JAKARTA, Tugujatim.id – Tasyakuran 50 tahun pernikahan Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain berlangsung penuh kesan, syukur, dan inspirasi di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (3 Mei 2026). Momen pernikahan emas ini menghadirkan suasana haru sekaligus kebersamaan yang hangat di tengah para tamu undangan.
Acara yang berlangsung sekitar tiga jam, mulai pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB tersebut menghadirkan sekitar 200 tamu dari berbagai latar belakang. Mereka terdiri dari rekan kerja dan atasan Surya selama 30 tahun berkarier di PT Pupuk Sriwidjaja, keluarga besar, anak didik yang kini sukses berkarier di luar negeri, hingga kolega dari komunitas Minang.
Suasana berlangsung gayeng dan penuh keakraban. Acara dipandu oleh pembawa acara Rianti Rozaliana, yang merupakan salah satu anak didikan Surya Burhanuddin. Dalam pembukaannya, Rianti menceritakan perjalanan hidupnya sebagai anak desa dari Lubuk Jantan, Sumatera Barat, yang 16 tahun lalu mendapat kesempatan kuliah di Malaysia.
“Alhamdulillah anak desa ini sekarang bekerja di perusahaan IT yang bermarkas di Singapura, juga menjadi dosen IT di Indonesia,” ujarnya saat memperkenalkan diri.
Rianti merupakan satu dari sekitar 700 pelajar Indonesia yang berhasil melanjutkan pendidikan ke Malaysia melalui perantara Surya Burhanuddin. Di usia 76 tahun, Surya memang aktif membantu generasi muda mengakses pendidikan luar negeri, terinspirasi dari keberhasilan tiga anaknya yang juga menempuh studi di Malaysia.
Dalam perayaannya, Surya tak henti-hentinya mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan panjang rumah tangganya bersama sang istri, Sjenny Jamain. Ia mengaku momen ini menjadi ajang silaturahmi yang mengingatkan kembali kenangan lama.
“Kesempatan seperti ini bertemu dengan senior, karib, dan kerabat bisa mengingatkan kenangan lama yang sempat terpendam,” ungkapnya.
Yang menarik, dalam acara tersebut Surya juga membagikan buku setebal 360 halaman kepada para tamu undangan. Buku tersebut ditulisnya sendiri sebagai rangkuman perjalanan hidup, karier, dan pengabdiannya selama puluhan tahun.
Surya juga menyampaikan terima kasih kepada mantan atasannya di PT Pupuk Sriwidjaja, Dr Ir Nanang Soesetyo Soetadji MM, yang turut hadir dalam acara tersebut. Menurutnya, sosok Nanang memiliki peran penting dalam perjalanan hidupnya.
“Beliau yang mewawancarai saya saat melamar kerja, menerima saya, dan memberi kepercayaan besar saat usia saya masih 25 tahun untuk memimpin proyek. Itu membangun keberanian hingga akhirnya membawa kesuksesan,” tuturnya.
Tak hanya itu, Nanang juga menjadi sosok yang memberi berbagai sekaligus memimpin doa saat pernikahan Surya 50 tahun lalu. Surya meyakini doa tersebut menjadi bagian dari keberlangsungan rumah tangganya hingga kini.
“Alhamdulillah doa beliau terkabul, kami bisa menjalani kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah,” imbuhnya.
Dalam Perayaannya, Nanang yang kini berusia 88 tahun turut mendoakan kesehatan bagi pasangan tersebut. Ia juga mengisyaratkan makna pernikahan sebagai bagian dari tanda kebesaran Tuhan.
“Di antara tanda-tanda kekuasaan Allah adalah menyatukan dua insan dalam kehidupan yang penuh ketenangan dan kasih sayang,” ujarnya.
Kesaksian dan Nilai Sosial
Pengusaha asal Surabaya, Firdaus HB, juga menyampaikan bukti tentang sosok Surya Burhanuddin yang dinilai memiliki kepedulian sosial tinggi. Menurutnya, Surya tidak hanya fokus pada dunia kerja, tetapi juga aktif membantu pendidikan anak-anak yang kurang mampu.
Ia menceritakan pengalaman saat bersama Surya memberangkatkan anak dari keluarga sederhana di Surabaya untuk melanjutkan pendidikan, bekerja sama dengan Wali Kota saat itu, Tri Rismaharini.
“Dari situ, kehidupan keluarga mereka berubah. Ini bukti nyata kepeduliannya,” katanya.
Kejutan dari Anak-anak
Dalam momen haru tersebut, ketiga anak Surya dan Sjenny turut hadir bersama keluarga masing-masing. Mereka memberikan kejutan berupa cincin pernikahan baru sebagai simbol cinta yang terus diperbarui.
“Ini sebagai simbol agar cinta antara dia berdua selalu baru,” ujar pembawa acara.
Anak ketiga pasangan ini juga telah sukses di bidang masing-masing, mulai dari sektor perhotelan internasional, energi, hingga posisi manajerial di perusahaan global.
Mewakili keluarga, Yanuar Maulana menyampaikan bahwa kedua orang tua adalah sosok pejuang, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi banyak orang lain.
“Bagi kami, orang tua kami adalah pejuang, bukan hanya untuk anak-anaknya, tapi juga untuk anak-anak lain di Indonesia,” tutupnya.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah yang diiringi alunan musik. Sejumlah tokoh turut hadir, termasuk para anak didik Surya yang telah sukses serta Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Irham Thoriq
Editor: Mochamad Abdurrochim








