JEMBER, Tugujatim.id – Rentetan persoalan yang menerpa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jember akhirnya memicu langkah tegas dari pemerintah daerah.
Setelah muncul kasus dugaan keracunan massal dan insiden kebakaran di dapur MBG, Pemerintah Kabupaten Jember merekomendasikan penghentian operasional dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kepada Badan Gizi Nasional (BGN).
Dua dapur yang masuk rekomendasi penghentian tersebut yakni SPPG Al Mubarok Kaliwates dan SPPG Sumbersari 2. Surat resmi rekomendasi telah dikirim pada 22 Mei 2026 menyusul hasil evaluasi lapangan yang dilakukan tim Satgas MBG.
Pj Sekretaris Daerah Jember sekaligus Ketua Satgas MBG, Achmad Imam Fauzi mengatakan, langkah itu diambil setelah ditemukan sejumlah catatan serius terkait standar kebersihan, pengelolaan makanan, hingga keamanan kerja di lokasi dapur MBG.
Selain hasil inspeksi, pemerintah daerah juga menerima sejumlah aduan masyarakat melalui kanal pengaduan publik “Wadul Guse”.

SPPG Al Mubarok Kaliwates menjadi perhatian setelah muncul dugaan keracunan makanan yang menimpa 18 siswa PAUD dan TK di wilayah Kecamatan Kaliwates. Para siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi menu MBG.
Dalam inspeksi lapangan, Satgas menemukan beberapa persoalan teknis, termasuk penempatan tabung gas di ruang tertutup yang dinilai memiliki risiko keselamatan.
“Faktanya ada korban. Itu menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Keselamatan penerima manfaat program harus menjadi prioritas utama,” ujar Fauzi sapaan akrabnya, Sabtu (23/05/2026).
Keracunan Massal dan Kebakaran Dapur MBG Jadi Sorotan
Pihak SPPG Al-Mubarok sebelumnya juga telah menyampaikan permintaan maaf terkait dugaan keracunan yang terjadi. Penanggung jawab SPPG Al-Mubarok Kaliwates, Ahmad Farid Anam, mengaku langsung bergerak setelah menerima laporan siswa mengalami mual dan muntah.
“Ada yang kami kirim ke RS Kaliwates dan ada juga ke Puskesmas Jember Kidul. Alhamdulillah yang di Puskesmas rawat jalan dan kondisi di rumah sakit juga sudah membaik,” katanya kepada awak media.
Farid sapaan akrbanya menjelaskan makanan mulai didistribusikan sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu terdapat dua jenis menu yang dibagikan kepada siswa.
“Yang terdampak ini porsi kecil. Kalau porsi besar alhamdulillah aman,” ujarnya.
Di sisi lain, Mitra pengelola SPPG Sumbersari 2 Jember, Ahmad, memberikan konfirmasi bahwa kebakaran dapur MBG disebabkan oleh keran gas portable yang dalam kondisi terbuka lalu tersulut api.
“Jadi itu bukan karena pipa gasnya. Kemarin mungkin kesimpulan pihak Damkar pipanya rusak, tapi ternyata bukan seperti itu. Kami menggunakan portable, bukan sentral,” ujarnya.
Ahmad menjelaskan, setelah sumber api diketahui, petugas langsung menutup keran. Sehingga situasi dapat dikendalikan. Ia memastikan instalasi jaringan gas utama tetap dalam kondisi aman dan tidak mengalami kerusakan. Bahkan, sebagian besar fasilitas dapur masih bisa digunakan kembali.
“Alhamdulillah alatnya enggak ada yang rusak. Cuma karena bekas asap kebakaran perlu dicat kembali. Terus ada ethernet yang terkena saat pemadaman, itu juga sudah kami ganti,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, pengelola mengaku telah menutup permanen keran gas yang sebelumnya digunakan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Sudah dipermanen. Karena memang tidak pakai sistem sentral,” imbuhnya.
Akibat insiden tersebut, operasional dapur MBG sempat dihentikan sementara selama dua hari dan berdampak pada distribusi makanan bagi ribuan siswa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : M. Imron Fauzi
Editor: Mochamad Abdurrochim








