• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
MBG di Bangsalsari.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak sekaligus Tim Satgas MBG, Akhmad Helmi Luqman saat ditemui awak media pada Kamis (16/07/2026) (Foto: Istimewa)

Puluhan Siswa Diduga Keracunan MBG di Bangsalsari Jember, Satgas Temukan Tiga Persoalan di SPPG Karangsono

Dwi Linda by Dwi Linda
9 seconds ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten Jember bergerak cepat menangani dugaan keracunan yang diduga berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bangsalsari. Puluhan siswa TK dan SD dilaporkan mengalami gangguan pencernaan setelah mengonsumsi MBG di Bangsalsari dari salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangsono.

Selain anak-anak, seorang warga juga dilaporkan mengalami gejala serupa usai menyantap menu yang sama.

You might also like

Cuaca Jawa Timur.

Udara Kabur Dominasi Cuaca Jawa Timur 17 Juli 2026, Sinyal Variabilitas Makin Kontras dan Perlu Diwaspadai

17/07/2026 7:03 AM
Kota Malang

Sopir Angkot Kota Malang Tolak Rencana Bus Trans Jatim Koridor 2, Sampaikan Aspirasi ke DPRD

16/07/2026 9:30 PM

Ketua Satgas MBG Kabupaten Jember Achmad Imam Fauzi mengatakan laporan dugaan keracunan diterima dari Koordinator MBG Kecamatan Bangsalsari sehari setelah kejadian.

“Bupati menyesalkan kejadian tersebut,” ujar Achmad Imam Fauzi dalam keterangan tertulis, Kamis (16/07/2026).

Baca Juga: Pemkab Jember Gerak Cepat Tangani Dugaan Keracunan MBG di Bangsalsari

Menurut dia, bupati menginstruksikan agar seluruh korban segera mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik secara gratis. Selain itu, camat diminta turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi korban sekaligus mengamankan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan.

“Hari ini (kemarin) tim satgas turun ke lapangan untuk meninjau mendalam. Kami ingin memastikan dan mengidentifikasi secara detail apa yang menjadi penyebab utama dari insiden ini agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” katanya.

Satgas Temukan Tiga Persoalan di SPPG

Menindaklanjuti laporan tersebut, Satgas MBG bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dinas Kesehatan, serta puskesmas setempat melakukan inspeksi ke SPPG Karangsono, Kecamatan Bangsalsari pada Kamis (16/07/2026).

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak sekaligus Tim Satgas MBG Akhmad Helmi Luqman mengatakan pemeriksaan awal menemukan sedikitnya tiga persoalan yang menjadi perhatian.

Persoalan pertama berkaitan dengan waktu konsumsi makanan. Menurut Helmi, menu MBG di Bangsalsari yang dibagikan merupakan makanan basah yang seharusnya langsung dikonsumsi setelah diterima.

“Berdasarkan aturan, jeda waktu antara penyajian hingga dikonsumsi tidak boleh melebihi empat jam. Namun di lapangan makanan dibawa pulang, dipanaskan kembali, lalu baru dikonsumsi pada sore hingga malam hari,” ujarnya.

Temuan kedua berkaitan dengan penyimpanan bahan baku makanan. Tim menemukan sebagian bahan pangan disimpan dalam kondisi terbuka sehingga berpotensi meningkatkan risiko kontaminasi bakteri maupun menurunkan standar higienitas. Sementara persoalan ketiga menyangkut administrasi fasilitas pengolahan limbah.

“Dari hasil evaluasi diketahui izin Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) masih dalam proses pengajuan di dinas kesehatan dan belum resmi terbit,” kata Helmi.

Meski demikian, dia menegaskan seluruh temuan tersebut masih bersifat awal. Penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang telah diamankan.

Korban Alami Diare dan Muntah

Berdasarkan data Satgas MBG, sebanyak 27 anak menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya Puskesmas Sukorejo, Puskesmas Paleran, RS Balung, serta beberapa klinik swasta.

