• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Tirta Amerta.

Warga Kelurahan Merjosari, Kota Malang, Jatim, menggelar Ritual Tirta Amerta pada Kamis (11/06/2026). (Foto: Ikom Uniga)

Tirta Amerta: Cara Warga Merjosari Malang Meruwat Mata Air dan Ingatan Ekologis

Dwi Linda by Dwi Linda
2 hours ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Di tengah pesatnya laju pembangunan dan riuhnya kehidupan perkotaan, warga Kelurahan Merjosari, Kota Malang, Jatim, mengambil langkah mundur sejenak untuk memeluk kembali alam. Puluhan mata air yang dulu menjadi urat nadi kehidupan di wilayah ini perlahan mengering, terdesak oleh kemajuan zaman. Merespons krisis ekologis yang sunyi ini, warga menggelar perhelatan perdana bertajuk “Tirta Amerta” pada Kamis (11/06/2026), sebuah gerakan pelestarian lingkungan yang dibalut dalam ritual budaya.

Sebanyak lebih dari 30 warga dan tokoh masyarakat mengikuti kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 WIB ini menjadi rangkaian penting dari Festival Merjosarian 4. Dengan mengusung tema “Jernih Air, Jernih Pikir”, Tirta Amerta bukan sekadar seremoni pelestarian, melainkan sebuah proklamasi kedaulatan budaya masyarakat urban untuk kembali mengingat dan merawat alamnya.

You might also like

Lowongan kerja Surabaya.

6 Lowongan Kerja Surabaya Terbaru: Gaji UMR + Fresh Graduate Bisa

12/06/2026 3:00 PM
Probolinggo.

Permintaan Melonjak, SPBU Semampir Masih Bertahan saat Pertalite Habis di Sejumlah SPBU Probolinggo

12/06/2026 12:43 PM

Baca Juga: “Wali Songo” Tutup Festival Sekarbanjar di Genting Merjosari Malang

Syahdu “Niat Ingsun” di Bibir Sumber

Sejak pagi, rombongan yang terdiri dari pimpinan kelurahan berbalut Beskap Malangan dan warga dengan pakaian hitam berikat udeng, bergerak khidmat menyusuri sisa-sisa mata air. Mereka menyisir titik-titik yang tersebar di wilayah RW 05, 06, 07, hingga 12, di antaranya Sumber Serut Kidul, Sumber Tempuran, Sumber Petung, dan Sumber Watu Lesung.

Setiap kali rombongan tiba di bibir sumber air, keheningan menyergap. Darmaji, tokoh masyarakat setempat, memecah kesunyian dengan lantunan tembang macapat yang syahdu.

“Niat ingsun, niat ingsun,” rapalan doa itu menggema, diikuti oleh barisan 7 pembawa gendok (tempayan tanah liat) yang bersiap menampung air kehidupan.

Darmaji menyebut bahwa prosesi ini adalah bentuk penataan hati. Di tengah impitan rutinitas warga perkotaan, laku spiritual ini menjadi pengingat kolektif bahwa manusia tidak akan berdaya tanpa ketersediaan air yang melimpah.

Bukan Sekadar Air, Ini Kedaulatan Budaya

Tirta Amerta menolak untuk hanya menjadi romantisme masa lalu. Sindu Dohir, penanggung jawab ritual, menegaskan bahwa tema “Jernih Air, Jernih Pikir” diangkat dari filosofi air sebagai medium penyucian dan pembangun kesadaran.

Tirta Amerta di Merjosari.
Luar Merjosari mengambil air dari Sumber Watu Lesung. (Foto: Ikom Uniga)

“Masyarakat perkotaan sering kali jauh dari kesadaran terhadap sumber daya alam. Festival ini adalah media edukasi agar generasi muda memahami hubungan erat antara manusia, budaya, dan lingkungan,” papar Sindu.

Hal senada ditekankan oleh Ketua Pelaksana Bambang. Dia secara khusus menyoroti peran anak muda dalam kegiatan ini.

