Lumpur Lapindo.

Komisi VII DPR RI Tinjau Luapan Lumpur Lapindo Sidoarjo, Minta Tanggul Segera Diperkuat Lindungi Jalur Nasional

13/07/2026 9:25 PM

Tak hanya warga lokal, sejumlah wisatawan dari luar kota hingga mancanegara juga terlihat ikut menyaksikan tradisi budaya yang jarang digelar dalam skala besar tersebut. Prosesi ruwatan malam itu menjadi salah satu magnet perayaan Hari Jadi Kota Surabaya tahun ini.

Setelah pertunjukan campursari, prosesi kirab budaya mulai dilakukan. Barisan peserta dari berbagai paguyuban Kejawen di Surabaya berjalan mengelilingi kawasan monumen sambil membawa gunungan hasil bumi berupa buah, sayur, hingga makanan tradisional yang disusun menjulang tinggi.

Gunungan tersebut dijunjung bersama-sama sebagai simbol rasa syukur sekaligus doa keselamatan untuk masyarakat Surabaya. Nuansa semakin sakral ketika peserta kirab dengan pakaian adat Jawa serba hitam memasuki area utama Tugu Pahlawan sambil tetap membawa sajian di atas kepala mereka.

Sorak kagum pengunjung pecah saat iring-iringan memasuki pelataran monumen. Banyak warga mengaku baru pertama kali melihat prosesi ruwatan secara langsung.

Salah satunya Dina, pengunjung asal Semarang yang sengaja datang karena penasaran dengan tradisi tersebut.

“Jarang sekali bisa melihat prosesi budaya seperti ini secara langsung. Kebetulan saya lagi di Kota Surabaya dan pas banget ada acara ini jadi sekalian nonton karena pengen tahu,” ujarnya.

Baca Juga : 10 Daftar Event di Kota Surabaya Spesial Bulan Mei 2026, Simak Jadwalnya!

Gunungan Hasil Bumi dan Wayang Anak Warnai Tradisi Budaya Kota Surabaya

Hal serupa disampaikan William yang datang bersama rekan kampusnya untuk mengerjakan tugas akhir semester sekaligus mempelajari tradisi ruwatan lebih dekat.

“Selain buat ngerjain tugas, kita datang ke sini juga pengen tahu sebenarnya ruwatan itu apa, rangkaiannya seperti apa, dan apa saja yang dilakukan,” ungkap William.

Kota Surabaya
Hasil Bumi Dijunjung Sebagai Bentuk Rasa Syukur dan Kedekatan Bersama Tuhan (foto: Devi Ismayanti (Magang)/ Tugu jatim)

Ia menilai kegiatan budaya seperti ini perlu terus dilestarikan karena tradisi sakral khas Jawa mulai jarang ditemukan di Kota Surabaya.

Dalam prosesi tersebut, panitia juga menjelaskan makna ruwatan kepada masyarakat. Tradisi Jawa ini dipercaya sebagai bentuk doa untuk membersihkan diri dari hal-hal buruk sekaligus memohon keselamatan dan keberkahan.

Ketua Puanhayati, Rahmawati, mengatakan ruwatan bukan sekadar ritual seremonial, melainkan bentuk penghormatan kepada leluhur dan permohonan kepada Tuhan agar Kota Surabaya dijauhkan dari marabahaya.

“Ruwatan itu tentang permohonan kepada Gusti. Kita hidup di tanah Jawa, jadi ini bentuk spiritual dan rasa terima kasih kepada leluhur,” jelasnya.

Menurut Rahmawati, gunungan hasil bumi yang dibawa saat kirab juga memiliki makna khusus. Bentuknya yang mengerucut ke atas melambangkan harapan manusia agar semakin dekat dengan Tuhan.

Ia menambahkan, masyarakat yang mengambil hasil bumi usai prosesi dipercaya sedang mengambil berkah, rezeki, dan keberuntungan.

Kota Surabaya
Kehadiran pagelaran wayang oleh anak-anak termasuk dalam rangkaian acara ruwatan (foto: Devi Ismayanti (Magang)/ Tugu jatim)

“Karena sebelumnya hasil bumi itu sudah didoakan dan dibawa keliling terlebih dahulu,” lanjutnya.

Selain kirab budaya, acara ruwatan juga dimeriahkan dengan pertunjukan tari Remo hingga wayang kulit yang seluruh pemainnya merupakan anak-anak. Keterlibatan generasi muda itu menjadi simbol upaya pelestarian budaya tradisional agar tetap hidup di tengah modernisasi Kota Surabaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer : Devi Ismayanti/Magang

Editor: Mochamad Abdurrochim

Tags: Berita Kota Surabaya hari iniberita Surabayaberita Surabaya hari iniHari Jadi Kota Surabaya 2026Kota SurabayaKota Surabaya hari iniSurabayatradisi ruwatan
Mochamad Abdurrochim

Mochamad Abdurrochim

Related Stories

Jawa Timur

Kabut Tebal dan Udara Kabur Kepung Jawa Timur, Kontras Cuaca Cerah di Madura Picu Sorotan

by Mochamad Abdurrochim
14/07/2026 8:30 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Selasa (14/07/2026) menunjukkan dominasi kabut dan udara kabur di banyak wilayah, terutama kawasan...

Lumpur Lapindo.

Komisi VII DPR RI Tinjau Luapan Lumpur Lapindo Sidoarjo, Minta Tanggul Segera Diperkuat Lindungi Jalur Nasional

by Dwi Linda
13/07/2026 9:25 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono meninjau lokasi luberan lumpur di kawasan Pusat Pengendalian Lumpur...

Bazar Blitar Djadoel.

6 Ton Gunungan Limbah Sampah Jadi “Oleh-Oleh” Bazar Blitar Djadoel, 40 Dropbox Diabaikan

by Dwi Linda
13/07/2026 8:00 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Penyelenggaraan Bazar Blitar Djadoel 2026 menyisakan persoalan lingkungan yang serius. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar mencatat,...

Blitar

Pengunjung Blitar Djadoel Ngeluh Kena ‘Getok’ Tarif Parkir Rp5 Ribu, Ini Respons Wali Kota

by Mochamad Abdurrochim
13/07/2026 2:00 PM
0

KOTA BLITAR, Tugujatim.id - Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar untuk memberantas praktik parkir liar dan tarif ugal-ugalan sepanjang gelaran Bazar...

Next Post
MBG

Buntut Keracunan Massal dan Kebakaran, Dua Dapur MBG Jember Terancam Ditutup

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID