SURABAYA, Tugujatim.id – Pegadaian Kalianyar Surabaya memperluas literasi terkait investasi yang sangat penting bagi masyarakat. Dengan adanya literasi investasi, masyarakat dapat mengelola keuangan untuk masa depan dan menghindari risiko penipuan.
Hal inilah yang dilakukan Pegadaian Kalianyar Surabaya sebagai lembaga keuangan memberikan edukasi dan literasi terkait investasi menjadi agenda rutin dalam rangka mencerdaskan masyarakat agar lebih pintar mengelola keuangan.
Pimpinan Cabang (Pinca) Pegadaian Kalianyar Devie Rusdiono mengatakan dalam memberikan literasi investasi, materi yang diberikan juga harus relevan dengan audiens. Untuk kalangan pelajar atau mahasiswa tentu akan diberikan materi yang berbeda dengan orang dewasa yang sudah memiliki penghasilan.
Baca Juga: Pembiayaan Emas Pegadaian Kalianyar Surabaya Tembus 70 Persen, Investasi Emas Kian Diminati
“Jadi sebelum memberikan literasi, kita profile dulu audiens-nya, misal kita mau ke sekolah atau di universitas, di situ edukasinya kita lebih fokus ke tabungan emas. Karena tabungan emas lebih fleksibel mulai dari Rp10 ribu saja,” ujarnya.
Produk tabungan emas merupakan terobosan baru dalam layanan yang ada di Pegadaian Kalianyar, hal ini karena tabungan emas tidak mengikat. Berbeda dengan cicil emas yang membutuhkan akad dan komitmen terkait angsuran tiap bulan.
“Tabungan emas ini fleksibel jadi siapa saja bisa, gak perlu mahal-mahal. Anak-anak suruh sisihkan saja Rp10 ribu dari uang saku sudah bisa buat nabung emas. Produk ini sama seperti tabungan biasa, hanya saja dana yang disimpan dikonversi ke bantuk emas,” tambahnya.
Beri Literasi Bahaya Judol
Selain mengedukasi terkait investasi, Pegadaian Kalianyar juga memberikan edukasi untuk menjauhi judi online (judol). Hal ini karena judol membawa dampak destruktif yang sangat fatal bagi kehidupan, mulai dari kehancuran finansial akibat utang dan penipuan bandar, gangguan mental seperti depresi dan kecanduan, rusaknya hubungan keluarga dan sosial, hingga potensi jeratan hukum.

“Kami juga menegaskan untuk menghindari judol, kami beri literasi agar para audiens tidak tertarik atau penasaran untuk mencoba judol. Karena efek dari judol yang sangat berbahaya bagi masa depan generasi muda,” paparnya.
Baca Juga: Prestasi Pegadaian Kalianyar Surabaya, Penyaluran Pembiayaan Tembus Rp 292 Miliar
Investasi bukan hanya sekadar menabung, tetapi menyiapkan masa depan untuk melindungi harta yang dimiliki agar tidak habis termakan inflasi. Seperti yang diketahui jika setiap tahun nilai mata uang, khususnya rupiah tergerus dengan adanya inflasi. Karena itu, penting untuk mulai berinvestasi sejak dini agar dapat menuai hasil di masa depan.
“Investasi khususnya logam mulia seperti emas, saya rasa cukup aman ya dibanding instrumen lain. Saham seperti yang kita tahu kemarin turun, sedangkan emas tetap bertahan. Dengan investasi masyarakat bisa melindungi asetnya dari inflasi,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Pegadaian Jawa Timur berada di bawah koordinasi PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) XII Surabaya yang membawahi tujuh deputy yakni Deputy bisnis area Surabaya 1, Deputy bisnis area Surabaya 2, Deputy bisnis area Pemekasan, Deputy Bisnis area Madiun, Deputy Bisnis Area Malang, Deputy Bisnis Area Probolinggo, Deputy Bisnis Area Jember. Sedangkan ada total 70 kantor cabang dan ribuan Unit Pembantu Cabang (UPC) di Jawa Timur. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Husni Habib
Editor: Dwi Lindawati








