• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Acara bedah buku "Pepadu Sasak Persepktif Etnopsikologi" pada Selasa, (2/11/2021/tugu jatim

Acara bedah buku "Pepadu Sasak Persepktif Etnopsikologi" pada Selasa, (2/11/2021). (Foto: Dokumen)

Tradisi Peresean Lombok Timur dalam Bingkai Etnopsikologi

Herlianto A by Herlianto A
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

LOMBOK TIMUR, Tugujatim.id –  Salah satu kekayaan tradisi Lombok Timur, Peresean tidak hanya melatih keprajuritan tetapi juga ada sisi psikologis yang bisa dipelajari. Itu yang diungkap buku Pepadu Sasak Persepktif Etnopsikologi yang baru saja di launching, Senin (1/11/2021). Karya Mastur Sonsaka ini menjadi salah satu dari sekian buku yang mengangkat tradisi lokal. Keberadaan karya ilmiah ini menambah khazanah pengetahuan tentang tradisi suku Sasak.

Buku ini juga diketahui menjadi yang pertama membahas tentang tradisi Peresean yang sangat digandrungi oleh masyarakat suku Sasak. Secara spesifik mengangkat sisi psikologis yang disebut sebagai ekspresi dari kegiatan tersebut.

You might also like

Gempa di Jawa Timur.

698 Gempa di Jawa Timur Tercatat Guncang selama Juni 2026, Didominasi Gempa Dangkal

04/07/2026 5:44 PM
Cuaca di Jawa Timur.

Sabtu Cerah Cuaca di Jawa Timur 4 Juli 2026, Namun Sejumlah Wilayah Selatan Dibayangi Udara Kabur

04/07/2026 7:51 AM

Sang penulis, Mastur Sonsaka mengaku, jika tradisi Peresean secara akademis sangat susah ditemukan. Sejarah Peresean misalnya, tak dapat ditemukan dalam sebuah karya ilmiah. Lantaran sampai saat ini disebutnya belum ada yang berkonsentrasi ke arah tersebut.

“Maka salah satu caranya ialah menanyakannya ke pihak yang mengetahui tentang itu,” papar Mastur saat mengurai singkat isi buku tersebut, Selasa (2/11/2021).

Pada fase pembentukan, lanjutnya, banyak sekali anggapan mengenai awal mula lahirnya seni tradisional suku Sasak ini. Seperti, Peresean muncul sebagai media untuk melatih para prajurit.

548cd4b0 50c9 4263 8ad9 27988069f5ff
Cover buku Pepadu Sasak Persepktif Etnopsikologi. (Foto: Dokumen)

“Yang paling banyak ditemukan mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi sebuah ritual yang memiliki kekuatan mistis. Konon seni satu ini di Gumi Sasak, sering dijadikan sebagai langkah untuk mendatangkan hujan jika terjadi kemarau panjang,” paparnya.

Peristiwa semacam itu diungkapnya bukan tanpa dasar. Sebab kejadian dia saksikan ketika masih kecil yang diyakini akan mendatangkan hujan.

Mistiknya, jika ada darah yang tumpah, beber Mastur, akan ada hujan yang akan turun. Ditambah lagi dengan berbagai mistifikasi lainnya yang meresidu menjadi sebuah keyakinan.

Di lain sisi, kata pengurus BPPD Lotim ini, ada keanehan dengan teori umum yang sering didapati dari bangku kuliah, yaitu bahwa ketika agresifitas tinggi maka kontrol diri pasti rendah.

Namun demikian hal itu tak berlaku bagi seni tradisional satu ini. Bahkan dia mengaku sempat kebingungan saat melakukan penelitian, sebab secara etik ilmunya berbeda dengan di lapangan.

“Anehnya pada pepadu ini tidak berlaku teori etik ini,” ujarnya.

Apalagi dibandingkan dengan beberapa olahraga yang bercorak mengandalkan agresifitas, semisal tinju. Sudah pasti berbeda dengan seni satu ini yang hanya sampai sebatas arena saja.

Dia melihat ada peran lain yang dilakoni oleh para pemain. Yang disebut sebagai pepadu dalam seni tradisional itu. Pepadu, kata Mastur, memiliki agresifitas yang tinggi juga pada saat yang sama memiliki kontrol diri yang sama pula.

“Makanya saya menggunakan Etnopsikologis untuk mengurainya,” bebernya.

Sementara itu, Prof Dr Adi Fadli sebagai pemanding dalam bedah buku itu mengapreasiasi lahirnya karya tersebut. Menurutnya, sampai saat ini kesejarahan di pulau Lombok masih belum jelas. Semisal keberadaan masjid tua, ada beberapa versi mulai dari abad ke 7, 16,17 hingga 18.

Meski belum jelas harus dijelaskan pendapat-pendapat yang berbeda tersebut. Yang bersumber dari buku-buku induk yang otoritatif.

“Jika karya ini dibuat dengan data yang baik dan runut maka akan menjadi karya yang bagus,” ujarnya.

Tags: EtnopsikologiLombok TimurTradisi Peresean
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Gempa di Jawa Timur.

698 Gempa di Jawa Timur Tercatat Guncang selama Juni 2026, Didominasi Gempa Dangkal

by Dwi Linda
04/07/2026 5:44 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Malang mencatat sebanyak 698 kejadian gempa bumi mengguncang wilayah...

Cuaca di Jawa Timur.

Sabtu Cerah Cuaca di Jawa Timur 4 Juli 2026, Namun Sejumlah Wilayah Selatan Dibayangi Udara Kabur

by Dwi Linda
04/07/2026 7:51 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (04/07/2026) didominasi kondisi cerah di banyak wilayah, terutama kawasan tengah, utara, dan...

Specta Flora Festival.

BALOGA Jadi Tuan Rumah Specta Flora Festival 2026, Perkuat Kota Batu sebagai Kota Florikultura

by Dwi Linda
03/07/2026 6:11 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Specta Flora Festival (SFF) 2026 yang digelar di Batu Love Garden (BALOGA) menjadi ajang kolaborasi untuk mengangkat...

PT Unicomindo.

Sengketa Sampah Berlanjut, PT Unicomindo Tagih Utang Pemkot Surabaya Rp104,24 M lewat Surat Peringatan

by Dwi Linda
03/07/2026 3:06 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - PT Unicomindo kembali menagih kewajiban pembayaran sebesar Rp104,24 miliar kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Penagihan dilakukan melalui...

Next Post
Ilustrasi tumpukan buku. /tugu jatim

5 Buku Termahal di Dunia, Salah Satunya Seharga Rp 410 Miliar

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID