• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Vaksinasi massal di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang pada Minggu (25/07/2021) lalu. (Foto: Rizal Adhi/Tugu Malang/Tugu Jatim) percepatan vaksinasi terbentur jam kerja

Vaksinasi massal di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang pada Minggu (25/07/2021) lalu. (Foto: Rizal Adhi/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Terbentur Jam Kerja, Percepatan Vaksinasi di Kabupaten Malang Belum Maksimal

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Upaya percepatan vaksinasi untuk segera membentuk kekebalan komunal (herd immunity) di Kabupaten Malang dinilai belum optimal. Hal itu disebabkan  vaksinasi kerap digelar pagi hari di mana masyarakat sebagian besar masih berada di jam kerja.

Masalah tersebut menjadi topik dalam rapat analisa dan evaluasi (Anev) capaian target vaksinasi oleh Forkopimda Kabupaten Malang di Pendopo Kabupaten Malang, Kepanjen. Minggu (10/10/2021) sore.

You might also like

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

13/06/2026 8:58 AM
Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

12/06/2026 8:54 PM

Kapolres Malang, AKBP Raden Bagoes Wibisono menyatakan bahwa pihaknya tengah mengatur agar percepatan vaksinasi di Kabupaten Malang bisa berjalan maksimal.

“Saya berbicara dengan Pak Camat, kemudian Pak Lurah baik itu di Malang Timur, Malang Utara maupun Malang Selatan. Ada temuan yang cukup menarik. Kita harus mengatur bagaimana strategi percepatan vaksinasi bisa berjalan maksimal,” terangnya saat dikonfirmasi pada Senin (11/10/2021).

Menurutnya, jajaran Forkopimda Kabupaten Malang sudah berkomitmen akan bersama-sama mendorong jajarannya hingga yang paling bawah demi mensukseskan percepatan vaksinasi di Kabupaten Malang

Oleh karena itu, ia mengharapkan agar masing-masing muspika lebih memahami sosiologi dan psikologi masyarakatnya.

“Kita harus perhatikan waktu dimana mereka bisa melaksanakan vaksinasi. Kalau memang mereka tidak bisa melaksanakan vaksinasi terpusat, maka bisa meniru cara dari Muspika Pakis dan Ampelgading dengan melaksanakan vaksinasi keliling atau door to door,” jelasnya.

Kapolres menjelaskan, bahwa ketua RT dan kepala desa mempunyai peranan penting dalam mengimbau warganya. Bagoes meminta agar muspika lebih meningkatkan koordinasi dengan pihak-pihak tersebut, untuk mendatakan dan mengedukasi warganya, agar dapat dilakukan vaksinasi dirumahnya.

“Agar capaian lebih maksimal, kita juga perlu melakukan inovasi jemput bola, karena gerai vaksinasi yang sudah ada kebanyakan dilaksanakan pagi hari, dimana waktu tersebut adalah waktu orang bekerja,” tegas Bagoes.

Kapolres Malang AKBP R. Bagoes Wibisono menambahkan, bahwa Negara Arab Saudi telah mengakui vaksin Sinovac. Ke depan Arab Saudi juga segera membuka kegiatan ibadah haji dan umrah, khususnya bagi jamaah dari Indonesia.

“Arab Saudi sudah mengakui vaksin Sinovac, dan akan membuka kembali pintu umrah dan haji untuk negara Indonesia, hal ini dapat kita jadikan informasi dan motivasi bagi masyarakat kita yang akan melaksanakan ibadah haji,” tuturnya.

Dari hasil evaluasi yang telah dipaparkan oleh Forkopimda Kabupaten Malang, dan sesuai data capaian vaksinasi dalam seminggu terakhir, terpilihlah muspika Singosari sebagai muspika terbaik dalam kategori capaian vaksinasi terbanyak dengan dukungan tenaga kesehatan dari Dinkes Kabupaten Malang dan tenaga kesehatan dari Polres Malang. Serta Kepala Puskesmas Singosari mendapat penghargaan sebagai tenaga kesehatan terbaik.

Selanjutnya, dengan kategori capaian vaksinasi terbanyak tanpa dukungan tenaga kesehatan dari Dinkes Kabupaten Malang maupun dari tenaga kesehatan Polres Malang yaitu muspika Wajak.

Kemudian juga diberikan bendera hitam secara simbolis kepada muspika dengan capaian vaksinasi terendah atau tiga terbawah, di antaranya muspika Pagak, muspika Kromengan dan muspika Sumberpucung.

“Kami forkopimda selalu turun untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi di wilayah, itu merupakan bentuk motivasi kita kepada jajaran. Saya harapkan kepada muspika jika menemui kesulitan jangan enggan untuk menyampaikan kepada kami agar permasalahan atau kendala yang ada di wilayah segera teratasi,” tambahnya.

Semoga target vaksinasi di Kabupaten Malang segera tercapi.

“Kami forkopimda terus melakukan upaya-upaya yang dinamis dengan mengikuti dinamika di masyarakat,” pungkasnya.

Tags: covid-19Kabupaten MalangMalangPolres Malangvaksinasi
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Bediding

Fenomena Bediding 2026: Kenapa Suhu Malam hingga Dini Hari Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau?

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:22 PM
0

Tugujatim.id - Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan mulai merasakan perubahan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari...

DPRD Surabaya.

Warga Ketar-ketir, DPRD Surabaya Tegaskan Kenaikan Pertamax Bukan Alasan Utama Harga Barang Naik

by Dwi Linda
12/06/2026 6:33 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Menyikapi kenaikan harga Pertamax, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya melihat adanya penyesuaian tersebut tidak serta...

Next Post
Ilustrasi tumpukan sampah makanan. (Foto: Pexels/Tugu Jatim) retribusi sampah

PAD Retribusi Sampah di Kota Batu Diprediksi Turun 20 Persen

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID