• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Jual beli jabatan. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono saat memberikan sambutan. (Foto: Dokumen)

Bupati Kediri Mas Dhito Berkomitmen Tindak Tegas Pelaku Jual Beli Jabatan Perangkat Desa

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

KEDIRI, Tugujatim.id – Isu jual beli jabatan yang mewarnai proses pengisian perangkat desa di Kabupaten Kediri terus bergulir bak bola panas. Di tahun pertama kepemimpinannya ini, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono berkomitmen tegas akan memberikan sanksi bagi siapa saja yang bermain curang dalam proses pengisian perangkat desa.

“Kami tegas siapa saja yang terlibat dalam jual beli jabatan akan diberi sanksi,” kata bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu bertepatan dengan peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, Kamis (09/12/2021).

You might also like

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM
Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

04/06/2026 1:57 PM

Mas Dhito mengakui, untuk mendapatkan perangkat desa yang kompeten dan bersih dari tindak jual beli jabatan harus dilakukan perubahan sampai ke akar. Pemilihan perangkat yang sebelumnya melibatkan internal Pemkab Kediri, dalam kepemimpinan Mas Dhito pengisian perangkat desa dikembalikan menjadi kewenangan kepala desa.

“Setiap desa harus menggandeng pihak ketiga. Dan pihak ketiga harus dari universitas yang terakreditasi A, tidak boleh ada setting menyeting di dalamnya,” ungkapnya.

Jual beli jabatan. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono saat melakukan penandatangan. (Foto: Dokumen)

Sebagaimana diketahui, pada November-Desember 2021 ini proses pengisian perangkat desa dilakukan di 147 desa dengan 305 jabatan perangkat desa. Proses ujian seleksi melibatkan pihak Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, serta Universitas Islam Negeri (UIN) Tulungagung.

Untuk mengawasi proses pengisian perangkat desa, internal Pemkab Kediri membentuk tim satgas dari inspektorat, dinas pemberdayaan masyarakat dan pemerintah desa (DPMPD), serta bagian hukum Setda Kabupaten Kediri. Selain itu, Mas Dhito meminta masyarakat membantu dengan melaporkan jika menemukan indikasi jual beli jabatan perangkat lewat aplikasi Halo Mas Bup atau langsung ke sekretariat di kantor DPMPD.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Inspektorat Kabupaten Kediri Wirawan menyampaikan, satgas yang dibentuk itu bertugas memantau setiap tahapan proses pengisian perangkat berjalan sesuai ketentuan atau belum. Salah satu proses pengisian perangkat itu, yakni tahapan ujian.

“Mas Dhito komitmen pengisian perangkat supaya transparan. Menindaklanjuti dugaan kecurangan tahapan pengisian perangkat, teman-teman awasi setiap tahapan sampai penilaian,” terangnya.

Proses Penindakan Tetap Bisa Dilakukan Pasca Pelantikan

Wirawan mengakui, aduan banyak yang masuk namun sifatnya masih sebatas informatif dan kurang bukti. Pihaknya berharap masyarakat tetap ikut memantau dan mau melaporkan jika memang di wilayahnya terjadi kecurangan khususnya jual beli jabatan dalam pengisian perangkat.

Wirawan berharap, bukti formal yang menguatkan adanya tindak kecurangan untuk bisa dilanjutkan ke proses penindakan dapat dipegang. Jika informasi kecurangan yang dikuatkan adanya bukti itu masuk setelah tahapan selesai, dalam hal ini pelantikan calon, proses penindakan dipastikan tetap bisa berjalan.

“Jadi tidak terbatas sampai proses pelantikan selesai. Kalau nanti setelah selesai pelantikan baru ditemukan bukti kecurangan, tetap kami proses dan nanti diberikan rekomendasi entah PTUN atau apa,” ungkapnya.

Jual beli jabatan. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Ilustrasi ujian untuk perangkat desa. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

Hal senada disampaikan Kepala DPMPD Kabupaten Kediri Sampurno. Menurut dia, proses penindakan terhadap aksi kecurangan proses pengisian perangkat tidak berhenti sampai proses pelantikan. Meski sudah dilakukan pelantikan, baru kemudian ditemukan bukti kecurangan tetap akan diproses.

“Ini tidak sebatas saat (tahapan proses pengisian) ini, meski sudah dilantik dan ternyata terbukti ada kecurangan tetap nanti akan diproses, jadi tidak berhenti setelah pelantikan selesai, tidak,” tegasnya.

Surat Keterangan (SK) pengangkatan, dia melanjutkan, bisa dicabut bilamana kemudian hari ditemukan bukti kecurangan saat proses seleksi. Untuk itu, Sampurno kembali meminta masyarakat membantu supaya pelaksanaan seleksi perangkat benar-benar bersih dan mendapatkan orang-orang yang berkualitas.

“Nanti kalau ada yang macem-macem, pasti akan ditindak tegas, entah itu pejabat, entah itu siapa kami tegas,” pungkasnya. (adv)

Tags: Berita jual beli jabatanBupati KediriBupati Kediri Hanindhito Himawan PramanaJabatan perangkat desajual beli jabatanKabupaten KediriKediri hari ini
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Probolinggo.

Lukai Diri Sendiri, Perawat RS di Probolinggo Rekayasa Dibegal demi Tutupi Jual Motor sang Ayah

by Dwi Linda
04/06/2026 12:32 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kasus dugaan pembegalan yang sempat menghebohkan warga Kabupaten Probolinggo akhirnya terungkap. Seorang perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan...

Next Post
Malang. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)

Silaturahmi dengan Vivi Apriliana, Alumnus Kesehatan Poltekkes Malang yang Memilih Jadi Pengusaha Mebel

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID