SIDOARJO, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo meluncurkan program beasiswa bagi 4.000 pelajar dan mahasiswa pada 2026 sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Program yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sidoarjo itu menjadi salah satu dari 14 Program Prioritas Bupati Subandi dan Wakil Bupati Mimik Idayana. Selama lima tahun masa kepemimpinan, pemerintah menargetkan program tersebut menjangkau 20.000 penerima.
Peluncuran program berlangsung di Mall Pelayanan Publik (MPP) Lingkar Timur Sidoarjo, Kamis (09/07/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sidoarjo Ainun Amalia, Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo R. Mharta Wara Kusuma, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Sidoarjo Yudhi Iriyanto, serta para penerima beasiswa.
Subandi mengatakan, Pemkab Sidoarjo telah menyalurkan beasiswa kepada 2.010 penerima pada 2025. Penerima berasal dari berbagai kategori, yakni keluarga kurang mampu, prestasi akademik dan nonakademik, serta jalur keagamaan.
Baca Juga: Pemkab Tetapkan 4.000 Penerima Beasiswa Sidoarjo 2026, Segera Diumumkan!
Pada 2026, jumlah penerima meningkat menjadi 4.000 orang. Kuota tambahan juga diberikan bagi anak yatim jenjang SD, SMP, hingga SMA, baik di sekolah negeri maupun swasta.
Menurut Subandi, peningkatan kuota beasiswa menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas SDM sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat.
“Program beasiswa ini akan terus kita tingkatkan setiap tahun. Ini merupakan investasi SDM sekaligus tanggung jawab pemerintah untuk hadir mengawal pendidikan masyarakat, terutama anak-anak yatim agar mereka tetap bisa bersekolah,” kata Subandi.
Dia mengakui masih banyak pekerjaan rumah di sektor pendidikan. Berdasarkan data sementara, masih terdapat ribuan anak di Kabupaten Sidoarjo yang putus sekolah sehingga memerlukan perhatian pemerintah.
Karena itu, Pemkab Sidoarjo akan berkoordinasi dengan dinas pendidikan dan Komisi D DPRD untuk memperbarui data sekaligus menyiapkan langkah penanganan.
“Kami akan berkoordinasi dengan Komisi D dan dinas pendidikan untuk mengecek kembali data anak putus sekolah di Sidoarjo. Ini harus menjadi perhatian bersama agar jumlahnya terus berkurang setiap tahun,” ujarnya.

Subandi juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mengawal pendidikan anak yatim agar mereka tetap dapat mengenyam pendidikan hingga jenjang SMA tanpa terkendala biaya.
Dia juga mengingatkan para penerima beasiswa agar memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya. Menurut dia, beasiswa harus menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan diri sehingga ilmu yang diperoleh dapat menjadi modal meraih pekerjaan yang layak.
“Saya berharap beasiswa ini dimanfaatkan sebaik-baiknya. Belajar yang rajin dan sungguh-sungguh sehingga setelah lulus ilmunya dapat diimplementasikan dengan baik dan bisa mendapatkan pekerjaan yang layak serta membanggakan orang tua,” tutur Subandi.
Selain itu, Subandi menyoroti tingginya angka pengangguran di Sidoarjo, termasuk dari kalangan lulusan perguruan tinggi.
“Hari ini pengangguran di Jawa Timur yang tertinggi adalah Sidoarjo. Kalau kami tidak membangun SDM mulai sekarang, akan tertinggal dari kabupaten lain,” tegasnya.
Syarat Penerima Beasiswa
Program beasiswa dibuka pada 1–28 Februari 2026 dan seluruh tahapan seleksi telah selesai. Salah satu syarat utama pendaftaran adalah warga Kabupaten Sidoarjo yang dibuktikan dengan KTP atau Kartu Keluarga (KK).
Khusus beasiswa anak yatim, persyaratan dibuktikan melalui KK atau dokumen kependudukan orang tua atau wali yang tercantum dalam data keluarga. Proses pendaftaran dilakukan melalui sekolah masing-masing.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Sidoarjo Yudhi Iriyanto mengatakan program beasiswa dikelola secara kolaboratif oleh bagian kesejahteraan rakyat (kesra) setda, dinas sosial, disporapar, serta dinas pendidikan dan kebudayaan.
- Dinas sosial mengelola 1.000 kuota beasiswa bagi mahasiswa dan siswa SMA dari keluarga kurang mampu, terdiri atas 500 mahasiswa dan 500 siswa SMA. Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp5.000.000. Bagian Kesra Setda mengelola 500 kuota beasiswa jalur keagamaan dengan nilai Rp5.000.000 per penerima.
- Disporapar mengelola 1.000 kuota beasiswa jalur prestasi akademik dan nonakademik. Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp5.000.000.
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengelola 1.500 kuota beasiswa bagi anak yatim jenjang SD, SMP, dan SMA. Nilai bantuannya sebesar Rp1.000.000 untuk siswa SD dan SMP serta Rp1.500.000 bagi siswa SMA.
Dana beasiswa disalurkan melalui Bank Jatim. Seluruh penerima langsung dibuatkan rekening Bank Jatim secara gratis sebagai rekening penyaluran dana beasiswa. Khusus penerima beasiswa anak yatim, rekening dibukakan atas nama orang tua atau wali.
Salah satu penerima beasiswa jalur keluarga kurang mampu, Sabrina, mahasiswa Universitas Walisongo Gempol, Pasuruan, mengaku program tersebut sangat membantu meringankan beban biaya pendidikan keluarganya.
Baca Juga: Beasiswa Tangguh Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal, Syarat, dan Cara Daftarnya
Dia mengikuti proses pendaftaran secara daring. Selanjutnya, petugas Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo mendatangi rumahnya untuk melakukan survei dan verifikasi data sebelum akhirnya dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa.
Setelah lolos seleksi, Sabrina dipanggil ke dinas sosial untuk menyelesaikan administrasi sekaligus menerima rekening Bank Jatim yang digunakan sebagai rekening penyaluran dana beasiswa.
“Alhamdulillah, saya bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Subandi dan Ibu Wakil Bupati Hj Mimik Idayana. Beasiswa ini sangat membantu meringankan beban biaya pendidikan kedua orang tua saya,” ungkap Sabrina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Fauzan
Editor: Dwi Lindawati







