• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Taufik, salah satu petani bawang merah asal Desa Ngino, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban memperlihatkan hasil panen bawang merah varietas tajuk. (Foto: Moch Abdurrochim/Tugu Jatim)

Taufik, salah satu petani bawang merah asal Desa Ngino, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban memperlihatkan hasil panen bawang merah varietas tajuk. (Foto: Moch Abdurrochim/Tugu Jatim)

Cerita Petani Bawang Merah di Tuban yang Bisa Raup Untung 50 Persen dari Modal Awal

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in Bisnis, News
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Budi daya bawang merah bisa dibilang memiliki prospek tinggi. Bahkan, mungkin lebih baik bila dibandingkan menanam padi. Setidaknya, hal itulah yang dirasakan petani bawang merah asal Desa Ngino, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Taufik (35).

Bagaimana tidak, dengan bawang merah varietas tajuk yang ia tanam, ia bisa mendapat keuntungan mencapai 50 persen setiap bulannya bila dibandingkan dengan modal awal.

You might also like

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

21/07/2026 8:30 PM
Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

21/07/2026 7:17 PM

Taufik menceritakan modal awal untuk menanam bawang merah di lahan 1.500 meter persegi kurang lebih Rp 6-7 juta. Dan setiap panen 2 bulan sekali, diperkirakan ia mendapat Rp 20-23 juta. Artinya, setiap bulan ia bisa meraup Rp 10-12 juta.

Ia membeberkan, bahwa setiap panen, dirinya bisa memperoleh 1.3 ton bawang merah.

bawang merah tuban 2 mini

“Kami sudah dua tahunan menanam bawang merah varietas tajuk. Hasilnya lebih menguntungkan daripada menanam padi,” kata Taufik disela panen bawang, Rabu (13/10/2021).

Taufik menambahkan, meskipun di tengah pandemi Covid-19, harga bawang merah dibilang cukup tinggi di kisaran Rp16-18 ribu per kilogramnya. Ditambah, dengan musim kemarau merupakan waktu yang baik untuk pertumbuhan bawang merah. Hasil panennya pun melimpah ukuran bawangnya besar-besar.

“Bawang dipanen saat usia 60 hari,” imbuhnya.

Dirinya pun berbagi sedikit resep perawatan. Misalnya saat musim kemarau, hampir setiap hari bawang harus disiram di mana waktu yang tepat adalah sore jam 4 atau malam untuk menghindari sinar matahari.

“Hama ulat yang paling banyak di tanaman bawang. Tapi bisa dikendalikan dengan obat kimia,” ujarnya.

Rencananya bawang merah yang sudah terkumpul akan dijual langsung ke Pasar Baru Tuban.

Tags: Kabupaten TubanpetaniTuban
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

by Dwi Linda
21/07/2026 6:45 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas perhubungan (dishub) terus mematangkan pelaksanaan program angkot pelajar gratis. Saat ini,...

Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

by Dwi Linda
21/07/2026 6:33 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Seorang penjual kambing Kota Batu, Jawa Timur, mendadak viral menjadi perbincangan di media sosial. Faiq Muhammad Alkhatiri...

Next Post
Michael Pujihartono (kanan), mahasiswa doktoral asal Surabaya yang sukses menyabet juara riset bioinformatic medicine di ajang HealtheX 2021 Selandia Baru. (Foto: Dokumen) tugu jatim bioinformatika medis

Peneliti Bioinformatika Medis Asal Jatim Raih Juara di Selandia Baru

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID