SURABAYA, Tugujatim.id – Seorang jemaah haji asal Kota Malang, Jawa Timur, dilaporkan meninggal dunia saat tiba di Bandara Internasional Juanda Surabaya. Jemaah haji asal Malang ini meninggal dalam proses pemulangan Debarkasi Surabaya musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya Mohammad As’adul Anam mengatakan jemaah haji asal Malang yang wafat tersebut bernama Hery Widianto, 69, anggota Kloter 12 Debarkasi Surabaya.
“Hery Widianto, jemaah asal Kota Malang yang tergabung dalam Kloter 12, wafat di bandara saat proses kepulangan jemaah haji berlangsung,” kata As’adul Anam di Surabaya, Jumat (05/06/2026).
Baca Juga: Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS
Selain Hery Widianto, PPIH Debarkasi Surabaya juga mencatat seorang jemaah lainnya asal Kota Malang, Wayan Rohani Suwasti, 63, meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji Surabaya setelah tiba dari Arab Saudi.
“Kami turut berduka cita atas wafatnya jemaah haji yang telah menunaikan ibadah di Tanah Suci. Semoga almarhum dan almarhumah memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” ujarnya.
Di tengah kabar duka tersebut, proses pemulangan jamaah haji melalui Debarkasi Surabaya hingga Kloter 15 dilaporkan berjalan tertib dan lancar.
3 Jemaah Debarkasi Surabaya Masih Dirawat di Makkah
Berdasarkan data PPIH Debarkasi Surabaya per 4 Juni 2026 pukul 18.30 WIB, sebanyak 5.684 jemaah dan petugas haji telah kembali ke Indonesia atau sekitar 13 persen dari total jemaah dan petugas yang diberangkatkan melalui Embarkasi Surabaya pada musim haji tahun ini.
Jumlah tersebut terdiri atas 5.579 jemaah, 25 Petugas Haji Daerah (PHD), 20 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU), serta 60 petugas kloter dan petugas pendukung lainnya.
As’adul Anam mengatakan, seluruh proses debarkasi berjalan sesuai prosedur dengan dukungan petugas dari berbagai unsur pelayanan di Asrama Haji Surabaya.
“Alhamdulillah, operasional debarkasi hingga kloter 15 berjalan dengan lancar. Seluruh petugas terus berupaya memberikan pelayanan terbaik agar jemaah dapat kembali ke daerah asal dengan aman, nyaman, dan memperoleh layanan yang optimal setelah menunaikan ibadah haji,” katanya.
Dari sisi ketepatan waktu penerbangan atau On Time Performance (OTP), PPIH mencatat sebanyak 10 kloter tiba tepat waktu, sedangkan lima kloter mengalami keterlambatan. Tidak ada penerbangan yang tiba lebih awal dari jadwal.
PPIH juga melaporkan terdapat 17 mutasi keluar selama proses debarkasi, yang terdiri atas delapan jamaah wafat di Arab Saudi, empat jemaah sakit yang masih dirawat di Arab Saudi, serta lima kursi kosong. Sementara itu terdapat satu mutasi masuk dari jemaah yang sebelumnya telah memiliki kloter keberangkatan.
Baca Juga: Cak Nur dan 224 Jemaah Kota Batu Pulang Haji, Heli Siap Serahkan Kembali Kemudi Pemerintahan
Hingga saat ini masih terdapat tiga jemaah Debarkasi Surabaya yang belum dapat dipulangkan karena menjalani perawatan medis di Arab Saudi. PPIH memastikan koordinasi dengan otoritas kesehatan dan petugas haji di Arab Saudi terus dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi mereka.
Secara keseluruhan, Embarkasi Surabaya memberangkatkan 44.000 jemaah dan petugas haji asal Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada musim haji 1447 H/2026 M. Sebanyak 38.316 orang di antaranya masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.
PPIH Debarkasi Surabaya menegaskan akan terus mengawal proses pemulangan jamaah hingga seluruh kloter kembali ke Tanah Air dengan selamat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Khaesar
Editor: Dwi Lindawati








