BOJONEGORO, Tugujatim.id – Momentum Hari Raya Iduladha membawa berkah tersendiri bagi sejumlah warga di Kabupaten Bojonegoro. Tidak hanya pedagang hewan kurban yang merasakan peningkatan pendapatan, sejumlah warga mendadak membuka jasa jagal hingga jasa las kaki kambing dan sapi demi memenuhi kebutuhan masyarakat saat perayaan kurban berlangsung.
Sejak selesai pelaksanaan salat Iduladha, suasana di berbagai desa dan lingkungan permukiman di Bojonegoro langsung berubah ramai. Warga bergotong royong melakukan penyembelihan hewan kurban, mulai dari kambing hingga sapi. Di tengah aktivitas itu, muncul peluang ekonomi musiman yang dimanfaatkan masyarakat untuk menambah penghasilan.
Banyak warga yang sehari-hari bekerja sebagai petani, buruh harian, hingga pedagang kecil, sementara waktu beralih profesi menjadi tukang jagal dadakan. Tingginya permintaan jasa penyembelihan dan pemotongan hewan membuat jasa tersebut sangat dibutuhkan, terutama di lokasi pemotongan kurban yang minim tenaga ahli.
Jadi Tukang Jagal Dadakan Setiap Tahunnya
Salah satunya dialami Parsi, warga Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro. Pria yang sehari-hari berjualan keripik dan bertani tersebut mengaku, sudah sekitar tujuh tahun menjadi jagal hewan kurban setiap Iduladha tiba. Menurutnya, momen kurban selalu menjadi kesempatan tambahan penghasilan yang cukup menjanjikan.
“Kalau Iduladha begini ramai sekali. Saya biasanya kerja jualan dan di sawah. Tapi tiap tahun ikut bantu jagal kambing. Sudah tiga hari ini ada empat tempat,”ungkap Parsi.
Dalam sekali pekerjaan di satu lokasi pemotongan, Parsi mengaku bisa memperoleh bayaran hingga Rp450 ribu. Nominal tersebut tergantung jumlah hewan yang dipotong dan tingkat kesulitan proses penyembelihan hingga pencacahan daging.
Menurutnya, tenaga jagal sangat dibutuhkan karena tidak semua warga memiliki kemampuan menyembelih hewan kurban sesuai syariat Islam, sekaligus mampu memotong daging dengan cepat. Karena itu, banyak panitia kurban memilih menggunakan jasa warga yang sudah berpengalaman.
“Kalau banyak kambing atau sapi ya bisa sampai siang bahkan sore. Biasanya mulai habis salat Id sampai selesai pembagian daging,” ujarnya.
Jasa Las Kaki dan Kepala Hewan Kurban Banjir Untung
Tak hanya jasa jagal, jasa las kaki kambing dan sapi juga ramai dicari masyarakat saat Iduladha. Setelah proses penyembelihan selesai, bagian kaki kambing maupun sapi biasanya dibersihkan dengan cara dibakar menggunakan alat las agar bulu dan sisa kotoran mudah hilang sebelum diolah menjadi makanan.
Di sejumlah titik pemotongan hewan kurban, warga tampak antre membawa kaki kambing dan sapi untuk dibersihkan. Proses pembakaran menggunakan alat las dinilai lebih praktis dan cepat dibandingkan menggunakan kayu bakar tradisional.
Salah satunya, Nunung, warga Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro yang membuka jasa las kaki kambing musiman, ia mengaku setiap Iduladha selalu kebanjiran pelanggan. Dalam sehari, ia bisa melayani 50 kaki kambing maupun sapi milik warga sekitar.
“Daripada pakai kayu bakar lama, pakai las lebih cepat dan bersih. Cuma prosesnya memang lama buat bersihkan bulu hewan,” sambung Nunung.
Tarif jasa las kaki kambing dan sapi pun bervariasi, mulai dari Rp10.000 hingga Rp20 ribu untuk kaki sapi/kambing, juga Rp25.000 hingga Rp80 ribu untuk kepala kambing dan sapi. Meski terlihat sederhana, jasa tersebut cukup membantu masyarakat yang ingin mengolah bagian kaki menjadi berbagai menu masakan seperti gulai, tengkleng, maupun sop kaki kambing.
Fenomena jasa dadakan saat Iduladha ini menjadi pemandangan khas di Bojonegoro setiap tahun. “Selain membantu kelancaran proses pengolahan hewan kurban, juga menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat,” bebernya.
Momentum Iduladha pun tidak hanya menghadirkan suasana ibadah dan kebersamaan. Tetapi juga menggerakkan ekonomi warga melalui berbagai pekerjaan musiman yang muncul selama perayaan kurban berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Lizza Arnofia Choirunisa
Editor: Mochamad Abdurrochim








