Kampung Tematik di Malang Tergulung Pandemi, Tutup Akibat Aturan PPKM - Tugujatim.id

Kampung Tematik di Malang Tergulung Pandemi, Tutup Akibat Aturan PPKM

  • Bagikan
Suasana jembatan Kampung Warna Warni di Jodipan Kota Malang, kampung tematik yang kini tak lagi beroperasi karena terhantam pandemi Covid-19. (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Wisata kampung tematik di Kota Malang seakan terus tergulung badai pandemi Covid-19. Para pengelola dan warga harus berpuasa dann berhenti beroperasional sejak pemberlakuan PPKM Darurat hingga saat ini Kota Malang tetap dalam PPKM Level 3.

Salah satu kampung tematik yang mengalami hal ini yaitu Kampung Warna Warni Kota Malang. Mereka harus mengencangkan ikat pinggang, menanti izin operasional untuk turun. Nihil pemasukan membuat beberapa pekerjanya terpontang panting mencari pemasukan lain.

Pengelola Kampung Warna Warni Kota Malang, Soni Parin menjelaskan bahwa puluhan pedagang yang menggantungkan hidup dari animo pengunjung Kampung Warna Warni kini mengalami kesulitan ekonomi.

Pemandangan anak-anak warga setempat bermain di Kampung Warna Warni Kota Malang yang kini tak beroperasi. (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Pemandangan anak-anak warga setempat bermain di Kampung Warna Warni Kota Malang yang kini tak beroperasi. (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

“Warga yang biasanya jualan ya gak bisa jualan, ekonominya ya jeblok. Adanya pandemi ini kacau lah perekonomian di sini. Masalah ekonomi kita amburadul,” ujarnya, Minggu (26/9/2021).

Menurutnya, pembatasan kegiatan masyarakat dalam aturan PPKM sangat berdampak pada masyarakat kecil. Meski masalah kesehatan menjadi prioritas, namun perekonomian sektor pariwisata terabaikan.

“Kita sekarang ini hidup di negara yang merdeka tapi sepertinya kayak tidak merdeka,” ucapnya.

Dia juga mengatakan bahwa selama ditutup, wisata Kampung Warna Warni tak pernah mendapat bantuan dari pemerintah untuk sekedar melakukan perawatan.

“Ada bansos, sembako dari pemerintah untuk warga, dari swasta juga ada. Tapi ya gak merata. Kalau untuk khusus wisata gak ada bantuan sama sekali,” paparnya.

Untuk itu, pihaknya hanya melakukan perawatan dengan dana swadaya warga sendiri dan seadanya. Disebutkan, Kampung Warna Warni hanya menjual keindahan warna sehingga harus dilakukan peremajaan jika ada gambar atau cat yang kusam.

“Ada perawatan tapi ya semampunya. Misal ada gambar yang rusak, kalau warga ada yang bisa gambar ya digambar sendiri. Karena untuk operasional kita juga butuh dana, sedangkan kita gak ada pemasukan sama sekali,” jelasnya.

Dia berharap pemerintah bisa memberikan perhatian lebih kepada sektor pariwisata terutama kampung tematik di Kota Malang yang kini tengah menanti izin operasional diterbitkan.

“Kami juga berharap pandemi segera pergi, supaya normal seperti biasa. Sehingga kita kerja apapun bisa bebas seperti awal awal dulu,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Olahraga, Kepemudaan dan Pariwisata Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni mengatakan bahwa memang tempat wisata di Kota Malang masih ditutup lantaran masih PPKM Level 3.

“Kampung tematik belum diizinkan beroperasi, destinasi masih ditutup,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan bahwa memang belum ada bantuan untuk pelaku usaha pariwisata di Kota Malang lantaran memang tak ada anggarannya.

Sementara untuk estimasi rencana pembukaan maupun uji coba tempat wisata di Kota Malang menurutnya, akan menyesuaikan dengan Surat Edaran Wali Kota Malang. “Kita sesuaikn dengan SE Wali Kota yang mengacu pada Inmendagri,” ucapnya.

 

  • Bagikan