PASURUAN, Tugujatim.id– Kasus bully kembali menjadi sorotan setelah seorang pelajar MTs di Kabupaten Pasuruan diduga menusuk teman sekolahnya sepulang kegiatan belajar mengajar. Polisi menduga aksi kekerasan itu dipicu karena pelaku kerap menjadi korban perundungan di lingkungan sekolah.
Insiden dugaan penganiayaan tersebut terjadi di jalan Dusun Sengkan, Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Korban merupakan DM (14), asal Kecamatan Sukorejo. Korban mengalami luka tusuk pada bagian tubuhnya dan seketika mendspat pertolongan warga untuk dibawa ke tumah sakit terdekat.
Sementara pelaku berinisial ASF (14), merupakan teman satu sekolah korban di MTs Ma’arif Sukorejo.
Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno mengungkapkan bahwa awal mulanya pelaku diduga sering dibully oleh korban.
“Awal mula kejadian pelaku dan korban sama-sama pelajar MTs di Sukorejo. Menurut informasi pelaku sering dibully oleh korban,” pada Jumat (29/05/2026).
Berdasarkan laporan pihak kepolisian, insiden bermula setelah jam pulang sekolah. Pelaku diduga sedang mencegat korban di luar pagar sekolah. Ketika bertemu korban, pelaku diduga seketika menyerang korban memakai senjata tajam jenis pisau.
Baca Juga : Merdeka dari Perundungan! Ning Ghyta dan Ratusan Pelajar Deklarasikan ‘Jember Zero Bullying’
“Setelah pulang sekolah, di luar pintu pagar sekolah diduga pelaku secara tiba-tiba melakukan penyerangsn terhadap korban dengan menusuk badan korban memakai pisau,” ungkapnya.
Akibatnya korban mengalami luka tusuk di sejumlah titik dan sempat mendapat penanganan di Puskesmas Sukorejo, akan tetapi karena kondisinya cukup parah korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Prima Husada Sukorejo.
Pihak kepolisian juga telah mengamankan pelaku beserta barang bukti sebuah pisau yang diduga dipakai pelaku sebagai barang bukti.
Dikarenakan melibatkan anak di bawah umur, perkara ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pasuruan sejalan dengan peraturan perundang-undangan sesuai ketentuan pengadilan anak.
Selain melaksanakan pemeriksaan kepada pelaku dan saksi- saksi, penyidik juga masih mendalami dugaan perundungan yang diduga menjadi pemicu terjadinya penyerangan.
Kasus ini juga menjadi perhatian serius aparat kepolisian dan sekaligus alarm pengingat lembaga pendidikan untuk memperkuat pencehan perundungan di lingkungan sekolah.
Polisi menghimbau seluruh pihak mulai dari orang tua, sekolah, serta masyarakat agar lebih peka terhadap potensi adanya konflik antar pelajar sehingga bisa dicegah sebelum berkembang menjadi tindakan kekerasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Laoh Mahfud
Editor: Mochamad Abdurrochim








