BATU, Tugujatim.id – Jenazah bayi Alverta Shenazia Arvisa Vindra, 2,5 tahun, yang hanyut akibat banjir bandang di Kota Batu ditemukan di Kali Paron, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu, sekitar pukul 09.00, Jumat (05/11/2021). Begitu juga jenazah ayahnya, Fery, 30, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekitar 5 kilometer dari rumahnya, Dusun Gintung, Kecamatan Bumiaji.
Kedua jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Hasta Brata, kemudian dimakamkan oleh pihak keluarga. Kakek Alverta, Suliamat, menceritakan dirinya berhasil menyelamatkan diri dari banjir bandang. Saat banjir melanda, Suliamat bersama istri dan menantu (istri Fery) bisa selamat. Sayangnya, anak dan cucunya tidak bisa diselamatkan. Dia terlihat sangat terpukul.
“Saat banjir itu di dalam rumah ada lima orang. Fery sama anaknya (cucu, red) gak sempat (kabur),” tuturnya usai proses pemakaman Fery dan Alverta pada Jumat (05/11/2021).
Rumah Suliamat salah satu dari sejumlah rumah yang terkena banjir di Dusun Gintung. Saat ini rumahnya rata dengan tanah. Padahal, dia mengatakan, kali di samping rumahnya disebut sungai mati. Dimungkinkan tidak ada air besar saat hujan.
“Ini kan sungai mati, biasanya kalau hujan ya alirannya kecil. Tapi, kemarin itu kaget bisa sebesar itu,” ungkapnya.








