• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Buta warna.

Joko Santoso, warga Kota Malang, yang alami buta warna usai divaksin kini bekerja sebagai buruh perajin raket. (Foto: Rubianto)

Buta Warna usai Vaksin, Warga Malang Joko Santoso Pilih Jadi Buruh Perajin Raket Berupah Rp 15 Ribu Per Hari

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Siapa yang menyangka jika Joko Santoso, 38, warga Kota Malang, ini akan mengalami buta warna usai vaksinasi Covid-19 dosis pertama jenis AstraZeneca pada 3 bulan lalu. Hingga saat ini, kondisi Joko juga masih dalam pemulihan. Bahkan, kini dia tak bisa bekerja dan tidak bisa keluar jauh dari rumah. Untuk menghidupi keluarganya, dia memilih menjadi buruh perajin raket. Seperti apa kisahnya?

Memiliki latar belakang sebagai kuli bangunan, Joko melihat sebuah konstruksi fondasi pembangunan rumah yang tepat berada di depan rumahnya membuat tangannya gatal untuk bisa kembali bekerja.

You might also like

Tuban

Polresta Tuban Ungkap Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak, Ayah Tiri Jadi Tersangka

20/07/2026 12:04 PM
Muktamar

Sukseskan Muktamar ke-35 NU, IKABU Siapkan 50 Mobil Penjemputan Muktamirin

20/07/2026 10:15 AM

“Saya sebenarnya ini gatal kalau gak kerja. Tapi, badan sudah tidak seperti dulu, aktivitas keras sedikit aja meriang. Ini juga flu belum sembuh-sembuh. Jadi badan gampang sakit sekarang,” kata Joko saat ditemui di kediamannya, Minggu (12/12/2021).

Merasa tak tega, istri Joko mencarikan pekerjaan ringan untuknya. Hingga akhirnya ada perajin raket yang membutuhkan jasanya untuk memasang bantalan senar sekaligus senar raket. Tak mau lebih lama menganggur, Joko lantas mengambil pekerjaan itu.

“Saya sehari-hari momong anak, bersih-bersih rumah, gantiin peran istri. Ini beberapa hari pasang senar raket. Upahnya Rp 500 untuk satu raket, sehari dapat sekitar 30 raket,” ujarnya.

Dia mengaku menyetorkan hasil pekerjaanya dua hari sekali kepada perajin raket yang tempatnya tak jauh dari kediamannya. Dalam dua hari itu, Joko mengaku bisa menyelesaikan 60 buah raket.

“Dua hari setoran dapatnya Rp 30 ribu. Jadi selesai 60 raket itu ongkosnya Rp 30 ribu. Itu masang bantalan senar raket sama benangnya. Tapi, saya juga dibantu bapak dan istri. Ibaratnya ya dikerjain 3 orang,” paparnya.

Joko mengaku harus dibantu ayah mertua dan istrinya karena gangguan penglihatannya masih membuatnya kesulitan. Namun, dia tetap melakukan pekerjaan itu hitung-hitung untuk melatih matanya agar bisa kembali pulih.

“Sebenarnya ya masih meraba-raba, ya sedikit-sedikit sambil melatih mata. Kalau dulu kuli bangunan upahnya sehari Rp 100 ribu, gak papa sekarang Rp 15 ribu,” ucapnya.

Menurut dia, saat ini kondisi matanya memang masih belum bisa membedakan warna atau buta warna. Namun, dia mengaku sudah bisa membedakan tiga warna yakni hitam, abu abu, dan putih.

“Kalau sekarang lihat ya masih hitam putih. Jadi sekarang tahunya hitam, abu-abu, dan putih. Itu degradasi antara putih sama hitam itu kelihatan abu-abu,” ungkapnya.

Selain itu, dia juga kesulitan membaca jika ada tulisan dan latar yang warnanya hampir sama. Sehingga Joko menangkap tulisan tersebut tampak rata atau tidak ada tulisannya.

“Baca tulisan kalau backgroundnya putih bisa, atau warna-warna tua tapi tulisannya putih bisa. Tapi kalau misal, background merah muda atau biru, tulisannya hijau, saya lihatnya rata, gak kebaca,” bebernya.

Buta warna. (Foto: M. Sholeh/Tugu Malang)
Joko Santoso dibantu ayah mertuanya untuk membuat raket. (Foto: Rubianto)

Dia juga mengaku sulit mengenali orang yang sudah dikenal jika orang itu tak bersuara. Dia menyebutkan, harus mendengar suara orang itu agar dia bisa mengenalinya.

“Kalau ngeblur sudah tidak. Tapi dulu awal gejala sempat ngeblur. Jadi dulu ada orang datang itu saya sering kaget. Saya kayak lihat makhluk halus, karena saya ngelihatnya ngeblur,” jelasnya.

Hingga saat ini Joko juga masih bertanya-tanya apa sebenarnya yang membuat matanya mengalami gangguan penglihatan. Karena menurutnya, dia hingga orang tuanya tak memiliki riwayat penyakit mata. Namun, Joko mengaku pasrah dengan diagnosa medis yang menyatakan bahwa dia mengalami peradangan syaraf mata.

“Kami orang awam diam aja, keputusannya seperti itu ya kami terima. Mau dilawan ya gimana, mau gak diterima gimana, lawannya orang banyak. Katanya kebetulan abis vaksin,” ucapnya.

Dia melanjutkan, dirinya tidak berharap dapat kompensasi, hanya ingin sembuh saja.

“Saya juga gak berharap banyak soal kompensasi, kalau dari ini saya dianggap cari-cari bantuan ya tidak mau,” tandasnya.

 

Tags: Buta Usai DivaksinButa usai vaksin di Kota MalangButa warnaKota MalangKota Malang hari inivaksinasi COVID-19Warga Buta Usai VaksinWarga Kota Malang alami kebutaanWarga Kota Malang buta warna usai vaksinWarga Malang buta
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Tuban

Polresta Tuban Ungkap Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak, Ayah Tiri Jadi Tersangka

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 12:04 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Satreskrim Polresta Tuban mengungkap kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak di bawah umur. Seorang pria berinisial...

Muktamar

Sukseskan Muktamar ke-35 NU, IKABU Siapkan 50 Mobil Penjemputan Muktamirin

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 10:15 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Ikatan Keluarga Alumni Bahrul Ulum (IKABU) Tambakberas menyiapkan 50 unit mobil Toyota Innova untuk mendukung pelaksanaan Muktamar...

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur 20 Juli 2026 Berubah Drastis, Kabut Pekat hingga Hujan Mengintai Aktivitas Warga

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 8:41 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Senin (20/07/2026) menunjukkan variabilitas yang signifikan, dengan kemunculan kabut tebal hingga hujan sedang...

Bojonegoro.

Bojonegoro Terima DBH PBB Rp116,6 Miliar, Sektor Migas Jadi Penyumbang Terbesar

by Dwi Linda
19/07/2026 2:05 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro kembali menerima penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar...

Next Post
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana saat melantik beberapa pejabat kecamatan di Kabupaten Kediri. (dok)

Reformasi Birokrasi, Mas Dhito: Tidak Ada Kompromi untuk Korupsi di Kabupaten Kediri

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID