MALANG, Tugujatim.id – Pusat Lingkungan, Mitigasi, dan Kebencanaan (PLMK) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang (UM) sukses menyelenggarakan workshop pada Rabu (24/06/2026). LPPM UM mengangkat tema media pembelajaran berbasis metaverse untuk penguatan edukasi mitigasi bencana.
Edukasi mitigasi bencana kini tidak lagi sebatas teori di dalam kelas. LPPM UM menghadirkan pendekatan baru dengan memanfaatkan teknologi metaverse untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih nyata, interaktif, dan imersif bagi generasi muda.
Baca Juga: LPPM UM Gelar Khitan Sehat, Libatkan Mahasiswa Kedokteran dan Bantu Puluhan Anak Yatim-Duafa
Inovasi tersebut diperkenalkan melalui workshop yang berlangsung di Ruang Seminar LPPM UM dengan diikuti puluhan mahasiswa program sarjana hingga pascasarjana. Mereka antusias mempelajari pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan kebencanaan.
Belajar Mitigasi Bencana lewat Dunia Virtual
Dalam workshop tersebut, peserta tidak hanya memperoleh materi teori, tetapi juga praktik langsung membangun media pembelajaran berbasis metaverse.
Dr Heni Masruroh SPd MSc, pemateri, menjelaskan bahwa transformasi metode pembelajaran menjadi kebutuhan mendesak agar edukasi mitigasi bencana lebih mudah dipahami oleh generasi digital.

“Selama ini edukasi mitigasi bencana sering dianggap terlalu teoritis sehingga peserta didik kesulitan membayangkan kondisi di lapangan. Melalui workshop ini, kami ingin membekali mahasiswa dengan keterampilan menghadirkan simulasi bencana dan visualisasi wilayah secara virtual sehingga proses belajar menjadi lebih nyata dan menarik,” ujarnya.
Manfaatkan Blender-GIS dan Spatial.io
Workshop ini menggabungkan dua teknologi modern, yakni Blender-GIS dan platform metaverse Spatial.io.
Peserta diajak mempelajari berbagai tahapan mulai dari mengunduh data elevasi bumi secara real-time untuk memetakan wilayah rawan bencana, mengolah model tiga dimensi (3D) menggunakan Blender, hingga mengunggah hasilnya ke platform Spatial.io sehingga dapat diakses dalam ruang virtual.
Melalui teknologi tersebut, pengguna dapat menjelajahi kawasan rawan bencana menggunakan avatar digital, mengamati kontur wilayah, mempelajari jalur evakuasi, hingga memahami potensi risiko tanpa harus terjun langsung ke lokasi.
Pendekatan ini dinilai mampu menghadirkan pengalaman belajar yang jauh lebih interaktif dibandingkan metode konvensional.
Dorong Inovasi Pendidikan Berbasis Teknologi
PLMK LPPM UM berharap inovasi ini menjadi langkah awal transformasi pendidikan mitigasi bencana di Indonesia.
Media pembelajaran berbasis metaverse dinilai mampu membantu sekolah maupun perguruan tinggi menyampaikan materi kebencanaan secara lebih efektif, menarik, sekaligus aman bagi peserta didik.
Selain meningkatkan pemahaman terhadap potensi bencana, teknologi ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat sejak usia dini melalui pengalaman belajar yang lebih kontekstual.
PLMK LPPM UM berkomitmen mengawal hasil workshop agar media pembelajaran yang dikembangkan para peserta dapat segera diterapkan di berbagai institusi pendidikan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat Indonesia yang tangguh menghadapi bencana. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Dwi Lindawati








