Tugujatim.id – Bagi sebagian pelajar maupun mahasiswa, memahami materi pelajaran tidak selalu cukup hanya dengan membaca berulang kali. Meski sudah menghabiskan banyak waktu untuk belajar, masih ada yang kesulitan menjelaskan kembali konsep yang dipelajari atau mudah lupa ketika menghadapi ujian. Salah satu cara yang bisa dicoba yakni cara belajar dengan Teknik Feynman yang membantu seseorang memahami materi secara lebih mendalam.
Teknik Feynman merupakan metode belajar yang mengutamakan kemampuan menjelaskan kembali sebuah konsep menggunakan bahasa sederhana. Metode ini diperkenalkan oleh fisikawan peraih Nobel, Richard Feynman, yang dikenal memiliki cara berpikir kritis dalam memahami berbagai konsep ilmiah.
Melalui metode ini, seseorang tidak hanya dituntut untuk menghafal informasi, tetapi juga memastikan dirinya benar-benar memahami materi. Saat menemukan bagian yang sulit dijelaskan, hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa ada konsep yang perlu dipelajari kembali.
Berikut tujuh langkah menerapkan Teknik Feynman yang dapat dicoba saat belajar.
1. Pilih Satu Topik yang Ingin Dipelajari
Mulailah dengan memilih satu topik secara spesifik, misalnya sistem peredaran darah, hukum Newton, atau fotosintesis. Berfokus pada satu materi akan membantu proses belajar menjadi lebih terarah dibanding mempelajari banyak topik sekaligus.
Hindari memilih topik yang terlalu luas dalam satu waktu. Setelah benar-benar menguasai satu konsep, barulah beralih ke materi berikutnya.
2. Jelaskan Menggunakan Bahasa Sendiri
Setelah membaca materi, cobalah menjelaskan kembali menggunakan kalimat sendiri, seolah-olah sedang mengajarkannya kepada teman atau anak yang lebih muda. Cara ini membantu menguji apakah konsep tersebut benar-benar telah dipahami.
Jika masih bergantung pada kalimat yang sama persis seperti di buku atau slide presentasi, kemungkinan pemahaman terhadap materi tersebut masih belum mendalam.
Baca Juga : 4 Tips Belajar Efektif Pakai “Teknik Podomoro”, Nomor Empat Paling Sulit
3. Temukan Bagian yang Masih Membingungkan
Saat mencoba menjelaskan, biasanya akan muncul bagian yang terasa sulit diterangkan atau membuat ragu. Hal tersebut merupakan tanda bahwa masih ada konsep yang perlu dipelajari lebih lanjut.
Jangan langsung melewati bagian yang belum dipahami. Catat terlebih dahulu agar dapat dicari penjelasannya pada langkah berikutnya.
4. Pelajari Kembali dari Sumber Tepercaya
Buka kembali buku pelajaran, catatan, jurnal, atau sumber belajar tepercaya untuk memahami bagian yang masih membingungkan. Fokuslah pada alasan mengapa suatu konsep bekerja seperti itu, bukan sekadar menghafalkan definisinya.
Apabila satu sumber masih sulit dipahami, tidak ada salahnya mencari referensi lain yang menjelaskan konsep tersebut dengan cara berbeda.
5. Hubungkan dengan Contoh Sehari-hari
Mengaitkan materi dengan situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dapat membantu memahami konsep yang abstrak.
Sebagai contoh, aliran listrik dapat dianalogikan seperti aliran air di dalam pipa, sedangkan jantung dapat diibaratkan sebagai pompa yang mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Analogi seperti ini biasanya lebih mudah dipahami dan diingat.
6. Sederhanakan Penjelasan
Setelah menguasai konsepnya, coba susun kembali penjelasan menggunakan bahasa yang sederhana tanpa mengubah makna. Semakin mudah suatu materi dijelaskan kepada orang lain, semakin besar kemungkinan konsep tersebut benar-benar telah dipahami.
Namun, hindari menyederhanakan penjelasan secara berlebihan hingga menghilangkan bagian penting dari materi.
7. Ulangi Tanpa Melihat Catatan
Setelah merasa memahami materi, cobalah menjelaskan kembali tanpa membuka buku atau catatan. Apabila masih ada bagian yang terlupa atau sulit dijelaskan, ulangi proses belajar hingga dapat menjelaskan konsep tersebut secara runtut.
Tidak perlu terburu-buru mempelajari banyak materi sekaligus. Mengulang satu konsep hingga benar-benar dikuasai umumnya lebih efektif dibanding menghafal banyak materi dalam waktu singkat.
Dengan kata lain, tujuan utama Teknik Feynman bukan sekadar mengingat materi, tetapi memastikan seseorang benar-benar memahami konsep yang dipelajari. Jika masih ada bagian yang sulit dijelaskan tanpa melihat catatan, itu menjadi tanda bahwa materi tersebut perlu dipelajari kembali hingga lebih dikuasai.
Meski demikian, setiap orang memiliki cara belajar yang berbeda. Teknik Feynman dapat dipadukan dengan metode lain, seperti membuat rangkuman, mengerjakan latihan soal, atau berdiskusi dengan teman agar proses belajar menjadi lebih efektif sesuai kebutuhan masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Dewi Bulan/Magang
Editor: Mochamad Abdurrochim








