JEMBER, Tugujatim.id – Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Jember memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Petugas medik dan paramedik veteriner diterjunkan ke 31 kecamatan untuk memastikan hewan kurban yang dijual dalam kondisi sehat dan layak.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan DKPP Jember drh Henry Kurniawan mengatakan, pengawasan dilakukan mulai dari tingkat peternak hingga lapak pedagang hewan kurban musiman.
Baca Juga: Pedagang Hewan Kurban Jember: Sertifikat Kesehatan Bikin Pembeli Tak Lagi Ragu
“Kami mengedepankan prinsip transparansi dan keamanan pangan. Petugas medik dan paramedik veteriner sudah kami sebar ke 31 kecamatan untuk melakukan skrining klinis secara ketat,” ujar drh Henry Kurniawan, Senin (25/05/2026).
Menurutnya, pemeriksaan dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit hewan menular sekaligus memastikan hewan kurban memenuhi syarat kesehatan dan syariat Islam.
DKPP Jember Waspadai PMK dan LSD
Dalam pemeriksaan lapangan, petugas memprioritaskan pengecekan fisik hewan ternak. Beberapa indikator utama yang diperhatikan di antaranya kondisi kaki hewan tidak pincang, mata terlihat jernih, hidung lembab, serta bulu tidak kusam.
Selain itu, DKPP Jember juga meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit hewan seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) serta lumpy skin disease (LSD).
“Gejala klinis penyakit seperti PMK dan LSD menjadi perhatian utama dalam pemeriksaan,” jelasnya.
Petugas juga memverifikasi usia hewan kurban untuk memastikan ternak telah cukup umur sesuai ketentuan syariat, yakni ditandai tumbuhnya sepasang gigi tetap. Tak hanya soal kesehatan hewan, drh Henry menilai pengawasan ini juga berdampak langsung terhadap kepercayaan pasar ternak di Jember.
Menurut dia, jaminan kesehatan hewan melalui pemeriksaan dan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dapat meningkatkan rasa aman pembeli, termasuk dari luar daerah.
Baca Juga: Waspadai PMK di Jember, Dokter Hewan Bagikan Tips Cara Memilih Hewan Kurban yang Sehat
“Kalau kesehatan hewan terjamin, pedagang maupun pembeli tentu lebih percaya untuk melakukan transaksi,” katanya.
Dia menyebut sektor peternakan rakyat turut merasakan dampak positif dari meningkatnya aktivitas jual beli hewan kurban menjelang Iduladha.
“Perputaran ekonomi di tingkat peternak menjadi lebih cepat dan itu membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” pungkasnya. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








