SURABAYA, Tugujatim.id – Rumah Tua Surabaya membuktikan kalau hidden gem di Kota Pahlawan nggak melulu soal tempat makan atau spot foto estetik. Tersembunyi di balik gang permukiman, berdiri sebuah rumah berusia lebih dari 100 tahun yang masih mempertahankan nuansa asli era 1900-an.
Menariknya, bangunan bersejarah ini kini disulap menjadi tempat ngopi dan membaca tanpa menghilangkan identitasnya sebagai saksi perjalanan Surabaya. Kalau biasanya bangunan tua identik dengan museum, Omah Tua Coffee and Library justru menghadirkan pengalaman berbeda lewat perpaduan sejarah, suasana klasik, serta coffee shop yang membuat pengunjung betah berlama-lama.
Jejak Sejarah yang Bertahan Lebih dari Satu Abad
Tak banyak yang tahu bahwa Rumah Tua Surabaya ini sudah berdiri sejak 1907. Artinya, pada tahun 2026 bangunan ini telah berusia sekitar 119 tahun. Rumah tersebut didirikan oleh H. Soemargana dan masih mempertahankan banyak bagian asli yang menjadi ciri khas bangunan pada masanya.
Perjalanan rumah ini juga menyimpan kisah yang menarik. Memasuki era 1930-an, bangunan tersebut sempat difungsikan sebagai tempat produksi sepatu. Hasil produksinya bahkan dikenal sebagai langganan masyarakat Belanda yang tinggal di Surabaya kala itu.
Tak berhenti sampai di situ, rumah ini juga memiliki nilai historis yang kuat pada masa Revolusi Kemerdekaan Indonesia. Bangunan tersebut pernah dimanfaatkan sebagai markas para pemuda Surabaya. Karena memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah, banyak bagian rumah tetap dipertahankan sehingga generasi sekarang masih bisa melihat jejak masa lalu secara langsung.

Hidden Gem di Balik Gang Kampung
Kalau berencana datang, jangan heran kalau perjalanan menuju Rumah Tua Surabaya terasa sedikit berbeda. Lokasinya memang tersembunyi di tengah kawasan permukiman warga sehingga menghadirkan pengalaman yang cukup unik.
Alamatnya berada di Jl. Maspati V No. 31, Bubutan, Surabaya. Pengunjung perlu memasuki gang kecil sebelum akhirnya menemukan bangunan bersejarah tersebut. Bagi yang datang menggunakan sepeda motor, pengelola juga menyarankan untuk menuntun kendaraan ketika melewati gang agar tetap nyaman bagi warga sekitar.
Meski tersembunyi, akses menuju lokasi sebenarnya cukup mudah. Rumah tua ini berada tidak jauh dari Stasiun Pasar Turi, sehingga bisa menjadi destinasi singgah bagi penumpang kereta yang memiliki waktu luang sebelum melanjutkan perjalanan.
Serasa Main ke Rumah Nenek Zaman Dulu
Begitu memasuki area rumah, suasana langsung berubah. Kesan modern Kota Surabaya seakan hilang berganti dengan nuansa rumah tempo dulu yang hangat dan penuh cerita.
Interiornya dipenuhi furnitur kayu klasik, jendela besar, lantai lawas, hingga berbagai dekorasi yang tetap mempertahankan gaya bangunan awal tahun 1900-an. Hampir setiap sudut terlihat autentik tanpa banyak perubahan, membuat pengunjung seperti sedang berkunjung ke rumah nenek yang penuh kenangan.
Tak hanya bangunannya yang menarik perhatian, atmosfer tenang yang sulit ditemukan di tempat lain juga menjadi daya tarik tersendiri. Cahaya lampu yang hangat berpadu dengan desain klasik menjadikan setiap sudut terasa estetik sekaligus nyaman dipandang.
Tak heran jika banyak orang sengaja datang untuk menikmati suasana, mengabadikan momen lewat kamera, atau sekadar duduk santai sambil menikmati waktu tanpa terburu-buru.
Nongkrong, Ngopi, Sekalian Baca Buku
Salah satu hal yang membuat Rumah Tua Surabaya berbeda dari bangunan bersejarah lainnya adalah konsep yang diusung. Tempat ini tidak hanya mempertahankan nilai sejarah, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dengan pengunjung melalui konsep coffee shop dan library.
Rak-rak buku tertata rapi di beberapa sudut ruangan. Koleksi bacaan tersebut bisa menjadi teman bersantai bagi pengunjung yang gemar membaca atau ingin menikmati suasana tenang jauh dari keramaian kota.
Sementara itu, pilihan menu yang tersedia juga cukup beragam. Meski bangunannya mengusung konsep klasik, makanan dan minuman yang disajikan mengikuti selera masa kini. Perpaduan suasana lawas dengan menu modern inilah yang membuat pengalaman berkunjung terasa semakin menarik.
Tempat ini cocok dijadikan lokasi quality time bersama teman, pasangan, maupun keluarga. Bahkan bagi yang bekerja secara remote atau mencari inspirasi, suasana tenang di dalam rumah bisa menjadi nilai tambah tersendiri.
Catat Jam Operasional Sebelum Berkunjung
Agar kunjungan berjalan lancar, jangan lupa memperhatikan jam operasionalnya. Omah Tua Coffee and Library buka mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB dan tutup setiap hari Jumat.
Karena lokasinya berada di kawasan permukiman, pengunjung juga diharapkan menjaga ketenangan serta menghormati aktivitas warga sekitar selama berada di area tersebut.
Rumah Tua Surabaya menjadi salah satu destinasi yang layak masuk daftar kunjungan jika ingin melihat sisi lain Kota Pahlawan. Bukan hanya menyimpan sejarah lebih dari satu abad, tempat ini juga menawarkan suasana yang hangat, tenang, dan penuh cerita. Kalau sedang berada di Surabaya, terutama setelah turun di Stasiun Pasar Turi, sempatkan mampir dan rasakan sendiri bagaimana bangunan berusia 119 tahun ini masih mampu menghadirkan pesona yang tak lekang oleh waktu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Nabila Eka S/Magang
Editor: Mochamad Abdurrochim








