• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Taufik, salah satu petani bawang merah asal Desa Ngino, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban memperlihatkan hasil panen bawang merah varietas tajuk. (Foto: Moch Abdurrochim/Tugu Jatim)

Taufik, salah satu petani bawang merah asal Desa Ngino, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban memperlihatkan hasil panen bawang merah varietas tajuk. (Foto: Moch Abdurrochim/Tugu Jatim)

Cerita Petani Bawang Merah di Tuban yang Bisa Raup Untung 50 Persen dari Modal Awal

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in Bisnis, News
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Budi daya bawang merah bisa dibilang memiliki prospek tinggi. Bahkan, mungkin lebih baik bila dibandingkan menanam padi. Setidaknya, hal itulah yang dirasakan petani bawang merah asal Desa Ngino, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Taufik (35).

Bagaimana tidak, dengan bawang merah varietas tajuk yang ia tanam, ia bisa mendapat keuntungan mencapai 50 persen setiap bulannya bila dibandingkan dengan modal awal.

You might also like

Marketing FYP TikTok

Strategi Marketing FYP TikTok 2026, Cara Brand Menarik Perhatian Konsumen dalam Hitungan Detik

04/06/2026 9:30 PM
Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM

Taufik menceritakan modal awal untuk menanam bawang merah di lahan 1.500 meter persegi kurang lebih Rp 6-7 juta. Dan setiap panen 2 bulan sekali, diperkirakan ia mendapat Rp 20-23 juta. Artinya, setiap bulan ia bisa meraup Rp 10-12 juta.

Ia membeberkan, bahwa setiap panen, dirinya bisa memperoleh 1.3 ton bawang merah.

bawang merah tuban 2 mini

“Kami sudah dua tahunan menanam bawang merah varietas tajuk. Hasilnya lebih menguntungkan daripada menanam padi,” kata Taufik disela panen bawang, Rabu (13/10/2021).

Taufik menambahkan, meskipun di tengah pandemi Covid-19, harga bawang merah dibilang cukup tinggi di kisaran Rp16-18 ribu per kilogramnya. Ditambah, dengan musim kemarau merupakan waktu yang baik untuk pertumbuhan bawang merah. Hasil panennya pun melimpah ukuran bawangnya besar-besar.

“Bawang dipanen saat usia 60 hari,” imbuhnya.

Dirinya pun berbagi sedikit resep perawatan. Misalnya saat musim kemarau, hampir setiap hari bawang harus disiram di mana waktu yang tepat adalah sore jam 4 atau malam untuk menghindari sinar matahari.

“Hama ulat yang paling banyak di tanaman bawang. Tapi bisa dikendalikan dengan obat kimia,” ujarnya.

Rencananya bawang merah yang sudah terkumpul akan dijual langsung ke Pasar Baru Tuban.

Tags: Kabupaten TubanpetaniTuban
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Marketing FYP TikTok

Strategi Marketing FYP TikTok 2026, Cara Brand Menarik Perhatian Konsumen dalam Hitungan Detik

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 9:30 PM
0

Tugujatim.id – Di tengah derasnya arus konten yang muncul setiap hari di TikTok, perhatian pengguna menjadi sesuatu yang sangat berharga....

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Next Post
Michael Pujihartono (kanan), mahasiswa doktoral asal Surabaya yang sukses menyabet juara riset bioinformatic medicine di ajang HealtheX 2021 Selandia Baru. (Foto: Dokumen) tugu jatim bioinformatika medis

Peneliti Bioinformatika Medis Asal Jatim Raih Juara di Selandia Baru

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID