MALANG, Tugujatim.id – Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang (FK UM) meneliti soal profil kesehatan remaja putri sebagai upaya mendukung pengembangan program kesehatan promotif dan preventif berbasis bukti. Penelitian FK UM tersebut dilaksanakan di SMKN 2 Malang pada 2–3 Juli 2026 dengan melibatkan 90 siswi kelas X dan XII.
Riset FK UM yang diketuai Dessy Amelia SKeb Bd MKes ini mengangkat tema penelitian “Hubungan antara Komposisi Tubuh, Kualitas Tidur, Aktivitas Fisik, dan Variabilitas Denyut Jantung (Heart Rate Variability/HRV) pada Remaja Perempuan”.
Baca Juga: Dosen UM Latih Guru Asy-Syadzili Malang Membuat Tes Interaktif Bahasa Arab Berbasis AI
Penelitian dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya gaya hidup sedentari di kalangan remaja, tingginya penggunaan perangkat digital, serta menurunnya kualitas tidur yang berpotensi memengaruhi kondisi fisik maupun kesehatan kardiovaskular.
Berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa peningkatan kadar lemak tubuh, rendahnya aktivitas fisik, dan kualitas tidur yang buruk berkaitan dengan penurunan Heart Rate Variability (HRV), yakni indikator keseimbangan sistem saraf otonom yang berhubungan dengan kesehatan jantung.

Dalam penelitian ini, tim menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Tujuannya untuk menganalisis hubungan antara komposisi tubuh, kualitas tidur, aktivitas fisik, serta HRV yang diukur melalui indeks pulse pressure sebagai dasar penyusunan program kesehatan remaja yang lebih efektif.
Hasil pengukuran menunjukkan sebanyak 67,6 persen responden memiliki kualitas tidur yang tergolong cukup baik. Sementara 32,2 persen lainnya masih memiliki kualitas tidur yang buruk berdasarkan pengukuran menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI).
Pada aspek aktivitas fisik yang diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), sebanyak 36,7 persen siswi berada pada kategori aktivitas sedang, 35,6 persen termasuk kategori rendah, dan 27,8 persen memiliki aktivitas fisik tinggi.

Sementara itu, tingkat kebugaran yang dinilai melalui International Fitness Scale (IFIS) menunjukkan 62 persen responden berada pada kategori sedang dan 30,8 persen berada pada kategori baik.
Untuk mengetahui kondisi komposisi tubuh, tim peneliti menggunakan metode Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Adapun indikator kesehatan kardiovaskular dianalisis melalui nilai pulse pressure dengan rata-rata mencapai 33,14 mmHg.
Ketua tim peneliti Dessy Amelia SKeb Bd MKes menjelaskan bahwa riset FK UM ini memiliki keunggulan karena mengintegrasikan empat indikator penting kesehatan remaja perempuan, yaitu komposisi tubuh, kualitas tidur, aktivitas fisik, dan indikator fisiologis kardiovaskular dalam satu penelitian.
“Riset ini memiliki keunggulan ada 4 indikator pada kesehatan remaja perempuan,” ujarnya.
Baca Juga: Dorong Transformasi Pendidikan, LPPM UM Wujudkan Pengabdian Lewat Workshop AI di SMPN 8 Malang
Selain menggunakan instrumen kuesioner yang telah tervalidasi secara ilmiah, penelitian juga dilengkapi dengan pengukuran fisiologis terstandarisasi sehingga menghasilkan data yang lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Penelitian ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Data yang dihasilkan diharapkan menjadi dasar dalam menyusun program promosi kesehatan, langkah pencegahan penyakit, hingga pengembangan kebijakan kesehatan remaja berbasis bukti.
Saat ini tim peneliti masih melakukan analisis hubungan antarvariabel sehingga hasil analisis inferensial belum dipublikasikan.
Meski demikian, pihak SMKN 2 Malang telah menyatakan akan memanfaatkan temuan awal penelitian tersebut sebagai bahan penyusunan program kesehatan remaja di sekolah, sekaligus menjadi acuan dalam melakukan pemantauan kondisi kebugaran siswi bersama orang tua. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Dwi Lindawati








