JAKARTA, Tugujatim.id – Penulis Surya Burhanuddin (Subur) menyerahkan buku trilogi karyanya kepada sastrawan, penyair, dan budayawan legendaris Indonesia, Taufiq Ismail, di kediamannya di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur, Minggu (12/07/2026).
Ketiga buku tersebut berjudul 30 Tahun Menuntun Ratusan Generasi Muda Menggapai Dunia, 32 Tahun Belajar dan Berkarya di PT Pupuk Sriwidjaja, serta 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny.
Kunjungan tersebut menjadi momen istimewa bagi Surya Burhanuddin sebagai penulis yang baru menerbitkan karya perdananya. Dia sengaja bersilaturahmi sekaligus mempersembahkan buku triloginya kepada salah satu tokoh sastra Indonesia yang selama puluhan tahun dikenal konsisten melahirkan karya-karya inspiratif.
Baca Juga: Tasyakuran 50 Tahun Pernikahan Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain, Penuh Kesan dan Menginspirasi
Surya Burhanuddin sendiri merupakan pensiunan BUMN PT Pupuk Sriwidjaja yang selama lebih dari 30 tahun juga dikenal aktif di bidang pendidikan.
Melalui kiprahnya, dia telah mengantarkan sekitar 700 pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di berbagai perguruan tinggi negeri di Malaysia.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu inspirasi yang dituangkan dalam buku 30 Tahun Menuntun Ratusan Generasi Muda Menggapai Dunia.
Dalam suasana yang hangat, Surya diterima langsung oleh Taufiq Ismail yang didampingi istrinya, Esiyati. Pertemuan berlangsung di ruang tamu yang dipenuhi tumpukan buku karya Taufiq Ismail, mencerminkan dedikasinya yang tak pernah lepas dari dunia literasi dan kepenulisan.
Subur Beberkan Latar Belakang Penulisan 3 Buku
Pada kesempatan itu, Surya memaparkan latar belakang penulisan ketiga bukunya. Dia menjelaskan bahwa masing-masing buku mengangkat perjalanan hidup yang berbeda.
Mulai dari pengalaman membina generasi muda selama tiga dekade, perjalanan karir selama 32 tahun di PT Pupuk Sriwidjaja, hingga kisah perjalanan rumah tangga bersama sang istri selama 50 tahun.

Taufiq Ismail, yang pada 25 Juni 2026 genap berusia 91 tahun, menyambut baik karya tersebut. Dia mengapresiasi tampilan buku yang dinilai menarik serta penyusunan isi yang sistematis. Kehadiran sinopsis dan struktur buku pada bagian awal juga dinilai memudahkan pembaca memahami gambaran isi sebelum memasuki setiap pembahasan.
Pertemuan yang berlangsung sekitar 45 menit itu juga diisi dengan diskusi ringan mengenai dunia kepenulisan, pengalaman hidup, dan pentingnya terus melahirkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bagi Surya, kesempatan bertemu langsung dengan salah satu sastrawan terbesar Indonesia menjadi pengalaman yang sangat berharga. Apresiasi yang diberikan Taufiq Ismail menjadi penyemangat baginya untuk terus menulis dan menghasilkan karya-karya baru di masa mendatang.
“Pertemuan ini menjadi motivasi besar bagi saya untuk terus berkarya. Semoga ke depan lahir karya-karya berikutnya yang dapat memberikan inspirasi dan manfaat bagi banyak orang,” ujar Surya.
Melalui buku trilogi tersebut, Surya berharap pengalaman hidup, perjalanan karir, pengabdian kepada generasi muda, serta nilai-nilai kehidupan yang dituangkannya dapat menjadi inspirasi bagi pembaca sekaligus memperkaya khazanah literasi Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