Dia mengatakan, keterlibatan generasi muda dalam prosesi pengambilan air adalah strategi untuk memastikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya milik generasi tua, tetapi warisan yang terus berdenyut. Melalui pendekatan kultural, dia mengatakan, warga Merjosari sedang merebut kembali kedaulatan budayanya dengan menjadikan tradisi sebagai alat perlawanan terhadap amnesia ekologis di wilayah perkotaan.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Angkringan di Kota Malang Jadi Tempat Favorit untuk Melepas Penat Anak-Anak Muda

Aksi Nyata 100 Pohon untuk Masa Depan

Doa dan ritual saja tidak cukup untuk menyembuhkan luka bumi. Oleh karena itu, Tirta Amerta diakhiri dengan aksi nyata yang disebut “Tandur Wit”.

Sebanyak 100 bibit pohon Gayam dan Sukun ditanam dengan penuh kehati-hatian di sekitar mata air. Gayam dipilih karena akar-akarnya yang kuat mampu mencengkeram tanah dan menjaga debit air, sementara Sukun melambangkan kemanfaatan yang tak putus bagi masyarakat.

Lurah Merjosari Moh. Saiful Arif SSi menyampaikan pesan mendalam di sela-sela penanaman ribuan pohon.

Tirta Amerta di Merjosari Malang.
Lurah Merjosari Moh. Saiful Arif SSi didampingi pimpinan Lembaga dan tokoh masyarakat menanam pohon Gayam. (Foto: Ikom Uniga)

“Air dan pohon saling memberi dan membersamai. Ritual ini adalah wujud tanggung jawab mutlak kita. Saya berharap generasi muda tidak hanya menjaga mata air, tetapi juga menerapkan gaya hidup ramah lingkungan, mulai dari hal sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan,” tegasnya.

Pada puncaknya, air dari 7 sumber yang berbeda disatukan ke dalam sebuah gendok utama berlapis kain mori putih, diiringi tembang Genthong Menep. Sebuah simbol persatuan yang mengharukan; bahwa dari mata air yang dirawat dengan tangan-tangan penuh cinta, masa depan kota akan terus mengalir, jernih dan tak pernah mati.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Disarikan: Bryna Callista (Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi – Uniga Malang)

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kota Malang hari iniKota Malang hari iniTirta Amerta adalahTirta Amerta di MerjosariWarga Merjosari Malang
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Lowongan kerja Surabaya.

6 Lowongan Kerja Surabaya Terbaru: Gaji UMR + Fresh Graduate Bisa

by Dwi Linda
12/06/2026 3:00 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kabar baik bagi pencari kerja di Kota Pahlawan karena sejumlah perusahaan dan pelaku usaha kembali membuka lowongan...

Probolinggo.

Permintaan Melonjak, SPBU Semampir Masih Bertahan saat Pertalite Habis di Sejumlah SPBU Probolinggo

by Dwi Linda
12/06/2026 12:43 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai berdampak pada pola konsumsi masyarakat di...

KONI Kota Batu.

Wakil Ketua KONI Kota Batu Diduga Terlibat Pengeroyokan gegara Tanding Bulutangkis

by Dwi Linda
12/06/2026 8:31 AM
0

BATU, Tugujatim.id – Polres Batu tengah mendalami laporan dugaan pengeroyokan yang disebut melibatkan seorang pria berinisial SA yang diketahui menjabat...

Cuaca di Jawa Timur.

Cuaca di Jawa Timur Siaga 12 Juni 2026: Petir dan Udara Kabur Dominasi Sebagian Wilayah

by Dwi Linda
12/06/2026 7:18 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Jumat (12/06/2026) didominasi fenomena kabut, udara kabur, serta potensi petir di sejumlah wilayah....

Next Post
Wisata Pantai Gratis

Jalan-jalan Hemat ke Madura: 8 Wisata Pantai Gratis & Kulinernya

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID