• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Suasana jembatan Kampung Warna Warni di Jodipan Kota Malang, kampung tematik yang kini tak lagi beroperasi karena terhantam pandemi Covid-19. (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Suasana jembatan Kampung Warna Warni di Jodipan Kota Malang, kampung tematik yang kini tak lagi beroperasi karena terhantam pandemi Covid-19. (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Kampung Tematik di Malang Tergulung Pandemi, Tutup Akibat Aturan PPKM

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in News, Wisata
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Wisata kampung tematik di Kota Malang seakan terus tergulung badai pandemi Covid-19. Para pengelola dan warga harus berpuasa dann berhenti beroperasional sejak pemberlakuan PPKM Darurat hingga saat ini Kota Malang tetap dalam PPKM Level 3.

Salah satu kampung tematik yang mengalami hal ini yaitu Kampung Warna Warni Kota Malang. Mereka harus mengencangkan ikat pinggang, menanti izin operasional untuk turun. Nihil pemasukan membuat beberapa pekerjanya terpontang panting mencari pemasukan lain.

You might also like

Kecelakaan kerja

Kecelakaan Kerja di SIG Tuban, Pekerja Terluka Diduga Akibat Ledakan Trafo

07/07/2026 8:00 AM
Jawa Timur

Prediksi Cuaca Jawa Timur Selasa 7 Juli 2026, BMKG Peringatkan Waspada Angin Kencang

07/07/2026 6:52 AM

Pengelola Kampung Warna Warni Kota Malang, Soni Parin menjelaskan bahwa puluhan pedagang yang menggantungkan hidup dari animo pengunjung Kampung Warna Warni kini mengalami kesulitan ekonomi.

Pemandangan anak-anak warga setempat bermain di Kampung Warna Warni Kota Malang yang kini tak beroperasi. (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Pemandangan anak-anak warga setempat bermain di Kampung Warna Warni Kota Malang yang kini tak beroperasi. (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

“Warga yang biasanya jualan ya gak bisa jualan, ekonominya ya jeblok. Adanya pandemi ini kacau lah perekonomian di sini. Masalah ekonomi kita amburadul,” ujarnya, Minggu (26/9/2021).

Menurutnya, pembatasan kegiatan masyarakat dalam aturan PPKM sangat berdampak pada masyarakat kecil. Meski masalah kesehatan menjadi prioritas, namun perekonomian sektor pariwisata terabaikan.

“Kita sekarang ini hidup di negara yang merdeka tapi sepertinya kayak tidak merdeka,” ucapnya.

Dia juga mengatakan bahwa selama ditutup, wisata Kampung Warna Warni tak pernah mendapat bantuan dari pemerintah untuk sekedar melakukan perawatan.

“Ada bansos, sembako dari pemerintah untuk warga, dari swasta juga ada. Tapi ya gak merata. Kalau untuk khusus wisata gak ada bantuan sama sekali,” paparnya.

Untuk itu, pihaknya hanya melakukan perawatan dengan dana swadaya warga sendiri dan seadanya. Disebutkan, Kampung Warna Warni hanya menjual keindahan warna sehingga harus dilakukan peremajaan jika ada gambar atau cat yang kusam.

“Ada perawatan tapi ya semampunya. Misal ada gambar yang rusak, kalau warga ada yang bisa gambar ya digambar sendiri. Karena untuk operasional kita juga butuh dana, sedangkan kita gak ada pemasukan sama sekali,” jelasnya.

Dia berharap pemerintah bisa memberikan perhatian lebih kepada sektor pariwisata terutama kampung tematik di Kota Malang yang kini tengah menanti izin operasional diterbitkan.

“Kami juga berharap pandemi segera pergi, supaya normal seperti biasa. Sehingga kita kerja apapun bisa bebas seperti awal awal dulu,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Olahraga, Kepemudaan dan Pariwisata Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni mengatakan bahwa memang tempat wisata di Kota Malang masih ditutup lantaran masih PPKM Level 3.

“Kampung tematik belum diizinkan beroperasi, destinasi masih ditutup,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan bahwa memang belum ada bantuan untuk pelaku usaha pariwisata di Kota Malang lantaran memang tak ada anggarannya.

Sementara untuk estimasi rencana pembukaan maupun uji coba tempat wisata di Kota Malang menurutnya, akan menyesuaikan dengan Surat Edaran Wali Kota Malang. “Kita sesuaikn dengan SE Wali Kota yang mengacu pada Inmendagri,” ucapnya.

 

Tags: Kota MalangMalang
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Kecelakaan kerja

Kecelakaan Kerja di SIG Tuban, Pekerja Terluka Diduga Akibat Ledakan Trafo

by Mochamad Abdurrochim
07/07/2026 8:00 AM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Kecelakaan kerja terjadi di area pabrik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban, Jawa Timur, Senin...

Jawa Timur

Prediksi Cuaca Jawa Timur Selasa 7 Juli 2026, BMKG Peringatkan Waspada Angin Kencang

by Mochamad Abdurrochim
07/07/2026 6:52 AM
0

Tugujatim.id - Prakiraan Cuaca di Jawa Timur pada Selasa, 7 Juli 2026, menunjukkan dominasi udara kabur yang tidak bisa dipandang...

Pasar Legi.

Pedagang Pasar Legi Blitar Menjerit Sepi Pembeli, Omzet Merosot Minta Pemkot Gerak Cepat

by Dwi Linda
06/07/2026 10:07 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Kondisi Pasar Legi Kota Blitar kian memprihatinkan. Pusat perbelanjaan tradisional yang dulunya menjadi urat nadi perekonomian warga...

Kuliner malam Malang.

Ramai hingga Tengah Malam, Deretan Kuliner Malam Malang Favorit Ini Selalu Diburu

by Dwi Linda
06/07/2026 9:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kuliner malam Malang seolah punya aturan tak tertulis. Makin malam, makin banyak godaan makanan yang bikin susah...

Next Post
Taman Rekreasi Selecta, salah satu destinasi wisata di Kota Batu yang resmi dibolehkan uji coba buka karena telah melengkapi diri dengan sertifikasi CHSE dan aplikasi PeduliLindungi. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Semua Tempat Wisata di Kota Batu Didorong Punya Sertifikat CHSE

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID