BLITAR, Tugujatim.id – Publik heboh dengan beredarnya informasi dugaan tindak kekerasan yang melibatkan seorang perwira menengah di lingkungan Polres Blitar. Seorang ajudan Wakapolres Blitar berinisial Bripda A dikabarkan mengalami luka serius berupa patah tulang hidung akibat diduga dianiaya oleh sang atasan, bahkan disebut-sebut harus menjalani perawatan medis secara intensif.
Merespons kabar yang beredar luas tersebut, Kapolres Blitar AKBP Rivanda angkat bicara. Dia membantah isu penganiayaan tersebut dan memastikan bahwa kondisi ajudan Wakapolres Blitar Bripda A dalam keadaan sehat serta tetap menjalankan tugasnya seperti biasa.
“Tidak ada kejadian seperti itu. Sampai dibilang masuk rumah sakit, patah tulang hidung, enggak bisa aktivitas, dan lagi pengobatan penanganan serius, itu tidak ada. Alhamdulillah, anaknya (Bripda A) sampai hari ini piket. Tidak ada yang seperti yang beredar,” ujar AKBP Rivanda saat dikonfirmasi pada Jumat (05/06/2026).
Kaget, Kapolres Periksa Kondisi Fisik sang Ajudan
Rivanda menjelaskan, begitu mendengar isu tersebut, dirinya langsung memanggil Bripda A secara pribadi untuk meminta klarifikasi langsung dari yang bersangkutan.
“Saya sudah langsung panggil sendiri, empat mata. Saya bilang, kalau kamu memang dipukul, tolong kasih tahu saya. Katanya tidak ada,” ungkapnya.
Secara fisik, Rivanda juga memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan yang dialami oleh anggotanya tersebut. Saat pertama kali memanggil Bripda A ke ruangannya, dia memeriksa langsung kondisi wajah dan fisik sang ajudan.
“Pertama kali saya lihat pas dia datang untuk saya tanya, saya lihat tidak ada bekas pemukulan atau memar, sehat. Fisik kalau orang dipukul kan nampak, memar atau memang patah tulang itu kan kelihatan. Nah, itu tidak ada seperti itu,” katanya.
Hasil Konfirmasi ke Wakapolres dan Misteri Pesan Berantai yang Mencuat
Selain memeriksa kondisi Bripda A, AKBP Rivanda juga telah mengklarifikasi kepada Wakapolres Blitar selaku pihak yang santer dituduh memukul. Dari hasil konfirmasi internal tersebut, wakapolres Blitar juga membantah poin-poin yang dituduhkan.
“Iya, sudah (konfirmasi). Karena objeknya katanya Pak Wakapolres yang memukul, saya tanya juga ke Waka, pengakuannya tidak ada,” imbuhnya.
Mengenai asal-usul rumor tersebut, Kapolres Blitar menduga isu ini pertama kali menggelinding melalui pesan berantai di platform media sosial atau aplikasi percakapan. Dia bahkan mengaku terkejut karena pertama kali mengetahui kabar ini justru dari rekan-rekan media, bukan dari laporan internal.
“Isu ini diduga awalnya berasal dari pesan berantai, sampai detik ini enggak sampai ke saya (laporannya). Malah saya dapatnya dari teman-teman media. Saya tanya juga, ini infonya gimana sih, siapa yang pertama kali memberikan sumber, biar saya bisa koordinasi berkaitan info itu. Saya pengin pastikan kok bisa ada informasi seperti itu,” tuturnya.
Rivanda mengaku sering mengingatkan pentingnya menjaga kontrol diri bagi seluruh personel di jajaran Polres Blitar. Hal ini selalu dia tekankan dalam setiap agenda pengarahan internal.
“Selama ini saya ajari ke anggota saat apel, saya bilang tolong kelola emosional kalian, kelola. Jangan sampai kalian begini-begini (melakukan kekerasan),” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Moch. Luki Azhari
Editor: Dwi Lindawati







