BLITAR, Tugujatim.id – Evakuasi benda diduga bom pesawat udara aktif peninggalan era perang di aliran Sungai Lahar, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, berlangsung menegangkan, Kamis (09/07/2026). Benda diduga bom di Blitar tersebut hingga kini masih coba diangkat oleh petugas dari dasar sungai.
Proses evakuasi berlangsung mulai pukul 10.30 WIB. Hingga siang ini, tim gabungan dari Jibom Satbrimob Polda Jatim, BPBD, dan Polres Blitar Kota masih berjibaku di lokasi untuk mengangkat bom bersirip tersebut. Setiap upaya yang dilakukan di lapangan menuntut penuh kehati-hatian.
Polisi belum bisa menjelaskan secara detail spesifikasi benda diduga bom yang ditemukan di aliran sungai lahar tersebut. Namun, dari pengamatan di lapangan, benda mirip bom pesawat itu kondisinya sudah berkarat dengan ukuran diameter diperkirakan mencapai 80 sentimeter.
Baca Juga: Teror Ledakan Bom Molotov di Bantur Malang, Rumah Warga Rusak Jadi Sasaran Pelemparan
Kasi Humas Polres Blitar Kota AKP Sjamsul Anwar mengonfirmasi, fokus utama petugas saat ini adalah mensterilkan area dan mengangkat benda tersebut. Proses evakuasi sempat terkendala lantaran posisinya terimpit bebatuan besar di dasar sungai.
“Sedang dilakukan proses evakuasi dan pengangkatan. BPBD bersama Gegana berjibaku di aliran Sungai Lahar. Diduga benda masih aktif dan posisinya berada di bawah bebatuan,” ujar AKP Sjamsul Anwar kepada wartawan.
Berdasarkan pengamatan, ada sekitar 14 personel gabungan yang diterjunkan bertugas mengevakuasi. Mengenai lokasi pemusnahan (disposal) nantinya, pihak kepolisian belum bisa memastikan.
“Untuk lokasi disposal belum diketahui nanti di mana, sekarang kami fokus ke evakuasi dulu,” imbuhnya.
Kronologi Penemuan Berawal dari Berburu Ikan
Benda misterius berukuran besar ini pertama kali ditemukan pada Rabu (08/07/2026) oleh warga setempat bernama Oki Eka yang saat itu sedang mencari ikan di sungai.
“Awalnya saya lagi memanah ikan di Sungai Lahar. Pas lagi lihat ke bawah batu, ada benda besar tertancap yang punya empat sirip mirip bom. Karena takut, saya langsung naik, lapor ke RT biar diteruskan ke polisi,” kata Oki.
Khawatir benda diduga bom di Blitar tersebut dapat meledak sewaktu-waktu, warga langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian yang kemudian menerjunkan Tim Penjinak Bom (Jihandak) dari Kesatuan Brimob Polda Jatim Kompi Kediri.
Baca Juga: Olah TKP Perahu Nelayan Pasuruan Terbakar, Polisi Temukan Bom Molotov
Upaya pengangkatan sebenarnya sudah dicoba oleh Tim Jihandak Brimob sejak kemarin selama kurang lebih dua jam. Namun, sulitnya medan dan posisi bom yang tertanam sebagian membuat proses evakuasi manual sempat dihentikan demi keselamatan.
Kabag Ops Polres Blitar Kota Kompol Agus Tri mengatakan bahwa untuk melanjutkan proses evakuasi hari ini, petugas mengerahkan bantuan alat berat demi kelancaran pengangkatan benda tersebut.
Saat ini, garis polisi telah dipasang di sekitar lokasi guna mensterilkan area dari kerumunan warga yang penasaran dengan proses evakuasi tersebut.
“Warga kami imbau tidak mendekati garis polisi,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Luki Azhari
Editor: Dwi Lindawati







