• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ketua Jaringan Petani Nasional Kota Batu Juni Purnomo tengah menunjukkan stok tanaman hiasnya. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Ketua Jaringan Petani Nasional Kota Batu Juni Purnomo tengah menunjukkan stok tanaman hiasnya. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Mulai Langka, Stok Pasokan Ekspor Tanaman Hias dari Kota Batu

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

BATU, Tugujatim.id – Kota Batu sebagai pemasok utama tanaman dan bunga hias dari Indonesia mulai mengalami kewalahan. Sebab, belakangan ini jumlah pehobi tanaman hias mulai menjamur. Praktis, jumlah permintaan tanaman hias semakin meroket. Bahkan, permintaan pasokannya bisa mencapai 2.000 unit per bulan.

Salah satunya seperti yang dialami Juni Purnomo, Ketua Jaringan Petani Nasional Kota Batu. Hal ini sudah dia rasakan dalam 2 tahun terakhir. Dia mengatakan, kondisi ini membuat neraca supply dan demand tak seimbang. Akibatnya, sejumlah jenis tanaman kini jadi barang langka.

You might also like

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

13/06/2026 6:08 PM
Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM

”Seperti yang awalnya tanaman kelas hias sekarang bisa jadi kelas koleksi. Stoknya di Kota Batu sudah tipis sekali. Terus terang sudah mulai sulit,” kata dia pada awak media, Rabu (20/10/2021).

Juni mengatakan, petani Kota Batu tidak hanya memasok ke pasaran dalam negeri saja, tapi juga ke pasaran internasional. Sebut saja seperti ke Jepang, Rusia, Belanda, hingga negeri Paman Sam Amerika.

Dia mencontohkan, seperti tanaman jenis Anthurium Kuping Gajah dan Philodendron itu banyak diminati di Belanda dan Amerika Serikat. Untuk di Jepang dan Rusia, banyak mencari tanaman jenis Agave Titanota dan Sanseveira Trifasciata.

Menghadapi kondisi itu, dia berharap dinas terkait melakukan pendampingan kepada petani, terutama untuk menyediakan laboratorium kultur jaringan. Kenapa? Sebab, memang kondisi itu tercipta karena banyak petani masih menggunakan cara lama.

Jika difasilitasi oleh laboratorium kultur jaringan, dia mengatakan, maka kendala budi daya perbanyakan tanaman itu bisa diatasi. Metode kultur jaringan sudah banyak dijalani petani di Thailand dan Filipina.

”Jadi kondisinya begini, kita sering banyak permintaan dari luar negeri. Mereka juga berani bayar mahal. Kan sayang jika ditolak terus, pasokan ekspor jalan, kita juga sejahtera. Saya berharap sekali dinas terkait mendengar ini,” harapnya.

Terpisah, Kepala DPKP Kota Batu Sugeng Pramono berjanji akan mewujudkan aspirasi petani tanaman hias ini. Selama ini, Sugeng mengaku jika sudah sering memberikan pelatihan-pelatihan dengan tujuan agar menjadi petani mandiri.

”Mandiri yang dimaksud adalah petani yang bisa ekspor tanpa harus lewat pihak ketiga. Jadi, keuntungannya ya petani sendiri yang memperolehnya,” kata dia saat dikonfirmasi.

Terlebih, dia melanjutkan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo juga mendorong agar daerah bisa mandiri dalam memperbanyak ekspor komoditas pertanian. Sebab, pertanian memang terbukti menjadi sektor paling tangguh sekalipun dihadapkan masa pandemi.

Tags: Kota BatuPehobi tanaman hiaspetaniPetani tanaman hiasStok tanaman hiastanaman hias
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

by Dwi Linda
13/06/2026 6:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Kota Malang mulai mempertanyakan kelanjutan proyek penataan Pasar Induk Gadang setelah proses relokasi pedagang dilakukan sejak...

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Next Post
Pemberian piagam penghargaan dari Bupati Bojonegoro untuk Kejaksaan Negeri Bojonegoro atas dukungannya dalam penagihan dan pengembalian kelebihan bayar proyek di Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim) hari jadi bojonegoro ke-344

Bupati Bojonegoro Beri Penghargaan Sejumlah Instansi dan ASN di HJB ke-344

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID