BLITAR, Tugujatim.id – Sebanyak 70 calon peserta didik tercatat baru menyatakan kesiapannya untuk mengikuti program Sekolah Rakyat (SR) di Kota Blitar hingga awal Juli 2026. Angka siswa Sekolah Rakyat di Kota Blitar tersebut masih di bawah target yang ditetapkan, yakni sebanyak 270 siswa.
Kondisi ini menuntut penyesuaian cepat di lapangan mengingat agenda Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dijadwalkan sudah harus berjalan pada pertengahan Juli 2026.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Tampil di Peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kisah Fikri Menginspirasi
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengakui belum terpenuhinya target kuota saat ini dipicu oleh faktor pemahaman di tingkat masyarakat. Menurut dia, sebagian orang tua masih ragu untuk mendaftarkan anaknya karena menyamakan regulasi Sekolah Rakyat di Kota Blitar dengan model asrama pada umumnya.
“Banyak masyarakat yang masih gamang karena membayangkan sekolah rakyat seperti asrama lain. Padahal konsepnya berbeda,” kata Ibin, Senin (06/07/2026).
Perbedaan sudut pandang tersebut diakui menjadi tantangan bagi jalannya program dalam memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat terkait mekanisme sekolah tersebut.
Rencana Kunjungan Lapangan untuk Orang Tua
Sebagai langkah penanganan atas kendala tersebut, pihak pemkot mengagendakan kegiatan kunjungan lapangan bagi para wali murid di sekolah yang terletak di Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul itu. Orang tua diminta melihat langsung sarana dan prasarana di lokasi sebelum operasional belajar-mengajar dimulai.

“Orang tua akan kami ajak melihat langsung lokasi agar mereka percaya dan yakin menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat,” tambahnya.
Meskipun waktu yang tersisa cukup terbatas sebelum tahun ajaran baru bergulir, Syauqul menyatakan pihaknya tetap berupaya sosialisasi ke lapangan demi mengejar target 270 siswa tersebut.
Kategori Sasaran dan Skema Pendampingan
Program Sekolah Rakyat di Kota Blitar ini dialokasikan dengan kriteria penerima manfaat yang spesifik, yakni diprioritaskan bagi anak-anak putus sekolah, anak dari keluarga kurang mampu secara ekonomi, serta anak yang kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya (yatim/piatu).
Saat ini, baru 70 anak terdaftar yang menyatakan siap untuk menempati fasilitas asrama. Sementara untuk pemenuhan sisa kuota yang belum tercapai, pemkot melalui dinas sosial (dinsos) terus melakukan penjangkauan ke sasaran.
Baca Juga: 1.000 Taruna Akmil Dampingi Siswa Sekolah Rakyat selama 5 Hari, Fokus Latih Hidup Mandiri di Asrama
Selain itu, Ibin menyatakan akan melakukan sistem pendampingan secara bertahap kepada orang tua calon siswa.
“Sisanya ini akan kami dampingi pelan-pelan agar bersedia tinggal di asrama nantinya. Kan semua butuh waktu. Tidak semua orang tua atau siswa paham dengan mekanisme di SR,” pungkasnya.
Sebelumnya, SR Kota Blitar telah mendapat titipan sebanyak 150 anak dari Kota Malang dan Kota Batu. Rinciannya, 90 anak dari SRMP 14 Kota Batu dan 60 anak dari SRMA 22 Kota Malang, sekaligus guru yang mendampingi siswa luar kota tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Luki Azhari
Editor: Dwi Lindawati







