• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Bupati Malang H.M. Sanusi. (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Bupati Malang H.M. Sanusi. (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Bupati Sanusi Pertegas Tak Pernah Beri Izin Rombongan Wali Kota Malang Masuk Pantai

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Bupati Malang H.M. Sanusi memberikan tanggapannya atas viralnya video rombongan Pemkot Malang saat gowes di jalur lintas selatan (JLS) yang diduga memaksa masuk area wisata Pantai Kondang Merak di Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Sanusi menampik dugaan jika Pemkab Malang memberikan izin kepada rombongan yang dipimpin Wali Kota Malang Sutiaji tersebut.

“Kami tidak pernah memberikan izin untuk membuka (Pantai Wisata Kondang Merak). Dinas pariwisata belum ada izin juga,” tegasnya saat dikonfirmasi pada Selasa (21/09/2021).

You might also like

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

04/06/2026 1:57 PM
Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

04/06/2026 1:00 PM

Sanusi juga menegaskan jika status Pantai Kondang Merak masih tutup untuk sementara selama PPKM. Sebab, menurut dia, Kabupaten Malang masih masuk Level 3.

“Forkopimda Kabupaten Malang tidak pernah mengeluarkan izin agar tempat wisatanya dibuka. Semua objek wisata ditutup sementara,” ujarnya.

Sebelumnya, Sekda Kota Malang Erik Setyo Santoso menjelaskan bahwa ada miskomunikasi dan miskoordinasi dengan satgas Covid-19 setempat (Kabupaten Malang) terkait izin saat hendak masuk Pantai Kondang Merak karena terkendala sinyal.

Dia menjelaskan, dua hari sebelumnya pihaknya telah meminta izin untuk transit di Pantai Kondang Merak. Namun, saat hendak masuk, pihaknya terkendala sinyal hingga kesulitan untuk membuktikan bahwa telah meminta izin kepada pengelola wisata.

Pada saat pihaknya memberikan penjelasan kepada satgas Covid-19, menurut dia, terjadi salah paham hingga menjadi bahan perdebatan publik.

“Dalam konteks ini pastinya kami benar-benar menyampaikan permintaan dan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya,” tuturnya.

Pihaknya juga memberikan pembantahan terkait adanya upaya rombongan gowes memaksa masuk ke Pantai Kondang Merak.

“Tidak ada memaksa masuk sama sekali, tidak ada,” ucapnya.

Tags: Bupati Malang SanusiKabupaten MalangPemkot Malangvideo viral
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Probolinggo.

Lukai Diri Sendiri, Perawat RS di Probolinggo Rekayasa Dibegal demi Tutupi Jual Motor sang Ayah

by Dwi Linda
04/06/2026 12:32 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kasus dugaan pembegalan yang sempat menghebohkan warga Kabupaten Probolinggo akhirnya terungkap. Seorang perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan...

Harga telur di Bojonegoro.

Harga Telur di Bojonegoro Merosot 3 Hari Berturut-turut, Pedagang Untung Peternak Buntung

by Dwi Linda
04/06/2026 12:03 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Bojonegoro merosot dalam beberapa hari terakhir. Kondisi harga...

Next Post
Kediaman korban R, warga Kecamatan Sukun, Kota Malang, yang dipasangi police line. (Foto: M. Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Ditemukan Tewas, Perempuan asal Sukun Malang Diduga Dibunuh Suami 

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID