• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Surabaya

Slamet pedagang es Potong kebagian rezeki ditengah demo dari mahasiswa, Rabu, 17 Juni 2026. (Foto: Khaesar/ Tugu Jatim)

Di Tengah Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Surabaya, Pedagang Minuman dan Es Raup Berkah

Mochamad Abdurrochim by Mochamad Abdurrochim
2 hours ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Aksi demonstrasi yang digelar Aliansi BEM Surabaya (ABS) di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (17/06/2026), tidak hanya menjadi ruang penyampaian aspirasi mahasiswa kepada pemerintah. Di balik riuhnya orasi dan tuntutan yang disuarakan, sejumlah pedagang kaki lima justru merasakan berkah dari ramainya massa aksi yang memadati lokasi demonstrasi.

Sejak siang hari, ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Surabaya turun ke jalan membawa sejumlah tuntutan terkait persoalan ekonomi, politik, lingkungan hidup hingga hak asasi manusia. Mereka mendesak pemerintah segera menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM), menyelamatkan nilai tukar rupiah, mengesahkan RUU Perampasan Aset, hingga mengevaluasi sejumlah program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

You might also like

Surabaya

Malam Pengesahan Warga Pesilat, Aksi Tawuran Terjadi di Surabaya

17/06/2026 3:34 PM
Jawa Timur.

Cuaca Cerah Dominasi Jawa Timur 17 Juni 2026, Aktivitas Luar Ruang Naik Signifikan

17/06/2026 7:00 AM

Di tengah teriknya cuaca Surabaya, kebutuhan peserta aksi terhadap minuman segar dan makanan ringan turut meningkat. Kondisi tersebut dimanfaatkan para pedagang yang berjualan di sekitar lokasi aksi.

Pedagang Es Dapat Berkah Aksi Demo

Salah satunya Slamet, penjual es potong yang mengaku dagangannya laris diburu peserta demonstrasi. Ia mengatakan jumlah pembeli meningkat dibanding hari-hari biasa.

“Biasanya tidak terlalu banyak, tetapi siang ini karena mulai panas banyak pendemo yang memilih membeli es potong. Ini sudah tinggal beberapa potong saja. Ya alhamdulillah dengan hasil ini lumayan,” kata Slamet saat ditemui di sela-sela aksi.

Menurutnya, cuaca panas menjadi faktor utama meningkatnya penjualan. Banyak mahasiswa yang baru selesai melakukan orasi atau berjalan kaki dalam aksi memilih membeli es untuk melepas dahaga.

Tidak hanya pedagang es potong, pedagang minuman lainnya juga merasakan dampak positif dari ramainya demonstrasi. Eko, penjual es dawet Banjarnegara, mengaku mendapatkan tambahan pembeli meski persaingan antar pedagang cukup ketat.

Ia menuturkan, banyaknya pedagang yang turut berjualan di sekitar lokasi membuat pembeli tersebar ke berbagai lapak. Meski demikian, ia tetap bersyukur karena masih mendapatkan keuntungan dari momentum tersebut.

“Tidak terlalu ramai karena memang banyak pedagang yang berjualan jadi pembelinya menyebar. Banyak yang beli minum, cuma saya syukuri saja,” ujar Eko.

Menurut Eko, aksi demonstrasi berskala besar seperti ini sering menjadi kesempatan bagi pedagang kecil untuk menambah penghasilan harian. Terlebih ketika cuaca panas dan peserta aksi membutuhkan minuman segar selama mengikuti kegiatan.

Baca Juga : Temui Massa Aksi, Ketua DPRD Kota Malang Sepakat Hentikan MBG dan Kopdes Merah Putih

Masa Demontrasi Bawa Tujuh Tuntutan

Sementara itu, dalam aksi tersebut mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Surabaya membawa tujuh tuntutan utama. Mereka menuntut pemerintah segera menurunkan harga BBM untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok dan meringankan beban masyarakat.

Mahasiswa juga mendesak pemerintah mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang dinilai terus melemah serta meminta pencopotan pejabat yang dianggap gagal menjalankan tugasnya.

Selain itu, mereka mendesak DPR RI segera mengesahkan RUU Perampasan Aset sebagai upaya memberikan efek jera kepada koruptor. Massa aksi juga menyuarakan penolakan terhadap bangkitnya militerisme dan dwifungsi aparat yang dianggap berpotensi mengancam supremasi sipil.

Isu lingkungan turut menjadi perhatian dalam demonstrasi tersebut. Mahasiswa menolak eksploitasi lingkungan yang diklaim berkedok Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk proyek SWL Surabaya. Mereka juga meminta negara melindungi hak-hak masyarakat adat Papua dari berbagai bentuk penguasaan lahan yang dinilai merugikan warga.

Tuntutan lainnya adalah pemulihan ekosistem yang rusak akibat eksploitasi sumber daya alam yang disebut telah menghancurkan komoditas lokal dan mengancam mata pencaharian petani. Massa aksi juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap program MBG dan KDMP agar penyaluran bantuan berjalan transparan, tepat sasaran, serta bebas dari praktik korupsi.

Mahasiswa juga mengecam berbagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan menolak segala bentuk pembungkaman terhadap masyarakat sipil.

Meski demonstrasi berlangsung dengan berbagai tuntutan yang disuarakan secara lantang, suasana di sekitar lokasi aksi juga menghadirkan cerita lain. Para pedagang kecil yang menggelar lapak di pinggir jalan memperoleh tambahan rezeki dari ramainya massa yang datang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer : M.Khaesar

Editor: Mochamad Abdurrochim

Tags: Aksi Demonstrasi Mahasiswa di SurabayaBBMBerita Kota Surabaya hari iniberita Surabayaberita Surabaya hari iniMakan Bergizi Gratis (MBG).Surabaya
Mochamad Abdurrochim

Mochamad Abdurrochim

Related Stories

Surabaya

Malam Pengesahan Warga Pesilat, Aksi Tawuran Terjadi di Surabaya

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 3:34 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Warga Jalan Kalijudan gang 10, 12 dan 14, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Rabu (17/06/2026) sekitar pukul 00.30 WIB...

Jawa Timur.

Cuaca Cerah Dominasi Jawa Timur 17 Juni 2026, Aktivitas Luar Ruang Naik Signifikan

by Dwi Linda
17/06/2026 7:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Rabu (17/06/2026) didominasi kondisi cerah di sebagian besar wilayah, terutama kawasan perkotaan dan...

IKA PMII Kota Malang.

Jelang Muscab III, IKA PMII Kota Malang Rumuskan Arah Gerak Organisasi Kuatkan Fondasi

by Dwi Linda
16/06/2026 9:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kota Malang (IKA PMII Kota Malang) menggelar Kick Off Musyawarah Cabang (Muscab)...

Pendaki ilegal Gunung Semeru.

13 Pendaki Ilegal Gunung Semeru Ditangkap, Empat Orang Masih Dicari Sempat Kabur ke Kebun Warga

by Dwi Linda
16/06/2026 8:24 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengamankan 13 orang yang diduga melakukan pendakian ilegal...

Next Post

Calon Terpilih Mundur, Pemkab Jember Buka Lagi Seleksi Dirut Perumdam Tirta Pandalungan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID