• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi gelombang tinggi/tugu jatim

Ilustrasi gelombang tinggi. (Foto: Edited/Nathasya)

BMKG Minta Warga Waspada Tsunami 28 Meter di Pacitan Jawa Timur

Herlianto A by Herlianto A
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Jagad maya sedang ramai membicarakan potensi tsunami setinggi 28 meter dengan waktu tiba 29 menit. Tsunami ini diprediksi menyapu daratan sejauh 6 km di Pacitan, Jawa Timur.

Hal itu diungkap Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati. Dia mengimbau Pemerintah Daerah Pacitan memersiapkan skenario terburuk atas tsunami dan gempa yang berpotensi terjadi di daerah itu.

You might also like

Specta Flora Festival.

BALOGA Jadi Tuan Rumah Specta Flora Festival 2026, Perkuat Kota Batu sebagai Kota Florikultura

03/07/2026 6:11 PM
PT Unicomindo.

Sengketa Sampah Berlanjut, PT Unicomindo Tagih Utang Pemkot Surabaya Rp104,24 M lewat Surat Peringatan

03/07/2026 3:06 PM

“Berdasarkan hasil penelitian, wilayah pantai Pacitan memiliki potensi tsunami setinggi 28 meter dengan estimasi waktu tiba sekitar 29 menit. Adapun tinggi genangan di darat berkisar antara 15-16 meter dengan potensi jarak genangan mencapai 4-6 kilometer dari bibir pantai,” kata Dwikorita, seperti diberitakan Minggu (12/9/2021).

Berdasarkan hasil analisa BMKG, warga Pacitan punya waktu sekitar setengah jam untuk mengungsi ke lokasi aman jika tsunami terjadi. Adapun lokasi pengungsian yang aman berjarak cukup jauh, yakni 4 kilometer dari bibir pantai Pacitan.

“Untuk masyarakat yang berada di pantai, tidak perlu menunggu perintah, aba-aba, atau sirine, segera lari karena waktu yang dimiliki hanya sekitar 29 menit. Sedangkan jarak tempat yang aman yang lebih tinggi cukup jauh,” jelas Dwikorita.

Ia menerangkan prediksi ini bersifat potensi yang bisa saja terjadi atau tidak. Namun, masyarakat dan Pemda diminta harus siap dengan skenario terburuk itu.

“Dengan skenario terburuk ini, pemerintah daerah bersama-sama masyarakat bisa lebih maksimal mempersiapkan upaya mitigasi yang lebih komprehensif,” tutur Dwikorita.

“Jika masyarakat terlatih, maka tidak ada istilah gugup dan gagap saat bencana terjadi. Begitu gempa terjadi, baik masyarakat maupun pemerintah sudah tahu apa-apa saja yang harus dilakukan dalam waktu yang sangat terbatas tersebut,” sambung dia.

Lebih lanjut, mantan Rektor UGM tersebut merekomendasikan agar pemerintah daerah menyiapkan dan menambah jalur-jalur evakuasi lengkap dengan rambu-rambu di zona merah menuju zona hijau. Juga, harus lebih cermat dan tepat dalam memperhitungkan jumlah dan lokasi jalur evakuasi yang dibutuhkan.

Sementara itu, Kepala Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan bahwa BMKG memberi peringatan  karena daerah itu rawan tsunami dan gempa.

“Sebagai daerah yang berhadapan dengan zona sumber gempa megathrust, wilayah Pacitan merupakan daerah rawan gempa dan tsunami,” katanya pada Selasa (14/9/2021).

Daryono melanjutkan bahwa wilayah selatan Pacitan merupakan bagian dari zona aktif gempa di Jawa Timur yang mengalami peningkatan aktivitas kegempaan.

“Di wilayah ini pada beberapa tahun terakhir sering terjadi aktivitas gempa signifikan yang guncangannya dirasakan masyarakat,” jelas Daryono.

Dari hasil kajiannya, potensi magnitudo maksimum gempa megathrust selatan Jawa Timur adalah 8,7. Nilai magnitudo gempa tersebut oleh tim kajian BMKG, dijadikan sebagai input pemodelan tsunami untuk wilayah Pacitan dengan menggunakan data batimetri dasar laut Samudra Hindia dan data topografi pesisir Kabupaten Pacitan.

“Pemodelan juga sudah menggunakan data tutupan lahan, selanjutnya dilakukan running program pemodelan tsunami sehingga diketahui nilai ketinggian tsunami, zona genangan tsunami dan jauhnya landaan tsunami, serta waktu tiba tsunami di pantai,” terang Daryono.

Tags: BencanaBMKGgempaPacitanTsunsmi Besar
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Specta Flora Festival.

BALOGA Jadi Tuan Rumah Specta Flora Festival 2026, Perkuat Kota Batu sebagai Kota Florikultura

by Dwi Linda
03/07/2026 6:11 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Specta Flora Festival (SFF) 2026 yang digelar di Batu Love Garden (BALOGA) menjadi ajang kolaborasi untuk mengangkat...

PT Unicomindo.

Sengketa Sampah Berlanjut, PT Unicomindo Tagih Utang Pemkot Surabaya Rp104,24 M lewat Surat Peringatan

by Dwi Linda
03/07/2026 3:06 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - PT Unicomindo kembali menagih kewajiban pembayaran sebesar Rp104,24 miliar kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Penagihan dilakukan melalui...

Curanmor

Polda Jatim: Waspadai Modus Curanmor Diangkut Pikap hingga Pelaku Menyamar Saat Beribadah

by Mochamad Abdurrochim
03/07/2026 2:04 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus baru pencurian kendaraan...

Jawa Timur

Udara Kabur Disertai Kelembapan Ekstrem Hingga 99 Persen, Cuaca Jawa Timur Picu Risiko Lingkungan dan Kesehatan

by Mochamad Abdurrochim
03/07/2026 9:02 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Jumat (03/07/2026) tidak hanya didominasi udara kabur, tetapi juga ditandai oleh tingkat kelembapan...

Next Post
Lebih dari 1.400 lumba-lumba dibantai di Kepulauan Faroe pada Minggu (12/9/2021)/tugu jatim

Pembantaian 1.400 Lebih Lumba-Lumba di Kepulauan Faroe

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID