SURABAYA, Tugujatim.id – Kuasa hukum keluarga aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bangkalan berinisial RYS, 51, yang ditemukan tewas di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan terkait hubungan korban dengan seorang pria yang belakangan beredar melalui rekaman video di media sosial.
Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, menegaskan, hingga kini keluarga ASN Bangkalan ini masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian, baik terkait identitas pria yang diduga bersama korban maupun motif di balik dugaan pembunuhan tersebut.
Baca Juga: Mayat Perempuan Ditemukan di Area Parkir Terminal 1 Bandara Juanda, Polisi Lakukan Investigasi
“Perkembangan terbaru belum ada. Kami tetap menunggu proses penyelidikan polisi,” kata Risang kepada wartawan, Senin (29/06/2026).
Identitas Pria dalam Video Masih Misterius
Menurut dia, identitas pria yang muncul dalam video yang beredar maupun keterkaitannya dengan korban sepenuhnya menjadi kewenangan penyidik untuk mengungkap.
“Terkait siapa laki-laki itu, kami tidak tahu. Itu tetap menjadi ranah polisi. Nanti setelah pelakunya tertangkap, identitasnya seperti apa, motifnya apa, biar polisi yang menjelaskan,” ujarnya.
Risang mengatakan, beredarnya video tersebut justru memunculkan berbagai spekulasi liar di tengah masyarakat yang berpotensi mengganggu proses penyelidikan.
“Dengan adanya video itu kan spekulasinya liar sekali. Asumsi masyarakat bermacam-macam. Karena itu kami dari pihak keluarga tetap berpegang pada hasil otopsi dulu,” katanya.
Dia menambahkan, hasil otopsi sementara yang menyatakan tidak ditemukan adanya persetubuhan menjadi salah satu dasar keluarga untuk tidak membangun asumsi sebelum ada penjelasan resmi dari penyidik.
“Hasil otopsi menyatakan tidak ada persetubuhan. Jadi, kami memilih menunggu fakta-fakta yang nantinya diungkap polisi,” ucapnya.
Risang mengakui berbagai kemungkinan masih dapat terjadi dalam perkara tersebut, termasuk dugaan bahwa korban mengenal pelaku. Namun seluruh dugaan itu, menurut dia, masih sebatas kemungkinan yang belum dapat dipastikan.
“Kalaupun memang ada hubungan dekat dengan seseorang, itu pun masih kemungkinan. Yang bisa memastikan nanti adalah penyidik berdasarkan alat bukti,” katanya.
Dia juga menyinggung fenomena kejahatan bermodus love scam yang belakangan marak terjadi sebagai salah satu kemungkinan yang berkembang di masyarakat, namun menegaskan hal itu bukan kesimpulan dalam perkara yang sedang ditangani.
“Kalau melihat fenomena yang ada, bisa saja orang menduga modusnya seperti love scam, yaitu pelaku merayu perempuan, mendekati korban yang memiliki kemampuan ekonomi, lalu mengambil foto atau sesuatu yang bersifat pribadi untuk kemudian diperas. Modus seperti itu memang banyak terjadi,” ujarnya.
Meski demikian, dia menegaskan dugaan tersebut masih bersifat prediksi dan sama sekali belum dapat dikaitkan dengan kematian RYS.
Baca Juga: Proses Pemulangan, 2 Jemaah Haji asal Malang Meninggal saat Tiba di Bandara Juanda Surabaya
“Tapi itu hanya kemungkinan. Pada prinsipnya, mengenai hubungan laki-laki itu dengan korban maupun motif pembunuhan, kami tetap menunggu polisi yang mengungkapnya. Karena saat ini semua masih mungkin, dan bisa jadi apa yang tampak itu tidak seperti keadaan yang sebenarnya,” kata Risang.
Sebelumnya, dugaan pembunuhan menguat setelah hasil autopsi sementara menemukan adanya luka robek pada cuping telinga kiri korban akibat kekerasan benda tumpul serta sejumlah tanda yang mengarah pada kematian akibat asfiksia atau mati lemas.
Polresta Sidoarjo hingga kini masih melakukan penyelidikan. Polisi belum mengungkap identitas maupun dugaan pelaku, serta meminta masyarakat menunggu penyampaian resmi setelah proses penyidikan memperoleh hasil yang cukup.
Diberitakan sebelumnya, jenazah seorang perempuan ditemukan di sebuah mobil minibus Kijang Innova berwarna hitam dengan pelat Nopol M 1090 GP, yang terparkir di area Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Rabu (24/06/2026).
Usai mendapat laporan Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya langsung meluncur ke lokasi Dengan peralatan vehicle accident rescue (VAR). Setibanya di lokasi, tim melakukan koordinasi dengan pihak Satgaspam Bandara, personel InJourney, dan Aviation Security (Avsec) Bandara Juanda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M.Khaesar
Editor: Dwi Lindawati








