MALANG, Tugujatim.id – Membanggakan! Kabupaten Malang kembali menorehkan prestasi di sektor pariwisata. Empat penggerak pariwisata Kabupaten Malang berhasil masuk dalam 50 Besar Kandidat Terbaik Local Hero in Tourism 2026, ajang apresiasi nasional yang digelar Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI.
Informasi tersebut diumumkan melalui publikasi resmi Kementerian Pariwisata. Penghargaan ini diberikan kepada individu yang dinilai memiliki dedikasi, inovasi, dan kontribusi nyata dalam membangun pariwisata Indonesia yang berkualitas, berkelanjutan, serta berdampak bagi masyarakat.
Daftar Empat Tokoh Penggerak Wisata Kabupaten Malang:
- Moch. Soleh Adi Pramono (Ki Soleh) dari Padhepokan Seni Mangun Dharma, Desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang.
- Heri Mujiono, penggerak Desa Wisata Ampelgading, Kecamatan Tirtoyudo.
- Lia Putrinda Anggawa Mukti, pengelola CMC Tiga Warna, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.
- Andi Afriansyah, penggerak komunitas Instanusantara Indonesia asal Turen.
Masing-masing dinilai berhasil mengembangkan pariwisata melalui pendekatan yang berbeda, mulai dari pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, konservasi lingkungan, hingga promosi destinasi wisata berbasis fotografi.
Baca Juga: Wisata Keluarga Malang yang Cocok untuk Liburan Sekolah
Ki Soleh dikenal konsisten melestarikan Wayang Topeng Malang melalui wisata edukasi budaya di Padhepokan Seni Mangun Dharma. Sementara Heri Mujiono sukses mengembangkan Desa Wisata Ampelgading dengan konsep agrowisata, budaya, gastronomi, serta homestay berbasis masyarakat.
Di sisi lain, Lia Putrinda mengembangkan CMC Tiga Warna sebagai destinasi ekowisata yang mengedepankan konservasi pesisir sekaligus pemberdayaan masyarakat. Sedangkan Andi Afriansyah aktif mempromosikan pariwisata Indonesia melalui komunitas Instanusantara yang memanfaatkan fotografi sebagai media promosi destinasi.
Bukti Kabupaten Malang Miliki SDM Inovatif dan Kreatif
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Firmando H. Matondang, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan empat tokoh tersebut menjadi bukti bahwa Kabupaten Malang memiliki sumber daya manusia yang kreatif, inovatif, dan mampu mendorong kemajuan sektor pariwisata.
“Prestasi ini menunjukkan pembangunan pariwisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga mampu memberdayakan masyarakat, melestarikan budaya, menjaga lingkungan, serta memperkuat identitas daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, Disparbud Kabupaten Malang akan terus memberikan pendampingan melalui pembinaan, promosi, peningkatan kapasitas SDM, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar semakin banyak pelaku pariwisata daerah mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Baca Juga: Desa Wisata Malang yang Menawarkan Pengalaman Berbeda
Menurut Firmando, pencapaian tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi desa wisata, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), komunitas, pelaku ekonomi kreatif, hingga generasi muda untuk terus berinovasi dalam membangun pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami optimistis Kabupaten Malang akan terus melahirkan Local Hero baru yang mampu mengharumkan nama daerah sekaligus memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang pun menyampaikan selamat kepada keempat penggerak wisata tersebut. Prestasi ini dinilai semakin memperkuat citra Kabupaten Malang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia yang kaya akan potensi alam, budaya, dan ekonomi kreatif. (AK-81)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Dwi Lindawati