Helmi mengatakan berdasarkan keterangan orang tua pasien, kondisi makanan saat pertama kali diterima tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

“Waktu ibunya memeriksa makanan itu, tidak ada tanda-tanda yang aneh. Sama sekali tidak bau, tidak basi, dan tidak ada kelainan apa pun pada fisiknya,” ujarnya.

Namun beberapa jam setelah dikonsumsi, anak mulai mengalami gangguan kesehatan.

“Setelah beberapa jam, anak ini mulai mengalami diare. Badannya juga sempat panas tinggi, lalu disusul dengan muntah-muntah. Melihat kondisi itu, orang tuanya langsung membawa anak tersebut ke puskesmas terdekat,” jelas Helmi.

Dia menambahkan, hasil pemeriksaan awal dari tenaga medis menunjukkan sebagian besar pasien mengalami gejala gangguan saluran pencernaan.

“Secara garis besar, diagnosis sementara dari pihak medis menunjukkan gejala muntaber atau muntah dan berak. Untuk penyebab pastinya, tim kesehatan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Baca Juga: Harga Sembako Turun saat MBG Libur, DPRD Kota Malang Minta Pemkot Jaga Stabilitas

Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Keracunan MBG di Bangsalsari.
Satgas MBG Jember menghentikan sementara operasional SPPG Karangsono (Foto: Istimewa)

Sebagai langkah antisipasi, Satgas MBG memutuskan menghentikan sementara operasional SPPG Karangsono hingga seluruh proses pemeriksaan laboratorium selesai dilakukan.

Penghentian sementara juga dimaksudkan agar pengelola dapat melakukan pembenahan terhadap sistem higienitas, kualitas penyajian makanan, serta melengkapi persyaratan administrasi, termasuk izin IPAL.

Di sisi lain, Satgas MBG meminta seluruh puskesmas melakukan penyisiran ke rumah-rumah warga yang mengonsumsi paket MBG pada hari kejadian untuk mengantisipasi adanya korban yang belum mendapatkan penanganan.

“Kami minta tim puskesmas terus melakukan screening ke rumah-rumah warga yang kemarin mengonsumsi MBG. Pasien yang dirawat juga tidak diperbolehkan pulang sebelum kondisinya benar-benar pulih dan dinyatakan sehat oleh dokter,” tegas Helmi.

Pemerintah Kabupaten Jember memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung penuh oleh pemerintah sesuai arahan Bupati Jember, sehingga masyarakat tidak dikenakan biaya selama menjalani perawatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer : M. Imron Fauzi

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Jember hari iniKabupaten Jember hari iniKeracunan MBG di Bangsalsari JemberSatgas MBG Kabupaten JemberWarga Jember keracunan MBG
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Cuaca Jawa Timur.

Udara Kabur Dominasi Cuaca Jawa Timur 17 Juli 2026, Sinyal Variabilitas Makin Kontras dan Perlu Diwaspadai

by Dwi Linda
17/07/2026 7:03 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca Jawa Timur pada Jumat (17/07/2026) menunjukkan kondisi yang cukup dinamis, dengan dominasi udara kabur yang terpantau di...

Kota Malang

Sopir Angkot Kota Malang Tolak Rencana Bus Trans Jatim Koridor 2, Sampaikan Aspirasi ke DPRD

by Mochamad Abdurrochim
16/07/2026 9:30 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Puluhan sopir angkutan kota (angkot) dari berbagai paguyuban di Kota Malang menyampaikan penolakan terhadap rencana operasional Bus...

TNI AD

Gudang Pusat Amunisi TNI AD di Madiun Meledak, Berikut Kronologi Kejadian dan Korban Tewas

by Mochamad Abdurrochim
16/07/2026 8:55 PM
0

MADIUN, Tugujatim.id – Gudang Amunisi II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, meledak pada...

Banjir rob Surabaya.

Prediksi BMKG Banjir Rob Surabaya Masih Mengintai hingga 17 Juli, Warga Pesisir Diminta Waspada

by Dwi Linda
16/07/2026 2:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak memperkirakan banjir rob Surabaya kemungkinan masih akan berlanjut...

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID