Pembantaian 1.400 Lebih Lumba-Lumba di Kepulauan Faroe

Pembantaian 1.400 Lebih Lumba-Lumba di Kepulauan Faroe

  • Bagikan
Lebih dari 1.400 lumba-lumba dibantai di Kepulauan Faroe pada Minggu (12/9/2021)/tugu jatim
Lebih dari 1.400 lumba-lumba dibantai di Kepulauan Faroe pada Minggu (12/9/2021). (Foto: Screenshoot video CNNIndonesia)

KEPULAUAN FAROE, Tugujatim.id – Lebih dari 1.400 lumba-lumba dibantai dalam perburuan di Kepulauan Faroe pada akhir pekan lalu, Minggu (12/9/2021). Peristiwa ini diyakini memecahkan rekor dan dianggap sebagai pembantaian terbesar sepanjang masa.

Kepulauan Faroe adalah daerah sekelompok pulau di Samudra Atlantik Utara yang terletak di antara Skotlandia dan Islandia. Kepulauan Faroe berstatus wilayah otonomi Kerajaan Denmark.

Kegiatan perburuan di Faroe merupakan tradisi yang disebut Grindadrap dan sudah bertahan selama 1.000 tahun. Pada tradisi kali ini, lumba-lumba atau paus digiring dari tengah laut ke perairan dangkal menggunakan perahu motor, kemudian dibantai dengan pisau secara masal oleh warga yang sudah menanti di pinggir pantai.

Tubuh lumba-lumba yang telah mati ditarik ke darat. Daging dan lemaknya diambil dan dibagikan kepada penduduk untuk dikonsumsi.

Melansir dari Whaling.fo, rata-rata sekitar 600 paus pilot ditangkap setiap tahunnya di daerah tersebut.Tradisi sadis ini menjadi sorotan dunia dan menuai protes dari kelompok hak asasi hewan.

Biasanya, tradisi berburu ini dilakukan terhadap paus. Namun, tahun ini yang diburu adalah lumba-lumba sisi putih atau white-side dolphin. Apalagi tahun ini adalah perburuan terbesar yang pernah ada dalam sejarah.

  • Bagikan