MALANG, Tugujatim.id – TK Laboratorium UM menyelenggarakan Program Bilingual yang mengenalkan Bahasa Inggris sebagai bahasa asing pertama untuk siswa KB dan TK. Karena itu, guru TK Laboratorium UM belajar membuat buku cerita berbahasa Inggris dengan memanfaatkan AI.
Guru TK Laboratorium UM memakai media buku cerita karena menjadi sumber belajar yang penting bagi anak usia kelompok bermain (3-4 tahun) dan taman kanak-kanak (5-6 tahun). Melalui buku cerita, anak bisa belajar bahasa, kebiasaan baik, dan kepedulian lingkungan untuk pendidikan karakter.
Mereka terkendala salah satunya mengalami kurangnya buku cerita berbahasa Inggris yang cocok untuk tingkat KB dan TK. Karena itu, tim dosen Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan menggelar pelatihan membuat buku cerita berbahasa Inggris untuk siswa KB dan TK dengan menggunakan AI.
Para guru berlatih untuk mengembangkan ide cerita dari pengalaman hidup sehari-hari sesuai tema Sustainable Development Goals (SDGs) 3 (Kehidupan sehat dan kesejahteraan) selama 2 hari (8-9 Mei 2026).
Selain itu, mereka juga mengembangkan tema SDG 4 (Pendidikan berkualitas), SDG 5 (Kesetaraan gender), SDG 6 (Air bersih dan sanitasi layak), SDG 12 (Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab), dan SDG 13: Penanganan perubahan iklim. Para guru juga belajar membuat skrip cerita, menambahkan visualisasi dan suara sehingga menjadi buku cerita digital yang berisi teks, gambar, dan suara.
Pelatihan dosen UM ini diketuai oleh Dr Siti Muniroh (Departemen Prodi Pendidikan Inggris UM) yang bekerja sama dengan Dr Fauzi Akhbar Anugrah (dosen Prodi Biologi), Sibakhul Milad Malik Hidayatulloh (dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris), Alma Huwaida Ramadhani (dosen Prodi Bahasa dan Sastra Inggris). Pelatihan ini didanai oleh internal UM dengan tujuan mendukung implementasi nilai-nilai SDGs pada buku cerita anak-anak dalam bahasa Inggris.
Ketua tim dosen UM Dr Siti Muniroh menyampaikan bahwa melalui pembuatan buku cerita berbahasa Inggris, para guru diajak menanamkan nilai-nilai SDGs tersebut dalam cerita yang mendidik dan membangun karakter anak sejak dini dengan cara yang mudah dengan bantuan teknologi AI, di antaranya Gemini dan Canva.
“Para guru penting diajak menanamkan nilai SDGs dalam buku cerita untuk siswa KB-TK yang mendidik dan membangun karakter anak,” ujarnya.

Untuk hari pertama (8 Mei 2026), para guru TK Lab UM diajak untuk menyaksikan demonstrasi contoh produk luaran buku cerita dalam bentuk flipbook digital. Mereka diajarkan bagaimana mengembangkan ide cerita sederhana dari nilai-nilai SDGs dari pengalaman sehari-hari dalam konteks berbahasa Inggris misalnya kebiasaan mencuci tangan sebelum makan, makan sayur supaya sehat, tidur awal supaya badan segar, bermain bersama teman, dan mematikan kran untuk hemat air.
Para guru membuat draf cerita menggunakan template prompt AI yang sudah terstruktur serta demonstrasi pembuatan visual awal buku cerita melalui aplikasi Canva.
Pada hari kedua (9 Mei 2026), para guru fokus pada penyempurnaan hasil karya. Para guru mempresentasikan hasil kerja mereka, melakukan perbaikan naskah dan visual, serta diajak untuk menyaksikan bagaimana cara memasukkan suara ke dalam desain buku.
Kegiatan berlanjut dengan pengintegrasian buku cerita menjadi flip book digital, diakhiri dengan showcase hasil karya para guru. Guru-guru sangat antusias mengikuti pelatihan karena SDG sudah diterapkan di TK Lab UM.
Guru Sempat Terkendala Rancangan Visualisasi pada Cerita
Ayu, salah satu peserta pelatihan, mengatakan, TK Lab UM sudah pernah ikut lomba tema SDG di SEAMEO, namun belum berhasil menjadi juara. Dia mengatakan, pelatihan ini membawa harapan untuk bisa mendukung mereka dalam menyiapkan diri untuk berkompetisi dalam implementasi SDG di SEAMEO.
“Kami berharap pelatihan ini mendukung guru menyiapkan diri dalam berkompetisi di SEAMEO,” ujarnya.
Saat showcase di akhir pelatihan, para guru berhasil mengembangkan ide cerita sederhana dalam Bahasa Inggris, dilengkapi dengan visualisasi yang menarik dan suara. Di bawah ini adalah cuplikan hasil karya guru TK Lab UM. Para guru juga bisa memetakan target kata Bahasa Inggris yang akan diajarkan melalui buku cerita yang dibuat.
Salah satu kendala yang dihadapi adalah ketika merancang visualisasi pada cerita. Kadang gambar yang dihasilkan tidak konsisten, dan masalah ini teratasi dengan penggunaan prompt yang iteratif, berulang-ulang.
Baca Juga: LPPM UM Gelar Pleno Seleksi Jatim Melaju 2026, Dorong Kolaborasi Riset Antar Kampus di Jawa Timur
Para guru menunjukkan semangat dan kreativitas yang tinggi selama dua hari pelatihan. Bahkan, di akhir mereka mengatakan kurang lama pelatihannya, karena merasa bahwa pelatihan pengembangan digital storytelling ini sangat relevan dengan kebutuhan mengajar di KB dan TK yang menggunakan gambar dan suara untuk mendukung para siswa belajar Bahasa Inggris.
Kendala yang lain adalah intonasi yang datar ketika mengisi suara dengan AI. Para guru diajari untuk mengatur kecepatan dan jenis suara untuk membacakan narasi yang sudah dibuat. Buku yang dibuat para guru juga bisa dijadikan video melalui aplikasi zoom.
Dari evaluasi kegiatan, para guru mengharapkan pelatihan asplikasi AI yang lebih mendalam untuk bisa membuat Digital Storytelling yang lebih kompleks. Pelatihan dua hari menurut mereka masih kurang. Tindak lanjut usai pelatihan adalah penyempurnaan karya guru yang akan didampingi Tim dosen. Kedepannya karya guru ini dikompilasi menjadi buku yang ber ISBN.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Siti Muniroh, Fauzi Akhbar Anugrah , Sibakhul Milad Malik Hidayatulloh, Alma Huwaida Ramadhani, Bagas Nadiansah, Azki, Saffanatus Sakifah (Guru TK Lab UM)
Editor: Dwi Lindawati








