MOJOKERTO, Tugujatim.id – Bagi wisatawan yang sering berlibur ke Mojokerto, jalur Trawas-Pacet bukan sekadar jalan penghubung antara dua kawasan wisata. Rute yang berada di lereng Gunung Penanggungan dan Gunung Welirang ini justru menjadi bagian dari pengalaman perjalanan yang selalu dinantikan. Sepanjang perjalanan, pengendara akan disuguhi udara pegunungan yang sejuk, hamparan hutan pinus, perkebunan, hingga panorama lembah hijau yang memanjakan mata.
Tidak sedikit wisatawan yang sengaja memilih melewati jalur ini untuk menikmati suasana perjalanan, meski tersedia rute lain yang lebih cepat. Berkelok mengikuti kontur pegunungan, jalur Trawas-Pacet menawarkan pemandangan yang berubah di setiap tikungan sehingga perjalanan terasa lebih menyenangkan, terutama saat pagi dan sore hari.
Baca Juga: 10 Wisata Trawas Terbaru di Mojokerto yang Lagi Hits, Cocok untuk Liburan Akhir Pekan
Rute Pegunungan yang Selalu Ramai saat Akhir Pekan
Jalur ini menghubungkan Kecamatan Trawas dan Kecamatan Pacet, dua kawasan wisata yang sejak lama menjadi tujuan favorit masyarakat Jawa Timur. Saat akhir pekan maupun musim libur, arus kendaraan yang melintas biasanya meningkat karena banyak wisatawan menuju berbagai destinasi alam, tempat makan, hingga penginapan yang tersebar di sepanjang kawasan.
Meski ramai, perjalanan tetap terasa menyenangkan berkat kondisi jalan yang sebagian besar sudah beraspal dengan baik. Pengendara hanya perlu lebih berhati-hati ketika melewati tikungan tajam dan tanjakan yang menjadi karakteristik kawasan pegunungan.
Bagi pengendara sepeda motor, rute ini juga menjadi salah satu jalur touring favorit. Tidak jarang komunitas motor maupun pesepeda memilih melintasi jalan ini untuk menikmati udara segar sekaligus panorama alam yang sulit ditemukan di kawasan perkotaan.
Panorama Alam yang Menjadi Daya Tarik Utama
Salah satu alasan mengapa jalur Trawas–Pacet begitu diminati adalah pemandangan alamnya yang masih terjaga. Di beberapa titik, hamparan sawah bertingkat berpadu dengan deretan pepohonan hijau yang membentang hingga kaki gunung. Saat cuaca cerah, siluet Gunung Penanggungan terlihat begitu jelas dan menjadi latar yang indah sepanjang perjalanan.
Memasuki kawasan yang lebih tinggi, suasana berubah menjadi lebih teduh. Deretan pohon pinus dan vegetasi pegunungan menghadirkan udara yang terasa lebih dingin, terutama pada pagi hari. Kabut tipis juga kerap turun ketika musim hujan atau menjelang matahari terbit, menciptakan panorama yang banyak diburu wisatawan maupun fotografer.
Tidak sedikit pengendara yang memilih berhenti sejenak di beberapa titik yang memiliki pemandangan terbuka. Dari lokasi tersebut, hamparan perbukitan dan lembah dapat terlihat dengan jelas sehingga menjadi tempat favorit untuk beristirahat sekaligus mengabadikan momen.
Dikelilingi Beragam Destinasi Wisata
Keunggulan lain dari jalur ini adalah banyaknya destinasi wisata yang dapat dikunjungi tanpa harus keluar jauh dari jalur utama.
Dari arah Trawas, wisatawan dapat singgah ke kawasan Taman Ghanjaran, Rustic Market Trawas, Aone Trawas, hingga Wisata Sawah Sumber Gempong yang menawarkan suasana pedesaan dengan panorama persawahan.
Sementara itu, ketika memasuki wilayah Pacet, pilihan wisatanya semakin beragam. Mulai dari Pemandian Air Panas Padusan, Air Terjun Coban Canggu, Petirtaan Jolotundo, hingga sejumlah kafe dan restoran yang menyajikan pemandangan pegunungan.
Banyaknya pilihan destinasi membuat wisatawan dapat menyusun perjalanan sesuai keinginan tanpa harus berpindah ke kawasan lain.
Surga Kuliner dengan Pemandangan Alam
Tidak hanya terkenal karena panorama alamnya, jalur ini juga dikenal sebagai salah satu kawasan kuliner favorit di Mojokerto. Di sepanjang jalan, berdiri berbagai rumah makan, warung tradisional, hingga kafe berkonsep alam yang menawarkan pemandangan pegunungan secara langsung.
Menu yang disajikan pun beragam, mulai dari makanan khas Jawa Timur, olahan ikan air tawar, sate kelinci, jagung bakar, hingga minuman hangat yang cocok dinikmati di tengah udara pegunungan yang sejuk.
Menjelang sore, sejumlah kafe dan tempat makan mulai dipenuhi pengunjung yang ingin menikmati suasana senja. Perpaduan langit yang berubah warna dengan panorama pegunungan menciptakan pengalaman bersantap yang berbeda dibandingkan kawasan perkotaan.
Tips Aman Berkendara
Karena berada di kawasan pegunungan, wisatawan disarankan memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum melintasi jalur Trawas-Pacet. Sistem pengereman, ban, serta kondisi mesin perlu diperiksa, terutama bagi pengendara yang belum terbiasa melewati jalan menanjak dan berkelok.
Pengendara juga sebaiknya menjaga kecepatan, terutama ketika cuaca berkabut atau setelah hujan karena permukaan jalan dapat menjadi lebih licin. Menggunakan gigi rendah saat melewati turunan panjang juga lebih disarankan agar kendaraan tetap stabil.
Jika ingin menikmati panorama secara maksimal, waktu terbaik melintasi jalur ini adalah pada pagi hari atau menjelang sore. Selain udara yang lebih sejuk, pencahayaan alami pada waktu tersebut membuat pemandangan pegunungan terlihat lebih jelas dan memukau.
Baca Juga: 10 Tempat Wisata Trawas yang Sejuk dan Cocok untuk Healing
Perjalanan Menjadi Bagian dari Liburan
Bagi sebagian orang, perjalanan hanyalah cara untuk mencapai tujuan. Namun di Mojokerto, jalur Trawas–Pacet justru menjadi bagian dari pengalaman wisata itu sendiri. Panorama pegunungan yang terbentang di sepanjang jalan, udara yang sejuk, serta banyaknya pilihan tempat singgah membuat setiap kilometer perjalanan terasa menyenangkan.
Tidak mengherankan jika rute ini selalu menjadi favorit wisatawan, baik yang datang bersama keluarga, pasangan, maupun komunitas. Jadi, jika berencana menghabiskan waktu di kawasan Mojokerto, sempatkan menikmati jalur Trawas–Pacet, karena keindahan alamnya sering kali membuat perjalanan terasa sama menariknya dengan destinasi yang akan dikunjungi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Annisa Syalsyavia/Magang
Editor: Dwi Lindawati








