MALANG, Tugujatim.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Malang mencatat sebanyak 698 kejadian gempa bumi mengguncang wilayah Jawa Timur dan sekitarnya selama Juni 2026. Mayoritas gempa di Jawa Timur yang terjadi merupakan gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng di selatan Pulau Jawa serta pergerakan sesar aktif di daratan.
Kepala Stasiun Geofisika Malang Ricko Kardoso mengatakan, aktivitas kegempaan selama Juni masih didominasi gempa tektonik yang berkaitan dengan dinamika subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Guncangan Gempa Pacitan M 5,3 Terasa hingga Malang dan Blitar
“Sebagian besar gempa merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi lempeng di selatan Pulau Jawa maupun pergerakan sesar lokal,” ujar Ricko.
Berdasarkan data BMKG, dari total 698 gempa di Jawa Timur yang terekam, sebanyak 547 kejadian merupakan gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer. Sementara itu, 151 gempa lainnya tergolong gempa berkedalaman menengah dengan kedalaman antara 60 hingga kurang dari 300 kilometer.
Selama periode tersebut, BMKG tidak mencatat adanya gempa dalam dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer. Adapun magnitudo gempa yang terjadi bervariasi, mulai Magnitudo 1,07 hingga Magnitudo 5,25.
Distribusi episenter menunjukkan sebagian besar pusat gempa berada di perairan selatan Pulau Jawa. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang terus bergerak menunjam ke bawah lempeng Eurasia.
Sementara itu, gempa dangkal yang terjadi di wilayah daratan Jawa Timur dipicu oleh aktivitas sejumlah patahan atau sesar lokal yang masih aktif.
“Sementara itu, gempa dangkal yang terjadi di daratan dipengaruhi oleh aktivitas patahan lokal di sejumlah wilayah Jawa Timur,” imbuh Ricko.
BMKG juga mencatat satu kejadian gempa bumi yang dirasakan masyarakat selama Juni 2026. Gempa tersebut terjadi pada 27 Juni 2026 pukul 14.47 WIB dengan kekuatan Magnitudo 5,6.
Pusat gempa berada sekitar 86 kilometer tenggara Pacitan pada kedalaman 10 kilometer. Guncangan dirasakan di Pacitan, Wonogiri, Blitar, dan Tulungagung dengan intensitas III MMI. Sementara itu, getaran juga dirasakan di Kulon Progo, Bantul, Sleman, Yogyakarta, Trenggalek, Malang, Nganjuk, Magetan, Klaten, Ponorogo, hingga Jember dengan intensitas II MMI.
Ricko mengimbau masyarakat tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa bumi mengingat wilayah Jawa Timur berada di kawasan yang aktif secara tektonik.
“Sebagian besar gempa yang terjadi selama bulan Juni merupakan aktivitas tektonik yang berkaitan dengan zona subduksi di selatan Pulau Jawa,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Dwi Lindawati







