KOTA MALANG, Tugujatim.id – Dua tahun lagi, Velodrome di kelurahan Madyopuro Kota Malang, bisa menjadi aset Pemkot Malang. Memangnya saat ini Velodrome punya siapa?
Status Velodorem sebagai rumah bagi para atlet di Kota Malang, kondisinya saat ini memperihatinkan. Rumput tumbuh menjulang tinggi, cat pudar berdebu, bahkan sarana pertandingan juga tak terawat.
Namun, pada persiapan Kompetisi Balap Sepeda Piala Gubernur Jawa Timur bulan Juli mendatang, atensi perbaikan velodrome langsung digas. Hal itu disampaikan Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, usai meninjau velodrome, Minggu pagi (28/06/2026).
Status Velodrome Bisa Jadi Aset Pemerintah Kota Malang
Soal status, Untari merinci dokumen yang dia dapatkan. Bahwa tanah lahan Velodrome merupakan aset Pemkot Malang. Sedangkan gedung, dibangun Pemrpov Jatim, dan lintasan balap merupakan bantuan dari ISSI.
Baca Juga : Velodrome Kota Malang Siap Jadi Venue Piala Gubernur Jatim, Tapi Catatannya Banyak Sekali
Dengan kejelasan status tersebut, Komisi E kata dia, siap mendorong penghibahan velodrome menjadi aset total Pemkot Malang. Tentunya, komunikasi lebih lanjut akan difokuskan nantinya usai gelaran Kompetisi Balap Sepeda Piala Gubernur Jawa Timur 2026.
“Setelah Piala Gubernur nanti akan kami dorong perjanjian kerjasama, Pemprov berhak apa, Pemkot berhak apa,” terang Untari.
Dengan adanya perjanjian kerjasama nantinya, tata kelola velodrome bisa kembali membaik dan bermanfaat untuk para atlet. Dan saat velodrome sudah pulih, tata kelolanya sudah oke, maka dapat dihibahkan untuk dikelola lebih baik lagi oleh Pemkot Malang.
“Ke depan saya dorong velodrome dihibahkan ke Kota Malang. Saya menargetkan waktu berkoordinasi dengan semuanya, dua tahun maksimal,” imbuhnya.
Velodrome Dapat Dihibahkan ke Kota Malang
Artinya patut ditunggu dalam dua tahun ke depan, skema hibah velodrome dari Pemrpov Jatim untuk Pemkot Malang bisa terjadi. Untari juga menyampaikan kepada Ketua DPRD Kota Malang Amitya Ratnanggani Sirraduhita, agar velodrome nantinya dapat dirawat dengan baik.
“Kan bisa dirawat sama mbak Mia (Amithya). Catatannya, kalau Provinsi ada giat ISSI tolong tetap dibuka. Nanti kalau buat Perda Kota Malang, puslat-puslat yang latihan di velodrome, tarifnya diperhatikan,” tegasnya.
Sementara Amithya senang dan menyambut baik jika velodrome dapat dihibahkan ke Kota Malang. Menurutnya, Pemprov Jatim dan Pemkot Malang sepakat berkolaborasi dalam rangka kemajuan olaharga baik di Kota Malang ataupun di Jawa Timur.
“Kami menyambut baik ini. Apabila sudah dihibahkan, kami bisa melakukan intervensi dalam kebijakan, dan membantu dalam proses penganggaran beserta kemajuannya,” pungkas Amithya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : M. Sholeh
Editor: Mochamad Abdurrochim








