SURABAYA, Tugujatim.id – Tim pemburu buronan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur membuka sayembara berhadiah Rp20 juta bagi masyarakat yang dapat memberikan informasi akurat hingga mengarah pada penangkapan buronan kasus pembunuhan RYS, 50, yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Erlan.
Langkah tersebut diambil setelah hampir dua pekan pengejaran terhadap terduga pelaku belum membuahkan hasil. Polisi menilai pelaku masih leluasa berpindah-pindah lokasi dan diduga mendapat bantuan dari sejumlah pihak yang memberikan tempat berlindung.
Baca Juga: Terduga Pelaku Pembunuhan ASN Bangkalan yang Diduga Beraksi Tipu Perempuan Bermodal Rayuan
Ketua Tim Opsnal Unit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim Aipda Sigit Dwi Susanto mengatakan hadiah uang tunai sebesar Rp20 juta itu bukan berasal dari institusi kepolisian, melainkan merupakan inisiatif pribadi anggota tim pemburu buronan pembunuhan ASN Bangkalan.
“Yang penting itu kan inisiatif sudah dari awal, inisiatif dari dana pribadi. Besarnya Rp20 juta,” kata Aipda Sigit, Jumat (10/07/2026).
Ruang Gerak Pelaku Dipersempit
Pengumuman hadiah tersebut disampaikan melalui akun TikTok Hellboy Polisi Langit Jatanras yang menampilkan foto terduga pelaku dengan tulisan “Pelaku Pembunuhan Bandara Juanda” disertai keterangan bahwa pemberi informasi yang valid akan memperoleh imbalan Rp20 juta.
Aipda Sigit menjelaskan keputusan membuka sayembara dilakukan untuk mempersempit ruang gerak pelaku yang hingga kini masih berhasil menghindari penangkapan.
“Jadi, pelaku semakin berpindah-pindah, akhirnya kami inisiatif, Mas. Inisiatif pribadi untuk mempersempit ruang pelaku bergerak,” ujarnya.
Dia berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga keberadaan pelaku segera diketahui aparat.
“Jadi biar semua netizen peduli. Kami mau mempersempit ruang gerak pelaku. Masalahnya kan dia masih ada yang nampung, pindah masih ada yang nampung. Nah, ini kan kalau viral sekalian kan ruang geraknya makin sempit,” katanya.
Kasus pembunuhan ASN Bangkalan tersebut menyita perhatian publik setelah korban, RYS, 50, yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Bangkalan, ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas Toyota Innova pelat merah M 1090 GP di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, pada 24 Juni 2026.
Dari hasil penyelidikan, polisi menetapkan Erlan sebagai terduga pelaku setelah mengumpulkan sejumlah alat bukti, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) dan keterangan saksi yang menunjukkan dia merupakan orang terakhir yang bersama korban sebelum jasad korban ditemukan.
Hingga kini, Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim bersama Polresta Sidoarjo masih terus memburu keberadaan Erlan di sejumlah wilayah. Polisi meyakini keterlibatan masyarakat melalui penyampaian informasi yang akurat akan membantu mempercepat penangkapan pelaku sekaligus menuntaskan pengungkapan kasus pembunuhan ASN Bangkalan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Khaesar
Editor: Dwi Lindawati








