BLITAR, Tugujatim.id – Kondisi Pasar Legi Kota Blitar kian memprihatinkan. Pusat perbelanjaan tradisional yang dulunya menjadi urat nadi perekonomian warga tersebut kini tampak lengang dan sepi pembeli. Para pedagang pun hanya bisa mengelus dada meratapi omzet yang merosot tajam dari hari ke hari.
Imah, salah seorang pedagang baju yang sudah setia berjualan selama 30 tahun di Pasar Legi, mengeluhkan sepinya pembeli. Menurut dia, kondisi pasar saat ini jauh berbeda dengan tahun-tahun keemasan dahulu.
“Sekarang tambah sepi. Sehari jualan itu belum tentu ada yang laku,” keluh Imah saat ditemui di lapaknya, Senin (06/07/2026).
Bahkan, bisa mengantongi uang puluhan ribu rupiah saja saat ini sudah menjadi kemewahan tersendiri bagi Imah. Pendapatan yang minim itu pun langsung habis untuk menutup biaya operasional harian.
“Sehari bisa laku satu baju senilai Rp20 ribu saja sudah sangat saya syukuri. Uang segitu pun nanti langsung dipakai buat bayar retribusi harian los sebesar Rp2 ribu,” bebernya dengan nada lesu.
Baca Juga: Pemkot Blitar Kena Tegur Menteri PKP Soal Data RTLH, Wawali Sempat Bingung Jawab
Imah menambahkan, kondisi memprihatinkan ini sebenarnya sudah berlangsung lama, terutama bagi para pedagang yang menempati area bagian dalam pasar. Dia menilai upaya pemerintah daerah selama ini belum memberikan dampak yang signifikan bagi mereka.
“Pernah kapan hari ada acara di depan pasar. Harapannya mungkin biar masyarakat masuk dan beli. Tapi kenyataannya tetap saja sepi. Kalau bikin acara yang tujuannya meramaikan pasar, ya tolong dipastikan juga dampaknya ke pedagang kecil seperti kami,” kritiknya.
Dia pun menyoroti kondisi lantai dua pasar yang kondisinya jauh lebih mengenaskan karena ratusan kiosnya terbengkalai selama bertahun-tahun. Dia berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar tidak menutup mata dan segera mengambil tindakan nyata.
“Ayolah pemerintah itu mbok ya cak-cek (cepat bergerak). Kami bingung pasar ini mau diapakan, keadaannya tidak berubah, tetap sepi,” tegasnya.
Disperindag Siapkan Rp811 Juta untuk Revitalisasi
Merespons keluhan tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar menyatakan bahwa rencana perbaikan besar-besaran untuk menghidupkan kembali pasar tradisional tersebut terus berjalan.
Kepala Disperindag Kota Blitar Parminto menyebut pemkot tengah menyiapkan anggaran sekitar Rp811 juta untuk memoles wajah baru Pasar Legi. Adapun proyek revitalisasi ini sekarang sedang masuk dalam mekanisme pengadaan barang dan jasa.

“Saat ini posisinya masih dalam proses pengadaan di Bagian Layanan Pengadaan (BLP). Dokumennya sedang masuk tahap revisi perencanaan oleh Tim Ahli BLP,” terang Parminto dalam keterangan tertulisnya.
Meski masih berkutat di meja administrasi, Parminto optimis penataan sarana dan prasarana (sarpras) pasar bisa segera direalisasikan dalam waktu dekat. Jika seluruh tahapan perbaikan berkas penunjang dan proses lelang berjalan tanpa hambatan, pengerjaan ditargetkan bisa dimulai Juli ini.
Baca Juga: Dekat Kantor Wali Kota Blitar, Menteri PKP Soroti Rumah Lansia Berpenghasilan Rp1 Juta di Pusat Kota
“Kalau semua prosesnya lancar, baik pembenahan dokumen maupun tender dari Tim BLP bisa berjalan sesuai jadwal (schedule), kami proyeksikan pengerjaan fisik di lapangan paling cepat bisa dimulai pada akhir Juli atau awal Agustus nanti,” imbuhnya.
Sebagai informasi, proyek senilai Rp811 juta ini nantinya difokuskan untuk membenahi fasilitas sarpras dasar, termasuk menata kembali los dan kios pedagang di lantai satu yang selama ini sepi mamring. Selain itu, disperindag juga berencana merombak total lantai dua pasar menjadi ruang kreatif yang lebih estetik demi menggaet anak muda. Area atas tersebut akan disiapkan untuk tenant kuliner hingga kafe modern.
“Kami ingin menghidupkan aktivitas di lantai dua. Harapannya, kalau lantai dua ramai dikunjungi warga, otomatis akan memantik peningkatan pendapatan bagi para pedagang yang ada di lantai satu,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Luki Azhari
Editor: Dwi Lindawati







