• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Para atlet sepatu roda tengah berkompetisi di PON XX Papua. (Foto: Dokumen) tugu jatim

Para atlet sepatu roda tengah berkompetisi di PON XX Papua. (Foto: Dokumen)

Atlet Sepatu Roda Kota Malang Borong 4 Medali di PON XX Papua

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in News, Olahraga
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Atlet sepatu roda asal Kota Malang, Yossy Aditya Nugraha (20) memborong sebanyak 4 medali untuk kontingen Jawa Timur pada ajang PON XX Papua. Pada gelaran bergengsi tersebut, Yossy mampu membawa pulang 2 medali emas, 1 medali perak, dan 1 perunggu.

Adapun empat medali itu diraih dari kategori Tim Relay 3 km dan Marathon 42 km (emas), 1.000 meter Sprint (perak) dan 15 km Elimination (perunggu).

You might also like

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM
Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

04/06/2026 1:57 PM

“Sebenarnya saya senang, cuma itu masih diluar target. Targetnya itu dari KONI Jatim bisa meraih 4 emas. Tapi target pribadi 2 emas,” ujar Yossy, Rabu (13/10/2021).

Mahasiswa semester 5, Universitas Negeri Malang (UM) itu mengaku tak mudah dalam meraih 4 medali tersebut. Dia harus melalui latihan keras dan mengoptimalkan seluruh tenaganya saat bertanding.

“Saya selalu termotivasi untuk bisa menjadi kebanggaan orang tua, saudara, keluarga besar dan teman teman,” ucapnya.

Yossy Aditya Nugraha, atlet sepatu roda asal Kota Malang saat memenangi pertandingan di PON Papua. (Foto: Dokumen) tugu jatim
Yossy Aditya Nugraha, atlet sepatu roda asal Kota Malang saat memenangi pertandingan di PON Papua. (Foto: Dokumen)

Pria yang tinggal di Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang ini mengaku mulai menggeluti olahraga sepatu roda sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas 3.

“Dulu awalnya saya suka main sepeda saat kelas 1 SD. Saat itu pernah ikut lomba sepeda BMX tapi jatuh, akhirnya saya trauma. Kemudian kelas 3 SD disarankan ayah main sepatu roda di 2009 itu. Itu coba coba tapi senang sampai sekarang,” jelasnya.

PON Jabar di 2016 menjadi batu lompatan pertama Yossy menjajakan karir profesional sebagai atlet sepatu roda. Kini Yossy juga sudah mulai disibukkan sebagai pelatih sepatu roda di Kota Malang.

Apa yang sudah raih Yossy tak selalu mendapat jalan mulus. Dia harus berjuang ditengah keterbatasan fasilitas olahraga. Bahkan lantaran tak ada lapangan latihan khusus sepatu roda di Kota Malang, dia harus berlatih di lapangan olahraga sepeda.

Menurutnya, faktor lapangan latihan juga sangat berpengaruh pada hasil capaiannya di PON Papua. Dari latihan di lapangan seadanya itu membuatnya tak bisa optimal saat beradaptasi di lapangan pertandingan berstandar internasional di PON Papua tersebut.

“Sebenarnya saya bisa meraih 4 emas, cuman ada beberapa masalah dan ada beberapa faktor. Salah satunya faktor lapangan juga, kita gak punya lapangan untuk latihan standar. Jadi penguasaan lapangan itu kurang,” paparnya.

“Kita butuh lapangan untuk latihan di Malang. Jadi saya latihan di lapangan seadanya. Saya sejak 2009 mulai menggeluti sepatu roda itu ya seadanya tempat latihannya. Di Kota Malang gak ada lapangannya yang bener bener untuk sepatu roda. Jadi saya biasa latihan di velodrome,” imbuhnya.

Untuk itu dia berharap Pemerintah Kota Malang bisa memfasilitasi atlet sepatu roda dengan membangun lapangan khusus sepatu roda. Sehingga potensi potensi pemuda di Kota Malang bisa dioptimalkan.

“Saya berharap di Kota Malang juga ada lapangan latihan khusus sepatu roda. Karena banyak sekali junior junior kita yang berprestasi. Kota Malang itu punya banyak potensi atlet sepatu roda tapi tak punya fasilitas,” tutupnya.

 

Tags: Kota MalangMalangPON PapuaPON XX Papuasepatu roda
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Probolinggo.

Lukai Diri Sendiri, Perawat RS di Probolinggo Rekayasa Dibegal demi Tutupi Jual Motor sang Ayah

by Dwi Linda
04/06/2026 12:32 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kasus dugaan pembegalan yang sempat menghebohkan warga Kabupaten Probolinggo akhirnya terungkap. Seorang perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan...

Next Post
Sebanyak 41 Pengurus Cabang dan Pengurus Wilayah NU Jatim bakal mengusulkan Kiai Miftachul Akhyar dan Gus Yahya sebagai Pimpinan PBNU dalam Muktamar NU ke-34 di Lampung, pada 23-25 Desember 2021. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)

Resmi, PWNU Jatim Usulkan Kiai Miftach dan Gus Yahya Pimpin PBNU

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID